Boleh Olahraga Saat Puasa, Simak Fakta dan Tipsnya!

Sebagian dari Anda mungkin pernah bertanya – tanya. Olahraga saat puasa itu boleh atau tidak sih? Kalau boleh, olahraga seperti apakah yang bisa dilakukan saat puasa?

Menurut hasil penelitian, aktivitas olahraga di waktu puasa adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan. Hanya saja, jenis olahraga yang dilakukan tidak boleh sembarangan. Selain itu, intensitas dan waktu olahraganya juga harus diperhatikan agar aktivitas olahraga yang dilakukan tidak mengganggu jalannya ibadah puasa.

Jangan sampai hanya karena olahraga ibadah puasa Anda akhirnya malah batal karena tubuh Anda mengalami dehidrasi atau pun kelelahan.

Olahraga Saat Puasa via Republika

Ilustrasi: Olahraga Saat Puasa via Republika

Baca juga: 28 Tips Gaya Hidup Sehat Alami yang Sebaiknya Dijalankan

Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Puasa

Bila Anda ingin berolahraga di bulan puasa, ada tiga waktu terbaik yang dapat Anda gunakan untuk berolahraga, yaitu:

1. Sebelum Buka Puasa

Olahraga yang dilakukan sesaat sebelum buka puasa dapat membantu membakar tumpukan lemak dalam tubuh. Menurut hasil penelitian, olahraga di waktu ini cenderung jauh lebih efektif untuk membakar lemak dibandingkan dengan olahraga di waktu – waktu lainnya.

Karena olahraga ini dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh, olahraga menjelang waktu buka puasa cenderung lebih cocok untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan.

“Lho, apa nggak berbahaya tuh olahraga sebelum berbuka? Bukannya pada waktu itu tubuh berada dalam kondisi lemas?”

Tidak!!, olahraga sebelum berbuka bukanlah hal yang berbahaya selama dilakukan dalam porsi yang tepat. Kenapa tidak berbahaya, pasalnya tidak lama setelah aktivitas olahraga selesai dilaksanakan, tubuh akan segera mendapatkan asupan nutrisi, yaitu dari aktivitas buka puasa.

Cek juga: Daftar Menu Buka Puasa yang Sehat dan Enak

2. Setelah Buka Puasa

Bila olahraga sebelum buka puasa dirasa terlalu berat, Anda dapat berolahraga setelah berbuka puasa.

Normalnya, olahraga setelah buka puasa cenderung jauh lebih ringan dan tidak terasa menyiksa. Namun begitu, bila dilakukan secara terburu – buru, olahraga setelah buka puasa sebenarnya malah dapat menimbulkan gangguan pencernaan.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda disarankan untuk memberi jeda selama kurang lebih 3 jam setelah buka puasa. Setelah 3 jam dari buka puasa, Anda baru boleh mengerjakan aktivitas olahraga.

Karena pada waktu ini Anda sudah tidak berada dalam kondisi puasa, maka Anda dibebaskan dan diperbolehkan untuk mengerjakan jenis olahraga apa saja. Dari mulai olahraga jenis kardio, sampai dengan jenis olahraga angkat beban, semuanya boleh Anda kerjakan di waktu ini.

3. Setelah Sahur

Waktu lain yang juga diperbolehkan untuk mengerjakan olahraga saat puasa adalah setelah sahur.

Setelah sahur, tubuh telah mendapatkan asupan energi yang cukup. Oleh karena itu, olahraga di waktu ini cenderung relatif cukup aman untuk dilakukan.

Hanya saja, untuk menghindari terjadinya gangguan pencernaan, beberapa pakar kesehatan merekomendasikan untuk mengerjakan olahraga ringan saja, seperti jalan santai, bersepeda, senam, dll.

Artikel terkait: 6 Ide Menu Sahur Sehat yang Enak dan Mudah!

Jenis Olahraga Saat Puasa yang Aman

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, olahraga saat puasa memang boleh, namun jenisnya tidak boleh sembarangan. Beberapa jenis olahraga yang terbukti aman untuk dikerjakan di waktu puasa adalah sebagai berikut:

1. Jalan Santai dan Joging

Jenis olahraga yang satu ini sangat cocok untuk dilakukan di sore hari menjelang waktu berbuka.

Dengan olahraga ini, Anda dapat membakar tumpukan lemak berlebih yang ada pada tubuh Anda.Selain itu, joging menjelang waktu berbuka puasa juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru – paru.

Bila dikait – kaitkan dengan ibadah puasa yang sedang dijalankan, jalan santai menjelang waktu berbuka juga akan membuat ibadah puasa Anda menjadi tidak terasa.

Dalam prakteknya nanti, bila Anda ingin mengerjakan olahraga ini, sebisa mungkin waktunya tidak boleh lebih dari 30 menit. Dengan begitu, tubuh tidak perlu diforsir untuk bekerja secara berlebihan.

2. Senam Aerobik

Sama seperti halnya jalan santai, olahraga saat puasa yang satu ini juga sangat cocok untuk dikerjakan di sore hari menjelang waktu berbuka.

Menurut hasil penelitian, jika dilakukan dengan benar, senam aerobik menjelang waktu berbuka dapat membantu membakar tumpukan lemak hingga mencapai 350 kalori dalam kurun waktu 30 menit saja.

Sangat luar biasa bukan?

3. Bersepeda

Khusus untuk Anda yang hobi bersepeda, Anda juga bisa melakukan hobi bersepeda Anda sesaat sebelum berbuka puasa atau pun di pagi hari selepas sahur.

Menurut hasil penelitian, selain dapat membuat tubuh menjadi bugar, bersepeda di waktu puasa juga dapat meningkatkan kadar hormon endorfin dalam tubuh.Hasilnya, olahraga ini akan membuat pikiran menjadi rileks, semangat, dan bahagia.

4. Pemanasan Ringan

Khusus untuk Anda yang hobi melakukan olahraga bela diri ataupun sedang menjalankan program untuk menambah masa otot, jenis olahraga saat puasa yang satu ini sangat cocok untuk Anda jadikan sebagai pilihan.

Tidak perlu lama – lama, pemanasan ringan selama 10 – 30 menit selepas sahur akan membantu Anda untuk mendapatkan otot yang lentur.

Beberapa jenis gerakan pemanasan yang bisa Anda kerjakan adalah: plank, push up, sit up, split, push up kayang, dll.

Menurut hasil penelitian, selain melenturkan otot, gerakan pemanasan ringan di atas juga dapat membantu memperlancar peredaran darah dan menjaga kesehatan organ vital seperti jantung dan paru – paru.

5. Lompat Tali

Lompat tali di waktu puasa sangat cocok untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Menurut hasil penelitian, lompat tali selama kurang lebih 10 – 30 menit di waktu puasa dapat membakar tumpukan lemak sekitar 375 – 425 kalori.

Waktu terbaik untuk melakukan olahraga lompat tali ketika puasa adalah beberapa saat sebelum buka puasa.

Atau, jika mau, Anda juga bisa mengerjakan olahraga ini selepas berbuka puasa, yaitu sekitar 3 – 4 jam setelah waktu magrib.

6. Yoga

Dari sekian banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan ketika puasa, yoga adalah jenis olahraga yang paling banyak direkomendasikan oleh para pakar kesehatan.

Menurut sejumlah pakar kesehatan, dibandingkan olahraga lainnya, yoga cenderung jauh lebih aman untuk dilakukan ketika puasa. Pasalnya, yoga tidak membutuhkan banyak energi.

Di lain sisi, gerakan yoga juga dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga sangat pas untuk dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa.

7. Olahraga Berat

Bila Anda merupakan seorang atlet, maka mau tidak mau Anda harus tetap melakukan latihan secara intensif setiap hari.

Nah, di bulan puasa, Anda pada dasarnya tetap boleh melakukan latihan dan olahraga berat. Hanya saja, waktunya tidak boleh sembarangan.

Jika Anda ingin melakukan latihan dan olahraga berat, Anda dianjurkan untuk mengerjakannya selepas berbuka puasa, yaitu setelah 3 – 4 jam setelah Anda berbuka puasa.

8. Naik Turun Tangga

Buat anda yang tetap ingin berolahraga ketika puasa ada olahraga yang spele tapi bermanfaat untuk kesehatan yakni naik turun tangga. Aktivitas ini jika anda lakukan dalam waktu 10 menit setidaknya dapat membakar kalori di dalam tubuh sekitar 178 kalori. Lakukanlah aktivitas ini secara tidak berlebihan ya.

Perhatikan!

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika anda berolahraga saat puasa, diantaranya adalah:

1. Memperhatikan Asupan Nutrisi

Hal pertama yang harus anda perhatikan saat berolahraga ketika sedang puasa adalah asupan nutrisi yang kita makan.

Penuhi asupan nutrisi berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh. Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa.

Sebaiknya anda mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

Dengan mengkonsumsi makanan dengan kandungan indeks glikemik yang rendah ketika berbuka maka ini dapat meningkatkan cadangan karbohidrat, sedangkan mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga.

Sementara ketika sahur, konsumsilah makanan yang kaya akan protein dan lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

Dengan demikian maka perut anda tidak cepat lapar selama menjalankan ibadah puasa. Selain menunda lapar, juga dapat mempertahankan energi sampai olahraga dimulai. Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tubuh.

Beberapa sumber protein tinggi yang bisa anda konsumsi diantaranya yaitu ikan, daging, dan telur. Protein merupakan zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai zat pembangun. Protein membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga.

Baca juga: Daftar Buah yang Bagus untuk Program Diet Anda

2. Penuhi Kebutuhan Air

Usahakan untuk minum air putih yang banyak selama sahur atau buka puasa, apalagi ketika cuaca panas, tubuh anda akan mudah dehidrasi. Sebaiknya anda minum paling tidak 1,5-2 liter per hari.

3. Tidur Cukup

Selama puasa sebaiknya anda juga memperhatikan jam tidur anda. Karena tubuh kita tetap butuh istirahat. Setidaknya minimal 6 jam sehari. Usahakan juga untuk tidur siang ya. Karena tidur siang sebentar saja bisa mengenmbalikan kebugaran lho.

****

Penting untuk diingat, olahraga saat puasa memang boleh dilakukan. Namun begitu, beban olahraganya tidak boleh terlalu berat. Olahraga yang terlalu berat harus dihindari agar tidak membebani ibadah puasa yang sedang dikerjakan.

Jangan sampai hanya karena olahraga, ibadah puasa yang dikerjakan menjadi terganggu. Jangan lewatkan juga: Menu Buka Puasa untuk Diet Sehat

Leave a Reply