Penyebab dan Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada Ibu Hamil – Anemia disebabkan karena tubuh kekurangan sel darah merah sebagai pengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kurangnya kadar oksigen akan mengganggu kinerja seluruh organ tubuh. Anemia bukan hanya terjadi akibat kekurangan sel darah merah tapi bisa disebabkan kadar hemoglobin menurun.

Hemoglobin sendiri berperan sebagai pengikat oksigen. Anemia bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia dan jenis kelamin. salah satu orang yang rentan terserang anemia adalah ibu hamil.

Ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih banyak dari pada wanita lain. Sedangkan ibu hamil biasanya akan kehilangan selera makan teruatama di trimester pertama. Selain itu janin membutuhkan asupan nutrisi.

Dengan begitu nutrisi yang ada pada tubuh ibu akan diambil janin untuk tumbuh dan berkembang di dalam rahim sehingga si ibu akan lebih rentan kekurangan nutrisi sehingga resiko anemia akan lebih tinggi dibanding wanita yang tidak hamil.

Anemia pada Ibu Hamil

Ilustrasi: Anemia pada Ibu Hamil

Selain itu ibu hamil biasanya kurang memenuhi kebutuhan nutrisi penambah darah yang berupa zat besi, asam folat dan vitamin B12. Itulah yang menjadi penyebab utama anemia pada ibu hamil.

Anemia pada ibu hamil sangat berbahaya jika dibairakan berlarut-larut dapat mengganggu perkembangan janin serta dapat menyebabkan pendarahan sebelum persalinan dan pada saat persalinan.

Tanda dan Gejala Anemia pada Ibu Hamil

Ibu hamil akan menunjukkan gejala anemia jika kadar hb nya kurang dari 7 gr. Gejala yang sangat jelas terlihata pada ibu hamil yang terserang anemia adalah pucat, lemas dan pusing serta masih banyak lagi gejala lainnya.

WHO pada tahun 1972 menetapkan criteria anemia berdasarkan beberapa kategori berikut ini:

  1. normal >11 gr %
  2. ringan 8 hingga 11 gr %
  3. berat <8 gr %

untuk kategori berat penanganan yang serius sangat penting dilakukan bahkan transfusi darah bisa menajdi pilihan pengobatan anemia berat. Jika anemia berat atau akut dibiarkan berlarut-larut atau terjadi dalam jangka panjang maka dapat menyebabkan kerusakan jantung dan ginjal.

Anemia pada ibu hamil bisa kita lihat dari gejala yang ditunjukkan seperti berikut ini:

  1. mudah lelah meski tidak melakukan kegiatan apa-apa, apalagi jika anda habis melakukan kegiatan fisik yang cukup berat akan terasa lelah yang berlebihan.
  • Pucat sebab kebutuhan darah tidak terpenuhi dengan baik.
  • Denyut jantung cepat akibat dari kurangnya sel darah dan oksigen sehingga jantung bekerja keras memompa darah dan menyebabkan denyut jantung tidak beraturan atau sangat cepat
  • Sesak napas yang sudah sangat jelas bahwa bernapas membutuhkan okssigen sehingga kekurangan oksigen akan membuat kita kesulitan bernapas
  • Konsentrasi terganggu akibat dari pasokan oksigen ke otak kurang sehingga otak akan kesulitan melakukan fungsinya sehingga kita akan gagal focus.
  • Mual dipagi hari
  • Kelemahan otot
  • Telinga berdenging
  • Sakit kepala
  • Mata berkunang-kunang
  • Pusing
  • Mudah mengantuk
  • Tidak bersemangat
  • Kuku dan rambut rapuh

Simak selengkapnya: 34 Ciri-ciri Anemia yang Patut Anda Waspadai!

Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada ibu hamil tidak terjadi begitu saja namun ada beberapa faktor yang menyebabkan anemia seperti berikut ini:

  1. Kekurangan zat besi sebagai bahan utama pembentuk sel darah merah, jika kadarnya tidak mencukupi tentunya pembentukan sel darah merah tidak berjalan dengan baik.
  2. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat
  3. Pola makan yang buruk terutama waktu makan yang tidak teratur
  4. Penyerapan nutrisi yang buruk meski makanan yang dikonsumsi sudah memenuhi standar gizi namun anda masih saja terserang anemia maka hal tersebut bisa terjadi akibat penyerapan nutrisi yang buruk
  5. Kurang mengkonsumsi air putih sebagai sumber cairan tubuh yang turut membantu organ penghasil sel darah merah menghsilkan darah
  6. Kehilangan banyak darah seperti menderita tukak lambung atau menjalani proses operasi
  7. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  8. Menderita penyakit kronis seperti kanker darah
  9. Faktor keturunan yang biasanya anemia sabit lebih cenderung diturunkan dibanding anemia jenis lain
  10. Hancurnya sel darah merah dalam tubuh
  11. Kurang makan
  12. Meningkatnya kebutuhan zat besi dalam tubuh

Simak selengkapnya: 27 Penyebab Penyakit Anemia yang Harus Anda Waspadai!

Jenis-jenis Anemia

Penyakit anemia atau kurang darah ini bisa digolongkan menjadi beberapa jenis seperti berikut ini:

  1. Anemia defisiensi besi : dimana untuk kasus anemia jenis ini menduduki peringkat teratas diantara jenis anemia lainnya
  2. Anemia megaloblastik : anemia jenis ini disebabkan kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat
  3. Anemia hemolitik : anemia ini disebabkan terjadinya peningkatan hemolisis dari aritrosit yang menyebabkan usianya lebih pendek
  4. Anemia sel sabit : anemia jenis ini termasuk ke dalam kategori anemia akut yang sering dibawa oleh genetic yang banyak diturunkan yang terjadi akibat pembesaran limpa

Faktor Resiko Anemia pada Ibu Hamil

Anemia yang menyerang ibu hamil sebenarnya bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi terutama nutrisi penambah darah. Selain karena kekurangan nutrisi anemia pada ibu hamil bisa meningkat akibat beberapa faktor berikut ini:

  1. Hamil dengan jarak yang berdekatan dengan anak sebelumnya
  2. Hamil kembar
  3. Ibu hamil yang sering mengalami mual dan muntah.
  4. Kekurangan asupan makanan yang mengandung zat besi seperti bayam
  5. Hamil di usia yang masih remaja atau belum cukup umur
  6. Kehilangan banyak darah
  7. Ibu hamil yang terlalu banyak pikiran atau stres

Artikel terkait: Cara menghilangkan mual saat hamil

Pengaruh Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada ibu hamil memang sangat umum terjadi itulah salah satu sebab pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin. Dokter akan memberikan vitamin penambah darah jika memang kadar sel darah merah rendah.

Jika dalam kehamilan kondisi tubuh dan kadar sel darah merah tidak dijaga maka resiko terjadi masalah akan semakin tinggi. Berikut beberapa resiko anemia pada ibu hamil :

1. Bahaya pada trimester 1

Pada kehamilan awal atau trimester pertama anemia dapat menyebabkan keguguran atau abortus, missed abortion, serta kelainan congenital. Anemia di awal kehamilan akan membuat ibu hamil kurang bersemangat serta mudah lelah.

2. Bahaya

Pada kehamilan bulan keempat jika ibu hamil mengalami anemia maka resiko terjadinya partus premature, gangguan pertumbuhan janin, perdarahan antepartum, dekompensasi kordis hingga kematian ibu serta asfiksia intrapartum sampai kematian gentosis dan mudah terkena infeksi dapat terjadi.

3. Bahaya saat persalinan

Ketika ibu tengah menghadapi proses persalinan bahaya anemia juga tetap masih mengancam seperti bahaya gangguan his primer, sekunder, resiko menurunkan penyakit anemia pada janin, persalinan membutuhkan tindakan-tindakan tingkat tinggi.

Hal itu disebabkan anemia menyebabkan ibu mudah lelah jadi akan sangat sulit melakukan persalinan secara normal, selain itu ibu hamil juga mengalami gangguan perjalanan persalinan sehingga diperlukan tindakan operatif.

Selain itu anemia juga menyebabkan gangguan pada masa nifas atau setelah melahirkan. Anemia juga akan menghambat produksi ASI dan meningkatkan resiko infeksi.

Simak juga yuk: Tips Agar Cepat Hamil Setelah Haid yang Terbukti Berhasil

Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Anemia sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan kegiatan yang sudah dijabarkan di atas. Namun jika anda telah melakukan cara yang bisa menghindari anemia tapi masih saja anda kekurangan darah maka langkah pengobatan harus dilakukan untuk mencegah anemia akut.

Pengobatan anemia bisa dilakukan dengan mengkonsumsi tablet tambah darah yaitu tablet besi folat dengan kandungan 200 mg ferro sulfat serta 0,25 mg asam folat. Namun kebutuhan zat besi dan asam folat bukan hanya dibutuhkan wanita hamil dan menyusui tapi dibutuhkan semua orang jadi anda sebagai pencegahan anda dapat mengkonsumsi 1 tablet setiap hari sejak remaja.

Jika obat penambah darah dan makanan yang mengandung nutrisi penambah darah namun anemia masih saja menyerang ibu hamil maka langkah tranfusi darah harus segera dilakukan. Untuk anemia yang disebabkan suatu penyakit tertentu pengobatan harus dilakukan dengan menyembuhkan penyakit yang anda derita terlebih dahulu maka anemia akan sembuh dengan sendirinya.

Cara Mencegah Anemia

Pencegahan anemia sebenarnya tidak begitu sulit jika anemia yang anda alami merupakan anemia biasa yang bukan disebabkan penyakit kronis tertentu. Anemia bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Ibu hamil membutuhkan nutrisi dua kali lebih banyak dibanding wanita lainnya sebab ada janin di dalam rahim ibu yang membutuhkan asupan nutrisi untuk bertahan hidup dan terus berkembang.

Kebutuhan nutrisi tersebut bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan. Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi standar gizi dengan kandungan zat besi tinggi di dalamnya serta asam folat dan vitamin B12.

Nutrisi tersebut bisa anda dapatkan dari beberapa makanan berikut ini, tomat, bayam, kacang-kacangan, daging, sayuran berdaun hijau, berbagai jenis buah serta masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu ibu hamil juga harus banyak istirahat serta perbanyak konsumsi air putih. Mengkonsumsi vitamin penambah darah juga akan menunjang kesehatan ibu selama hamil. Pastikan tubuh menerima setidaknya 27 mg/hari.

Itulah pembahasan mengenai anemia pada ibu hamil yang kami bahas secara tuntas. Semoga artikel tersebut memberikan informasi yang tengah anda butuhkan. Semoga bermanfaat.

Jangan lewatkan juga: Cara Menghilangkan Sakit Pinggang Saat Hamil

Leave a Reply