Amandel pada Anak – Penyebab, dan Cara Menangani

Walaupun terlihat sepele, permasalahan amandel pada anak tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pasalnya, jika dibiarkan begitu saja, radang amandel dapat memicu berbagai macam permasalahan lain yang lebih serius.

Dalam dunia kedokteran, radang amandel dikenal dengan istilah tonsilitis. Amandel sendiri merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang berguna untuk menghadang serangan virus dan bakteri.

Amandel dapat mengalami peradangan ketika bakteri dan virus yang dihadangnya terlalu kuat. Selain itu, radang amandel juga bisa terjadi karena fungsi amandel yang sudah tidak terlalu baik.

Menurut hasil penelitian, anak – anak di bawah lima tahun cenderung lebih rentan mengalami permasalahan radang amandel. Dalam setahun, anak – anak dapat mengalami beberapa kali radang amandel.

Dalam kebanyakan kasus, penyebab utama radang amandel pada anak di bawah usia 5 tahun adalah karena infeksi virus. Di lain sisi, penyebab utama terjadinya radang amandel pada anak – anak yang berusia di atas lima tahun adalah karena infeksi bakteri.

Amandel pada Anak via Gisela Niken

Amandel pada Anak via Gisela Niken

Apa Fungsi Amandel?

Kira-kira apa fungsi dari amandel itu sendiri? Amandel ternyata berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu dengan menghasilkan antibodi untuk melawan kuman-kuman penyakit.

Khusus untuk anak-anak, peran amandel ini bisa dibilang sangat penting, karena sebagai garda terdepan untuk melawan kuman penyakit yang masuk melalui mulut.

Jika ada kuman yang masuk melalui saluran pernapasan dan mulut, maka amandel ini akan langsung memperangkapnya lalu kemudian menghancurkannya.

Tapi terkadang, tidak jarang juga anak anda mengalami infeksi dan peradangan amandel, keadaan inilah yang dinamakan dengan penyakit amandel (tonsilitis).

Cara Mengenali Gejala Amandel pada Anak

Berbeda dengan orang dewasa yang dapat mengidentifikasi kondisi tubuhnya sendiri, anak – anak (terutama yang berusia di bawah lima tahun) cenderung tidak bisa mengidentifikasi kondisi yang sedang dialaminya. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus lebih proaktif untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan tubuh anak kita.

Lantas, seperti apa sih ciri – ciri anak yang sedang mengalami permasalahan radang amandel? Ciri – ciri / gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Anak akan menjadi lebih rewel dari biasanya
  • Anak tidak mau makan
  • Anak mengalami kesulitan untuk menelan
  • Anak banyak mengeluarkan air liur
  • Napas anak berbau kurang sedap
  • Anak mendengkur ketika tidur
  • Anak mengalami demam
  • Anak mengalami pembengkakan di area kelenjar yang ada pada leher
  • Anak menarik – narik telinganya sendiri karena terasa sakit

Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala di atas, Anda sebaiknya segera memeriksa kondisi amandelnya. Caranya, coba letakkan gagang sendok di atas lidahnya, lalu minta ia untuk mengucapkan “aaaa”. Perhatikan area amandelnya. Jika amandelnya terlihat bengkak dan memerah, maka kemungkinan besar ia sedang mengalami radang amandel.

Wajib tahu juga bund: Tipes Pada Anak

Penyebab Radang Amandel pada Anak

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, dalam kebanyakan kasus, radang amandel pada anak biasanya ditengarai oleh dua penyebab utama, yaitu karena serangan virus dan bakteri.

Jika dijabarkan, selain dua penyebab utama tersebut, masih ada banyak lagi hal – hal yang beresiko menyebabkan radang amandel pada bayi dan anak – anak. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Sinusitis

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit sinusitis yang terjadi pada anak (terutama yang ditengarai oleh serangan bakteri dan virus) beresiko menyebabkan berbagai macam penyakit lain, termasuk salah satunya adalah radang amandel.

Untuk itu, jika anak Anda mengalami sinusitis, sebisa mungkin tanganilah penyakit anak Anda tersebut dengan sebaik – baiknya.

2. Makanan Bertekstur Keras

Penyebab radang amandel pada anak yang selanjutnya adalah makanan bertekstur keras.

Makanan bertekstur keras dapat membuat rongga mulut dan area sekitar kerongkongan anak terluka. Biasanya, ketika sudah luka, area sekitar rongga mulut dan kerongkongan akan lebih rawan mengalami infeksi.

Jika infeksi yang dialami terlalu parah, permasalahan ini beresiko menimbulkan berbagai macam permasalahan baru, seperti sariawan dan radang amandel.

3. Iritasi Asap Rokok dan Polusi Udara

Udara yang buruk dapat membuat area tenggorokan anak menjadi lebih sensitif. Ketika hal ini terjadi, area sekitar tenggorokan, termasuk salah satunya area amandel akan menjadi lebih lemah dan lebih rentan terinfeksi virus dan bakteri. Dampaknya, radang amandel dan tenggorokan pun akan lebih rentan terjadi.

4. Asam Lambung

Selain menimbulkan rasa perih pada lambung, penyakit asam lambung ternyata juga beresiko memicu terjadinya radang amandel pada anak.

Menurut hasil penelitian, asam lambung yang naik ke kerongkongan memiliki kandungan bakteri (mayoritasnya adalah bakteri pencernaan) yang tinggi. Nah, ketika sampai ke area tenggorokan, amandel akan berupaya untuk melawan bakteri tersebut. Dampaknya, amandel menjadi lebih rentan mengalami radang.

5. Makanan yang Mengandung Pengawet dan Pemanis

Terakhir, selain empat faktor di atas, masih ada satu lagi penyebab amandel pada anak yang harus dihindari, yaitu makanan yang mengandung pengawet dan pemanis.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, mayoritas produk makanan ringan yang ada pada saat ini telah dilengkapi dengan pengawet, pemanis, dan penyedap rasa.

Nah, ternyata selain tidak bagus untuk kesehatan, seluruh produk makanan tersebut juga beresiko menimbulkan permasalahan radang amandel pada anak.

Untuk itu, jangan biarkan anak Anda mengonsumsi produk makanan ringan tersebut secara berlebihan ya!

Baca juga yuk: Fakta Seputar Kejang Demam pada Anak yang Wajib Ibu ketahui!

Cara Mengobati Amandel pada Anak

Sampai saat ini masih banyak orang tua yang bertanya – tanya, apakah amandel pada anak harus di operasi? Atau ada cara pengobatan lain yang bisa dilakukan selain operasi?

Penting untuk diketahui, prosedur pengangkatan amandel pada anak, terutama yang berusia di bawah 6 tahun pada dasarnya cenderung tidak direkomendasikan. Terlebih, dalam kebanyakan kasus, radang amandel pada anak (terutama yang disebabkan oleh infeksi virus) biasanya masih belum terlalu serius dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Lantas, bagaimanakah cara tepat untuk menangani permasalahan radang amandel pada anak?

  • Pertama – tama, pastikan anak Anda dapat mengonsumsi makanan yang muda ditelan seperti sup, bubur dan teh hangat.
  • Selanjutnya, minta anak Anda untuk berkumur dengan larutan air garam (dibuat dari satu sendok teh garam dan 1 gelas air) 3 kali sehari
  • Jaga tingkat kelembaban udara di rumah Anda / ruangan tidur anak agar rasa sakit di tenggorokannya tidak semakin parah
  • Atur kondisi udara di rumah Anda / ruangan tidur anak Anda dengan menghindari asap rokok dan produk pengharum ruangan yang beresiko memicu terjadinya iritasi pada tenggorokan anak
  • Kompres area sekitar leher anak Anda dengan menggunakan botol berisi air hangat
  • Jika anak Anda mengalami demam tinggi, coba tanyakan ke dokter / tim medis mengenai obat yang tepat untuk diberikan padanya.

Penting untuk diketahui, anak – anak yang tengah mengalami radang amandel dianjurkan untuk banyak beristirahat. Jika memungkinkan, minta ia untuk tetap tinggal di rumah hingga kondisinya membaik.

Selain itu, untuk memancing nafsu makannya, jangan lupa untuk menawarkan makanan kesukaannya. Dengan begitu, ia akan lebih dimudahkan dalam memasukkan makanan ke dalam tubuhnya.

Terakhir, jika setelah menerapkan cara di atas, kondisi radang amandel pada anak Anda tak kunjung sembuh, segera temui dokter / tim medis secepatnya. Terlebih jika anak Anda mengalami gejala komplikasi seperti dehidrasi, sering muntah, sakit telinga, atau pun pendarahan di area sekitar amandel.

Cara Mencegah Amandel pada Anak

Sebagai orang tua kita tentu akan merasa cemas jika anak kita sampai terkena radang amandel ini. Apalagi penyakit ini tergolong infeksi yang menular. Ditambah dengan kebiasaan anak-anak kita yang suka makan jajan berpengawet, pemanis pewarna, dan diperparah dengan mereka tidak mau makan buah dan sayur, tentu kita akan semakin was-was.

Bunda, untuk membantu anak anda terhindar dari radang amandel ini, sebaiknya bunda melakukan beberapa tindakan pencegahan, diantaranya adalah:

1. Jangan Melakukan Kontak Langsung dengan Penderita Penyakit Amandel

Cara mencegah amandel pada anak yang pertama adalah dengan menghindari kontak langsung dengan penderita amandel. Cara ini tentu sangat ampuh.

Beberapa cara penularan seperti liur, ingus, atau dahak ketika penderita batuk atau bersin perlu kita waspadai. Apalagi terkadang anak-anak suka berbagi makanan, terutama jajanan yang mereka makan.

2. Cuci Bersih Tangan Anak Anda Sebelum Makan

Jangan biarkan anak anda langsung mengambil makan begitu pulang ke rumah. Pastikan mereka mencuci tangan terlebih dahulu ketika hendak mengambil makanan, terutama kue atau jajajan, karena kita tidak tahu dia sudah memegang apa saja, atau dia sudah berinteraksi dengan siapa saja.

Biasakan untuk menggunakan sabun atau antiseptik untuk mencuci tangan anak anda. Jika kebiasaan baik ini dirutinkan, maka kita tidak akan kesulitan untuk menyuruh mereka melakukan ini setiap hari.

3. Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Ajarilah anak anda untuk rutin membersihkan gigi dan mulut anda. Usahakan untuk menyikat gigi minimal 2 kali sehari, terutama menjelang tidur.

Jangan biarkan anak anda tidur dengan sisa makanan di sela-sela gigi anda. Karena sisa-sisa makanan yang menempel ini bisa menjadi sarana bagi bakteri berkembang.

4. Pastikan Makanan Higenis

Memastikan makanan yang mereka konsumsi tetap higenis juga penting. Ini tentu menjadi tugas pokok orang tua, karena anak kita masih belum bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk.

Bunda, mari kita pastikan makanan yang masuk ke dalam mulut anak kita itu bersih dan higenis.

5. Meningkatkan Imunitas Anak

Cara terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan pertahanan anak dari dalam yaitu dengan meningkatkan imunitas anak. Mulai dari ASI eksklusif, memberikan makanan bernutrisi, istirahat cukup juga minum air cukup.

****

Itulah sedikit informasi mengenai penyebab, cara mengidentifikasi dan cara menangani amandel pada anak yang bisa kami bagikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya! Jangan lewatkan juga: Cara Menurunkan Panas Anak yang Cepat dan Ampuh

Leave a Reply