Fungsi dan Anatomi Sistem Pencernaan Tubuh

Pernahkah Anda berpikir bagaimana sistem pencernaan dalam tubuh Anda bekerja? Apakah Anda tahu bagaimana makanan yang Anda konsumsi bisa berubah menjadi energi dan otot di tubuh Anda?

Nah, untuk membantu Anda memahami hal tersebut, pada kesempatan kali ini Ceksehat akan membahas mengenai fungsi dan anatomi sistem pencernaan manusia.

Sistem pencernaan manusia merupakan salah satu bagian paling vital yang ada dalam tubuh manusia. Sama seperti halnya sistem pernafasan dan peredaran darah, sistem pencernaan juga memiliki andil dalam penentuan hidup – matinya manusia.

Jika sistem pencernaan terganggu, berbagai macam organ penting yang ada dalam tubuh tidak akan bisa bekerja dengan optimal. Dan jika sistem pencernaan berhenti, maka tinggal menunggu waktu saja hingga tubuh kita juga berhenti (aka. Meninggal dunia).

Itulah kenapa pengetahuan tentang sistem pencernaan itu penting! Dengan mengetahui bagaimana sistem pencernaan dalam tubuh kita bekerja, kita bisa lebih berhati – hati lagi dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dalam tubuh kita.

Fungsi dan Anatomi Sistem Pencernaan Tubuh via Mengakujenius

Fungsi dan Anatomi Sistem Pencernaan Tubuh via Mengakujenius.com

Fungsi Sistem Pencernaan Manusia

Secara singkat, sistem pencernaan manusia memiliki fungsi utama sebagai pencerna / pengolah zat makanan menjadi zat nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh.Nah, jika dijabarkan, fungsi sistem pencernaan manusia adalah sebagai berikut:

  • Menghancurkan makanan menjadi zat yang lebih mudah dicerna
  • Memecah kandungan nutrisi yang terdapat dalam makanan baik secara mekanik maupun kimiawi
  • Mencegah masuknya zat asing berbahaya yang terdapat dalam makanan ke dalam tubuh
  • Menyerap sari makanan yang telah dipecah sebelumnya
  • Membuang sisa makanan yang tidak terpakai melalui proses ekskresi dan sekresi

Anatomi Sistem Pencernaan Manusia

Anatomi sistem pencernaan manusia terdiri atas dua kelompok organ pencernaan. Kedua kelompok organ pencernaan tersebut adalah organ saluran pencernaan dan organ pencernaan pelengkap.

Dalam dunia kedokteran, saluran pencernaan lebih banyak dikenal dengan nama saluran gastrointestinal (GI). Beberapa organ yang tergolong ke dalam organ saluran pencernaan adalah: mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

Walaupun disebut dengan “saluran pencernaan”, namun dalam prakteknya organ saluran pencernaan tidak hanya berperan sebagai saluran pencernaan saja. Lebih dari itu, organ saluran pencernaan juga berguna untuk mencerna, memecah, dan menyerap zat makanan yang kita konsumsi.

Lantas, bagaimana dengan organ pencernaan pelengkap?

Seperti “gelar nama” yang dimilikinya, organ pencernaan pelengkap berfungsi sebagai pelengkap alias pembantu sistem pencernaan. Kelompok organ ini terdiri atas lidah, gigi, kelenjar air liur, hati, kantung empedu, dan pankreas.

Lidah dan gigi memiliki peran khusus sebagai “organ mekanik” untuk membantu proses pencernaan. Tugas utama kedua organ ini adalah untuk mengubah makanan kasar menjadi lebih halus.

Di lain sisi, organ pankreas, kantung empedu, hati, dan kelenjar air liur memiliki peran khusus sebagai penghasil enzim yang berguna untuk proses pencernaan.

Saluran Penting dalam Sistem Pencernaan Manusia

Berikut merupakan beberapa saluran penting dalam sistem pencernaan manusia yang memiliki peran dan fungsi vital:

1. Mulut

Proses pencernaan dalam tubuh manusia dimulai dari mulut. Di sini makanan akan melalui dua jenis proses pencernaan sekaligus, yaitu pencernaan kimia dan pencernaan mekanik.

Organ mulut memiliki fungsi utama untuk mengunyah makanan menjadi lebih halus dan lunak, sehingga lebih mudah untuk dicerna oleh organ pencernaan yang lain.

Gigi memotong makanan menjadi lebih kecil, air liur membasahi makanan sehingga lebih mudah untuk ditelan, dan otot – otot lain bertugas mendorong makanan ke arah kerongkongan.

2. Kerongkongan

Sesampainya di kerongkongan, sistem pencernaan akan berlanjut dan diteruskan ke lambung.

Di bagian ini, tidak banyak perubahan yang terjadi pada makanan yang kita konsumsi. Kerongkongan hanya bertugas untuk mendorong masuk zat makanan ke arah lambung.

Dalam dunia kedokteran, gerakan kontraksi di area sekitar otot kerongkongan disebut dengan gerak peristaltik.

Di area ujung kerongkongan terdapat cincin otot yang dikenal dengan nama sfingter. Cincin otot ini berfungsi sebagai tutup yang mencegah makanan dan minuman dalam lambung kembali ke arah kerongkongan.

3. Lambung

Sesampainya di lambung, zat makanan akan disimpan, dicampur, dan dicerna menjadi zat nutrisi yang siap untuk dialirkan ke seluruh bagian tubuh.

Beberapa zat tertentu, seperti air dan alkohol tidak perlu melalui proses pencernaan di lambung. Kedua zat ini bisa langsung diserap tubuh sehingga keberadaannya di lambung cenderung tidak terlalu lama.

Sebaliknya, zat – zat makanan lainnya harus melalui proses pencernaan yang agak panjang.

Area dinding otot perut yang kuat akan mengocok dan mencampur zat makanan yang kita konsumsi dengan berbagai macam zat enzim dan asam yang terdapat di lambung.

Selanjutnya seluruh zat makanan tersebut akan dipecah menjadi bagian – bagian makanan yang lebih kecil.

Setelah zat makanan berubah bentuk menjadi semi padat (dikenal dengan nama chyme), zat makanan akan dilepaskan sedikit demi sedikit ke usus halus melalui cincin otot yang ada di pangkal lambung. Cincin otot tersebut bernama pyloric sphincter.

Biasanya, mayoritas makanan akan tertahan di lambung selama kurang lebih 4 jam. Itulah kenapa perut kita mulai terasa lapar setelah kurang lebih 4 jam selepas makan.

4. Usus Halus

Setelah dicerna di lambung, sistem pencernaan akan berlanjut ke usus halus.

Usus halus terdiri atas tiga bagian utama, yaitu usus 12 jari (dikenal dengan duodenum), usus bagian tengah (dikenal dengan jejunum), dan usus bagian akhir (dikenal dengan ilenum).

Organ pencernaan ini memiliki dua fungsi utama, yaitu memproduksi dan mengumpulkan berbagai macam enzim yang berperan dalam sistem pencernaan, dan menyerap nutrisi yang dihasilkan oleh sistem pencernaan.

Biasanya, saat meninggalkan usus halus, sekitar 90 persen zat nutrisi yang ada pada makanan telah berhasil diekstraksi dan siap untuk diserap serta dialirkan ke seluruh bagian tubuh.

5. Usus Besar

Usus besar merupakan organ penting dalam sistem pencernaan yang berfungsi sebagai “tempat pengolahan limbah”.

Di usus besar, seluruh zat nutrisi yang dianggap tidak penting akan diolah menjadi limbah padat sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Usus Besar memiliki panjang sekitar 5 – 6 meter dan terdiri atas tiga bagian utama, yaitu sekum, kolon, dan rektum.

Sekum merupakan “pintu gerbang” tempat masuknya zat makanan dari usus halus ke usus besar. Kolon merupakan “tempat penyaringan” dimana cairan dan garam akan diserap.Sedangkan rektum merupakan “bank” tempat limbah dan kotoran dikumpulkan sebelum akhirnya dibuang melalui anus.

Proses pencernaan di usus besar banyak dibantu oleh berbagai macam bakteri. Bakteri – bakteri ini dapat ditingkatkan dengan cara mengonsumsi bahan makanan yang mengandung probiotik. Salah satu contoh bahan makanan tersebut adalah yoghurt. Itulah kenapa yoghurt disebut – sebut dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.

****

Itulah sedikit informasi mengenai fungsi dan anatomi sistem pencernaan manusia yang dapat kami bagikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya!

Artikel terkait: 7 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria yang Ampuh!

Leave a Reply