Daftar Gejala Depresi yang Harus Anda Waspadai Sejak Dini

Gejala Depresi –  Masalah kesehatan mental atau kejiwaan yang terjadi karena tekanan fisik dan batin di lingkungan sosial dan keluarga.

Faktor yang meningkatkan seseorang menderita gejala depresi adalah memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan mental, mengkonsumsi alkohol atau narkoba, menderita penyakit kronis seperti kanker dan stroke, pernah mengalami masalah serius sehingga menderita traumatik seperti kekerasan seksual, kematian atau kepergian orang yang dicintai dan memiliki hubungan darah dengan penderita depresi.

Ketika sedang mengalami depresi penderita akan menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga, ,merasa sedih berkepanjangan dan mudah marah. Meskipun banyak orang yang menganggap bahwa gejala depresi adalah masalah kesehatan yang tidak serius sehingga mengabaikannya. Padahal sudah banyak korban bunuh diri yang diakibatkan karena depresi.

Masalah kesehatan mental ini dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik.

Gejala Depresi

Gejala Depresi

Gejala Depresi yang Harus Anda Ketahui

Masih banyak orang awam yang kurang mengetahui gejala depresi oleh karena itu CekSehat kali ini akan menjelaskan beberapa gejala depresi, dibawah ini diantaranya:

1. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial dan Keluarga

Perilaku menarik diri dari kehidupan sosial dan keluarga merupakan salah satu gejala depresi, karena seseorang yang mengalami masalah ini sering menghindari interaksi secara langsung. Kita ketahui bahwa depresi adalah gangguan mental baik pada pola pikir, perasaan, mood dan cara menghadapi aktivitas hidup seperti berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu seseorang yang mengalami gangguan ini sering merasa bahwa dirinya tidak memiliki hubungan akrab dengan orang lain serta tidak mempunyai kesempatan berbagi perasaan, pikiran serta prestasi dan kegagalan sehingga timbul rasa tidak ingin melakukan kontak fisik kepada lingkungan sosial bahkan keluarga.

2. Merasa Sedih Berkepanjangan

Perasaan sedih terjadi karena seseorang ingin mengungkapkan isi hatinya yang sedang mengalami rasa kecewa atau frustasi terhadap sesuatu yang dilakukan oleh orang lain. Seseorang yang mengalami sedih sering bereaksi secara fisik dengan cara menangis, sulit tidur, nafsu makan terganggu serta emosional.

Namun selain itu sedih yang berkepanjangan merupakan salah satu gejala depresi karena dapat mengganggu mental penderita baik perasaan, pola pikir, mood dan cara menjalankan aktivitas sehari hari yang tidak mendapatkan penanganan khusus oleh ahlinya.

Terdapat beberapa penyebab seseorang mengalami rasa sedih berkepanjangan yaitu merasa bahwa dirinya adalah orang termalang di dunia, mendapat banyak masalah sehingga penderita stres, berteman dengan orang-orang yang sering sedih atau galau, terlalu lama membiarkan diri dalam keadaan terpuruk serta terkurung didalam suatu ruangan sehingga tidak dapat berinteraksi dengan orang lain.

3. Mudah Menangis

Menangis adalah reaksi seseorang yang sedang mengalami kesedihan secara fisik maupun batin yang terjadi karena merasa kecewa akan suatu hal. Penyebab utama penderita mudah menangis adalah rasa empati terhadap orang lain sangat tinggi sehingga dengan merasakan kesedihan orang lain,  mudah menempatkan diri di posisi orang lain karena seseorang yang memiliki perasaan ini akan dengan mudah berfikir seandainya aku yang diposisi orang itu dan memiliki hati yang sensitif.

Selain itu penyebab seseorang mudah menangis adalah gejala depresi karena penderita mengalami masalah perasaan yang berlebihan sehingga dapat beresiko terkena depresi.

4. Merasa Tidak Percaya Diri

Tekanan yang diberikan orang lain dapat mengakibatkan seseorang merasa tidak percaya diri akan hal yang dimilikinya baik itu kecerdasan, fisik serta cara berbicara didepan orang banyak. Masalah ini muncul akibat pikiran di alam bawah sadarnya yang beranggapan bahwa dia tidak pandai, memiliki penampilan yang buruk serta beranggapan bahwa dirinya tidak bisa melakukan apapun.

Selain itu penyebab lain seseorang merasa tidak percaya diri adalah trauma akan kegagalan dimasa lalu, kurangnya kasih sayang dari orang tua, merasa fisiknya tidak sempurna, sering diremehkan orang lain serta masalah yang paling parah adalah depresi.

Gejala depresi bisa diawali dari seseorang yang merasa tidak percaya diri akan hal yang dimilikinya, karena kita ketahui depresi adalah gangguan mental baik pola pikir, perasaan dan mood seseorang yang terjadi karena pangaruh dari lingkungan sosial serta keluarga.

5. Merasa Ingin Bunuh Diri

Berbagai kondisi yang mempengaruhi suasana hati, perilaku dan berfikir yang disebabkan oleh tekanan kejiwaan sehingga penderita merasa tertekan merupakan penyebab dari gejala depresi, gangguan bipolar dan kecemasan.

Gangguan depresi adalah suatu masalah kesehatan mental yang diawali oleh suasana hati merasa tertekan sehingga menurunkan signifikan dalam kualitas hidup sehari-hari, oleh karena penderita depresi beresiko bunuh diri karena tidak mampu menghadapi masalah serta berpikir dengan cara bunuh diri masalah yang dihadapinya dapat terselesaikan.

Selain dari gejala depresi perasaan ingin bunuh diri disebabkan karena beberapa hal diantaranya pernah mengalami traumatis sehingga merasa malu atau bersalah, Bullying, kecanduan narkoba dan terdapat masalah dalam hubungan keluarga atau kekasih.

6. Sulit Berkonsentrasi

Konsentrasi adalah kegiatan pemusatan perhatian, pikiran, jiwa serta fisik pada suatu objek, sehingga jika seseorang mengalami masalah konsentrasi atau sulit berkonsentrasi tentu akan mengganggu aktivitas sehari hari. Masalah ini bisa terjadi pada semua orang baik tua dan mudah.

Beberapa penyebab seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi adalah kadar hormon rendah, hormon sudah rusak, pengaruh rokok, pengaruh obat-obatan, makanan tidak sehat, sibuk dan cemas berlebihan.

Salah satu gejala depresi adalah sulit berkonsentrasi karena mental banyak mengalami tekanan seperti pola pikir, perasaan dan mood yang diakibatkan karena gangguan diatas.

7. Merasa Mudah Marah

Emosi adalah suatu reaksi terhadap orang lain atau kejadian tertentu seperti perasaan senang, marah atau takut terhadap suatu hal.  Tingkat emosi setiap orang berbeda tergantung bagaimana cara mereka mengontrolnya. Kematangan emosi didefinisikan sebagai kondisi dari perkembangan emosi dan munculnya perilaku yang sesuai dengan usia.

Namun tidak semua orang bisa menepatkan perilaku yang sesuai di lingkungan sosial, karena perasaan mudah marah bisa menandakan seseorang sedang mengalami masalah kesehatan atau pengaruh dari obat yang dikonsumsinya.

Merasa mudah marah bisa menandakan seseorang menderita gejala depresi, Hipertiroidisme, kolesterol, Diabetes, Autisme, Alzheimer dan Sindrom pra menstruasi.

Gejala Depresi Lainnya

Gejala Psikologis Depresi

  • Selalu dibebani rasa bersalah
  • Merasa putus asa
  • Selalu merasa cemas
  • Suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan
  • Perasaan khawatir yang berlebihan
  • Merasa sangat rendah diri
  • Kesulitan dalam mengambil keputusan
  • Pemikiran yang lambat
  • Tidak bisa menikmati kebahagiaan hidup

Gejala Depresi Fisik

  • Selalu merasa kelelahan
  • Rasa sakit atau nyeri tanpa alasan yang jelas
  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita
  • Gangguan pola tidur
  • Konstipasi
  • Pergerakan tubuh dan cara bicara yang lebih lambat dari biasanya
  • Tidak ada gairah seksual
  • Sulit berkonsentrasi dan susah mengingat
  • Kehilangan selera makan dan berat badan menurun

Penyebab Depresi

Gangguan mental atau depresi diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya genetik, kimia otak, stres, lingkungan sosial yang salah, lingkungan keluarga yang salah. Sebenarnya depresi tidak hanya disebabkan oleh satu masalah satu namun bisa 2 hingga 3 masalah sehingga mental mengalami tekanan yang kuat serta pola pikir dan suasana hati menjadi kacau.

Dibawah ini beberapa penyebab terjadinya depresi :

1. Traumatik

Terdapat beberapa kejadian yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami trauma sehingga mental terganggu karena kejadian yang tidak bisa dilupakan dalam waktu yang singkat. Contoh kejadian yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami traumatik adalah kekerasan seksual, perceraian orang tua sehingga anak kurang mendapat perhatian, kekerasan dalam rumah tangga serta kematian orang yang dicintai.

2. Menderita penyakit serius

Bagi seseorang yang menderita penyakit serius atau kronis bisa mengakibatkan depresi karena mental mengalami gangguan secara fisik maupun batin. Penyakit kronis yang mengakibatkan kematian bisa beresiko tinggi memicu depresi lebih cepat, contoh penyakit kronis adalah kanker, diabetes, HIV dan penyakit jantung koroner.

3. Genetik

Didalam suatu keluarga yang memiliki riwayat depresi beresiko tinggi memicu keturunan atau anggota keluarga lain ikut terkena masalah mental atau depresi.

4. Minuman keras dan narkoba

Pemuda yang mengalami masalah keluarga sering melarikan diri dari permasalahan karena merasa tidak sanggup untuk menerima kenyataan yang terjadi didalam keluarganya sehingga lebih memilih untuk minum alkohol atau mengkonsumsi narkoba, namun perilaku ini bisa memicu terjadinya depresi.

Pengobatan Penyakit Depresi

Penderita depresi akan lebih mudah diobati jika proses pengobatannya lebih cepat, sebelum melakukan pengobatan dokter akan melakukan beberapa tes diantaranya mengecek kondisi mental pasien, bertanya tentang gejala depresi yang dialami pasien serta melakukan pengecekan darah agar memastikan pasien benar-benar menderita depresi bukan karena masalah gangguan keseimbangan hormon tiroid.

Terdapat beberapa cara pengobatan depresi yaitu penanganan sendir, psikoterapi, serta mengkonsumsi obat-obat pereda depresi yang akan dijelaskan dibawah ini:

Penanganan Sendiri

Penderita depresi ringan lebih baik melakukan pengobatan sendiri di rumah, namun jika pengobatan dirasa tidak menyembuhkan gangguan mental lebih baik anda melakukan pengobatan ke dokter agar ditangani lebih serius. Dibawah ini adalah cara penanganan depresi secara sendiri.

  • Belajar tentang depresi
  • Berolahraga
  • Tidur secukupnya
  • Meditasi atau yoga
  • Menghindari minuman beralkohol dan narkoba
  • Komunitas pendukung

Psikoterapi

Pengobatan depresi bisa dilakukan dengan cara psikoterapi seperti perubahan gaya hidup serta relaksasi, kita ketahui bahwa psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang.

Obat-obatan yang Dipakai Untuk Mengatasi Depresi

Melakukan pemberian obat-obatan untuk mengatasi depresi yang sudah masuk tingkat parah, beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah gangguan depresi parah seperti Antidepresan obat ini digunakan untuk mengatasi gejala depresi dan Lithium obat yang digunakan jika antidepresan tidak mampu menyembuhkan depresi, namun obat ini bisa menjadi racun jika kadar konsumsinya terlalu tinggi atau melebihi batas wajarnya.

Gejala depresi adalah kumpulan dari beberapa masalah yang terjadi karena mental mengalami tekan secara fisik maupun batin, depresi bisa menyerang siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Oleh karena itu kami sangat menyarankan untuk lebih memperhatikan perasaan seseorang meskipun perasaan yang terluka tidak berdarah namun akan selalu membekas diingat korban.

Semoga bermanfaat. Baca juga: 37 Cara Mengatasi Asam Lambung Tinggi Secara Alami

Leave a Reply