Daftar Gejala Flu Burung dan Cara Pencegahan serta Pengobatannya

Gejala Flu BurungSektor pendapatan di Indonesia bukan hanya dari pertanian melainkan juga dari sektor peternakan seperti ayam dan burung. Namun banyak sekali pengusaha yang tidak melakukan proses perawatan unggas sehingga hewan dengan mudah terserang virus flu burung.

Meskpiun virus ini sering menyerang unggas bukan tidak mungkin menyerang manusia, sudah banyak terbukti kematian di Indonesia disebabkan oleh serangan virus flu burung. Unggas yang terinfeksi virus flu burung tidak bisa dikenali karena hewan tidak terlihat sakit namun dapat mati secara tiba-tiba.

Oleh karena itu disini kami ingin memberikan gejala flu burung yang sulit dikenali penderita, sehingga resiko kematian yang disebabkan oleh virus flu burung dapat berkurang. Selain itu dengan mengetahui penyebab penyakit flu burung anda dapat mengenali gejala awal yang diderita pasien tanpa harus melakukan diagnosa ke dokter.

Virus flu burung yang sering mengakibatkan manusia mengalami kematian adalah H5N1 dan H9N1 yang dapa menular melalui kotoran dan air liur unggas dalam waktu 10 hari.

Ilustrasi: Gejala Flu Burung

Ilustrasi: Gejala Flu Burung

Gejala Flu Burung

Berikut ini beberapa gejala flu burung yang sering dialami oleh penderita namun tidak mendapat perawatan dengan benar sehingga resiko kematian tinggi, yaitu :

1. Rasa Nyeri Pada Otot

Rasa nyeri pada otot sering menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak, nyeri otot biasanya terjadi karena jaringan otot mengalami peradangan sehingga otot sakit jika digerakkan atau disentuh.

Selain itu nyeri otot juga bisa menandakan seseorang sedang mengalami gejala flu burung, meskipun penyakit ini disebabkan oleh virus unggas yang terinfeksi namun nyeri otot sering dikaitkan dengan flu burung.

Pengobatan yang bisa anda lakukan jika merasa nyeri otot adalah mengkonsumsi obat pereda sakit, melakukan pengompresan menggunakan es batu pada otot yang sakit selama 3 hari secara rutin, istirahat yang cukup.

2. Lemas

Tubuh sering merasa lemas akibat aktivitas fisik maupun gangguan psikologis sering menandakan seseorang sedang mengalami gejala flu burung, namun banyak orang yang menganggap lemas pada tubuh diakibatkan oleh stres, sedang sedih, masalah percintaan, masalah pekerjaan, penggunaan obat-obatan dan minum alkohol secara berlebihan dan mengalami gangguan mental.

Padahal rasa lemas di tubuh bisa menjadi gejala awal dari flu burung oleh karena itu kami menyarankan kepada anda untuk melakukan diagnosa agar penyakit yang diderita pasti.

3. Suhu Badan Meningkat/Demam

Demam adalah respon dari tubuh yang sedang mengalami perlawan akibat serangan virus, bakteri serta parasit, sehingga tubuh mengalami peningkatan suhu mencapai 38 derajat celcius. Demam dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya akibat gigitan nyamuk berinfeksi, mengkonsumsi obat-obatan antibiotik serta antidepresan secara berlebihan dan gejala awal kanker, gejala leukimia serta gejala flu burung.

4. Batuk

Saluran pernafasan yang sedang mengalami masalah akibat serangan virus disebut batuk sering menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak.

Selain itu batuk juga menandakan seseorang sedang mengalami penyakit jangka panjang seperti asma, penyakit paru-paru kronis, gerd, gejala dlu burung serta rinitis alergi. Bagi anda yang mengalami batuk segera periksakan diri kedokter agar penyakit yang anda alami benar-benar batuk biasa atau gejala dari penyakit parah seperti diatas.

5. Mimisan dan gusi berdarah

Hidung berdarah atau mimisan bisa diakibatkan oleh kontak fisik sehingga dinding hidung terluka, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, terjadi iritasi pada dinding hidung serta mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Mimisan terjadi selama 3 – 10 detik dan pada salah satu hidung atau keduanya.

Namun mimisan tidak dapat dianggap sepele karena darah yang keluar dari hidung bisa menandakan seseorang sedang mengalami penyakit berbahaya seperti gejala flu burung, oleh karena itu lakukan diagnosa agar gejala mimisan dapat dipastikan hanya penderahan biasa bukan tanda awal dari penyakit jangka panjang yang berbahaya.

6. Diare

Gejala yang diakibatkan oleh virus dan bakteri pada makanan atau minum sehingga frekuensi buang air besar meningkat dari biasanya.

Diare disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu, mental mengalami masalah serta mengkonsumsi alkohol dan kopi berlebihan. namun diare juga bisa menandakan tubuh mengalami masalah yang serius seperti gejala flu burung yang diakibatkan oleh kontak fisik dengan unggas yang terinfeksi.

7. Mual

Perut bagian atas yang terasa tidak nyaman sehingga tubuh terasa ingin muntah yang diakibatkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi virus dan bakteri sehingga timbul rasa mual setelah mengkonsumsinya.

Meskipun terlihat tidak berbahaya, rasa mual bisa menandakan tubuh mengalami masalah yang serius seperti penyakit gastroenteritis yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Selain dari penyakit itu rasa mual juga bisa menandakan tubuh mengalami gejala flu burung yang diakibatkan oleh unggas terinfeksi virus berbahaya.

8. Sakit kepala

Sakit kepala dibagi menjadi dua yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder, sakit kepala primer adalah rasa sakit pada bagian kepala namun tidak terkait dengan penyakit lainnya sedangkan sakit kepala sekunder adalah rasa sakit pada kepala namun berkaitan dengan penyakit lain yang berbahaya.

Sakit kepala sekunder diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak, radang otak, gegar otak serta gejala flu burung oleh karena itu lakukan diagnosa ke dokter agar sakit kepala yang sering anda derita  mendapat penjelasan yang sesuai.

Diagnosis Flu Burung

Penderita flu sering mengalami gejala seperti demam, batuk, diare dan mual oleh karena itu lakukan diagnosa ke dokter. Jika anda hasil yang diperoleh positif mengalami flu burung sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium agar hasil yang diperoleh pasti.

Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk memastikan apakah anda benar-benar terinfeksi oleh virus flu burung pada bagian hidung dan tenggorokan penderita, selain itu pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mengambil foto rontgen dada untuk mengecek kinerja paru-paru.

Komplikasi Flu Burung

Penyakit flu burung dapat mengalami komplikasi jika tidak diobati dengan benar salah satunya pneumonia atau penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Penderita penyakit ini akan diberi tambahan oksigen serta alat bantu pernafasan karena tubuh sulit mendapat oksigen serta pemberian obat antibiotik sampai penyakit pneumonia sembuh.

Cara Mencegah Flu Burung

Pemberian obat oseltamivir diseluruh rumah sakit indonesia, melakukan pelatihan pada dokter dan perawatan mengenai pengobatan flu burung dan melakukan pengecekan pada penderita penyakit flu burung merupakan tindak dari pemerintah untuk mencegah terjadi kematian akibat penyakit ini.

Selain itu anda juga bisa melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan kadang unggas, mengkonsumsi daging atau telur dari unggas yang benar-benar sehat, memasak daging dan telur dengan benar serta menghindari makanan yang berasal dari unggas liar.

Pengobatan Flu Burung

Setelah melakukan pemeriksaan gejala flu burung yang diderita pasien di dokter serta laboratorium dan hasil yang diperoleh positif. Maka penderita flu lebih baik dirawat di rumah sakit agar virus penyakit ini tidak menular ke orang lain.

Selain itu lakukan pengobatan secara pribadi dengan istirahat yang cukup, mengkonsumsi obat-obatan antivirus dan mengkonsumsi obat-obatan pereda sakit. Obat antivirus yang dikonsumsi penderita flu burung sebaik dikonsumsi juga oleh anggota keluarga dan medis agar virus penyakit ini tidak mudah menular.

Flu burung adalah salah satu penyakit berbahaya di indonesia, karena sektor pendapatan di indonesia berasal dari peternakan unggas. Oleh karena lakukan pembersihan lingkungan unggas agar penyakit flu burung tidak mudah menyerang manusia. Sekian informasi dari kami mengenai gejala flu burung semoga bisa bermanfaat, terima kasih.

Simak juga: 12 Gejala Flu (Influenza), Cara Mengoabti serta Mencegah

Leave a Reply