32 Tanda-Tanda atau Ciri Anda Sedang Hamil Muda

Gejala hamil yang sering dirasakan sebagian calon ibu terkadang tidak disadari. Pada hal kehamilan sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang telah menikah. Dengan begitu banyak ibu yang kehilangan momen berharga di awal kehamilannya.

Kehamilan biasanya diketahui setelah usia kandungan memasuki usia 3 bulan. Padahal usia kandungan di bawah tiga bulan calon bayi membutuhkan nutrisi lebih. Jadi sering kali calon ibu mengkonsumsi makanan sembarangan.

Simak juga yuk: Tips Agar Cepat Hamil Setelah Haid yang Terbukti Berhasil

Selain itu gejala hamil yang sering diabaikan membuat sang ibu tidak memperhatikan kondisi fisiknya. Padahal calon ibu membutuhkan banyak istirahat agar perkembangan bayi bisa optimal. Dengan begitu mengetahui gejala hamil sangatlah penting.

Gejala hamil muda

Gejala hamil muda

Dengan mengetahui gejala hamil, sebagai calon ibu tentunya akan memberikan yang terbaik bagi calon bayinya. Namun banyak dari  calon ibu tidak mengetahui gejala hamil secara pasti. Untuk itu sebaiknya kita lihat beberapa gejala hamil yang akan dibahas secara tuntas dalam artikel kali ini.

Gejala Hamil Muda yang Muncul

Gejala kehamilan awal bisa dilihat dari perubahan fisik dan perilaku. Banyak dari bentuk fisik yang akan berubah, untuk itu sebaiknya kita lihat saja secara langsung gejala hamil seperti berikut ini:

  • Perubahan pada payudara

Gejala hamil yang cukup terlihat adalah terjadinya perubahan pada payudara. Perubahan payudara bisa dilihat dari semakin berisi atau semakin berat, serta nyeri ketika disentuh. Payudara  akan mulai membesar setelah usia kehamilan memasuki usia 2 minggu.

Pembesaran payudara sebagai reaksi tubuh dalam mempersiapkan untuk memproduksi susu. Selain itu perubahan payudara terjadi akibat dari perubahan hormon estrogen dan progesteron yang semakin meningkat.

Selain itu payudara juga akan lebih sensitif, nyeri ketika menggunakan bra yang sempit, menjadi lebih lembut atau empuk, serta gatal.

  • Perubahan bentuk tubuh

Kehamilan akan membuat bentuk tubuh juga berubah. Selain bentuk perut yang akan semakin membesar, bagian tubuh lainnya juga akan mengalami perubahan seperti bagian paha , bokong, dada, serta lengan juga akan semakin membesar.

Selain itu pada bibir bagian organ intim juga akan mengalami perubahan warna dari bibir organ intim semula merah setelah mengalami kehamilan akan berubah menjadi pucat atau gelap.

Ketika cervical mucus mengalami pembuahan dalam proses kehamilan akan menyebabkan organ kewanitaan mengeluarkan lendir yang mirip keputihan. Lendir ini berfungsi mempermudah sperma menuju saluran telur, selain itu membantu menutrisi sperma agar lebih mudah bertemu sel telur.

  • Buang air kecil semakin sering

Buang air kecil yang semakin sering bisa menjadi salah satu gejala hamil. Gejala ini disebabkan adanya tekanan pada kandung kemih akibat calon bayi yang terus berkembang di dalam rahim. Kandung kemih yang tertekan akan lebih cepat dipenuhi urine sehingga intensitas buang air kecil semakin meningkat.

Penekanan kandung kemih akibat dari janin membutuhkan ruang yang luas untuk tumbuh dan berkembang.

  • Kelelahan

Ibu hamil biasanya sering mengalami anemia terutama di tiga bulan awal kehamilan, hal ini disebabkan nafsu makan ibu hamil yang semakin menurun, sehingga sel darah merah juga berkurang maka kondisi anemia tidak dapat dihindari lagi.

Anemia tersebut akan menyebabkan kelelahan yang sangat. Untuk itu mengkonsumsi obat vitamin penambah darah bisa menjadi solusi mengatasi kelelahan pada ibu hamil.

Artikel terkait: Penyebab dan Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

  • Jantung berdetak semakin cepat

Banyak kasus ibu hamil yang mengalami gangguan jantung. Detak jantung cepat terjadi akibat anemia atau kurang darah. Kurangnya sel darah merah pada ibu hamil akan menyebabkan jantung bekerja keras memompa darah sehingga detak jantung tidak beraturan atau semakin cepat.

  • Flek darah

Setelah 10 hingga 14 hari setelah mas pembuahan biasanya ibu hamil akan mengalami pendarahan atau flek darah. Hal ini disebabkan karena terjadinya implantasi. Kondisi ini terjadi akibat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding uterus.

Namun darah yang dikeluarkan berbeda dari darah haid yang biasa dikeluarkan. Darah ini berwarna lebih terang serta dengan waktu yang lebih singkat di banding masa haid

  • Sakit perut

Gejala yang satu ini hampir sama dengan gejala ketika haid dengan rasa yang hampir sama pula yakni nyeri pada bagian perut. Nyeri perut ini terjadi akibat adanya pembesaran pada bagian rahim. Namun sakit perut ini hanya terjadi di awal kehamilan saja seiring bertambahnya usia kehamilan maka rasa nyeri tersebut juga akan hilang dengan sendirinya.

  • Sering mengalami mual

Gejala hamil yang paling umum terjadi adalah mual dan muntah. Mual akan lebih terasa di pagi hari. Namun tak jarang mual dan muntah terjadi sepanjang hari. Gejala ini disebabkan adanya peningkatan hormon estrogen yang dihasilkan plasenta dan janin.

Meningkatnya hormon estrogen akan menyebabkan pengosongan usus yang berjalan sangat lambat sehingga akan menyebabkan rasa mual yang berlebihan bahkan hingga muntah. Gejala ini biasanya terjadi di tiga bulan awal kehamilan.

Info terkait: 24 Cara Menghilangkan Mual Saat Hamil

  • Sensitif terhadap bau

Ibu hamil juga akan lebih sensitif terhadap bau yang menyengat. Misalnya bau asap rokok, bau bawang, bau parfum serta masih banyak lagi. Setiap ibu hamil memiliki sensitif yang berbeda terhadap bau.

Bau-bau yang tidak disukai tak jarang menyebabkan mual dan muntah. Atau dapat menyebabkan rasa yang tidak nyaman di dalam mulut sepanjang hari.

  • Perubahan persepsi terhadap makanan tertentu

Jika ketika belum ada tanpa kehamilan anda menyukai semua jenis makanan, namun akhir-akhir ini anda tutup hidung ketika dihadapkan dengan jenis makanan tertentu maka anda perlu melakukan tes kehamilan sebab perubahan itu merupakan salah satu gejala hamil.

Tak jarang jika berhadapan dengan makanan yang tidak disukai akan menyebabkan rasa mual dan muntah. Selain keinginan mengkonsumsi makanan tertentu juga bisa terjadi seperti menginginkan makanan asam.

  • Penciuman yang semakin tajam

Penciuman pada calon ibu biasanya akan lebih tajam atau sensitif sehingga rasa mual biasa terjadi kapan saja ketika calon ibu mencium aroma yang sedikit aneh. Hal ini disebabkan tingginya peningkatan hormon estrogen. Peningkatan hormon estrogen ini memang menyebabkan berbagai perubahan pada ibu hamil.

  • Sakit kepala

Pada awal kehamilan sirkulasi darah mengalami perubahan atau semakin meningkat akibatnya anda akan lebih sering mengalami sakit kepala ringan, hal ini disebabkan perubahan hormon. Sakit kepala lebih terasa pada kepala bagian atas.

Selain itu kepala juga kerap terasa pusing akibat penurunan kadar gula dalam darah. Kehamilan juga menyebabkan tekanan darah menurun serta pembuluh melebar yang menyebabkan rasa pusing dan gamang.

  • Sering meludah ( hipersalivasi )

Kehamilan menyebabkan hormon estrogen di dalam tubuh semakin meningkat. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan berbagai gejala di dalam tubuh salah satunya menyebabkan ibu hamil sering meludah. Namun seiring bertambahnya usia kehamilan maka kebiasaannya itu akan hilang dengan sendirinya.

  • Gejala PMS

Gejala PMS biasa dialami ketika akan muncul haid, namun ketika gejala PMS muncul seperti perut kembung, sakit pinggang, nyeri pada payudara, serta nafsu makanan meningkat namun darah haid tidak juga keluar maka itu bisa menjadi salah satu gejala hamil.

  • Naiknya temperatur basal tubuh

Selama masa kehamilan kurang lebih 9 bulan ibu hamil akan mengalami peningkatan suhu basal tubuh bumi.

  • Rasa sakit pada punggung

Ketika punggung bawah mengalami rasa nyeri namun selama ini anda tidak memiliki masalah dengan sakit punggung maka anda patut waspada sebab sakit punggung tanpa penyebab yang jelas bisa menjadi salah satu gejala hamil. Gejala ini akan hilang setelah anda menjalankan proses persalinan.

  • Kram perut

Kehamilan awal menyebabkan pendarah ringan atau flek yang juga diikuti dengan kram perut. Kram perut ini terjadi di trimester pertama namun banyak juga yang berlanjut hingga ke trimester kedua.

  • Terjadinya konstipasi

Meningkatnya hormon estrogen juga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami konstipasi atau susah buang air besar. Peningkatan hormon menyebabkan sistem pencernaan ikut terganggu atau terjadi lebih lambat.

Lambatnya makanan yang masuk ke usus atau saluran pencernaan akan membuat calon ibu mengalami susah buang air besar atau sembelit. Untuk itu konsumsi makanan kaya setrat harus ditingkatkan untuk mempermudah buang air besar pada ibu hamil

  • Terlambat haid

Jika siklus menstruasi anda bisa terjadi pada tanggal muda namun saat melihat kalender ternyata sudah memasuki tanggal tua, maka anda bisa melakukan tes kehamilan sebab kondisi ini menunjukkan kondisi kehamilan.

Terlambat datang bulan terjadi akibat sel telur telah dibuahi oleh sel sperma maka darah haid tidak akan keluar pada masa kehamilan selain itu ovarium juga tidak akan menghasilkan sel telur baru selama masa kehamilan.

Namun bukan berarti semua terlambat datang bulan adalah hamil, ada beberapa kondisi dimana darah haid tidak dapat keluar salah satunya stres, menoupose serta terjadi gangguan hormon.

  • Perubahan suasana hati atau mood

Pada kondisi kehamilan terutama pada awal kehamilan kondisi tubuh menjadi serba tidak nyaman berbagai perubahan kebiasaan akan terjadi sehingga hal tersebut juga mempengaruhi kondisi emosional anda.

Dengan akta lain ibu hamil akan lebih sensitif atau lebih mudah marah.  Kondisi ini juga bisa dipengaruhi dari perubahan hormon. Perilaku ini masih dianggap wajar jika belum ada tanda-tanda depresi atau stres berlebihan.

  • Merasa melayang atau pusing

Berbagai kondisi di dalam tubuh yang mengalami banyak perubahan seperti penurunan tekanan darah, pembesaran pembuluh darah serta penurunan kadar gula dalam darah dapat menyebabkan kepala terasa pusing atau melayang.

  • Kehilangan nafsu makan

Ibu hamil yang selalu merasa mual. Muntah, sensitif terhadap bau, serta kram perut menyebabkan sang ibu kehilangan selera makan. Kehilangan selera makan ini sering terjadi di trimester pertama padahal pada tahap ini janin sedang membutuhkan banyak nutrisi untuk terus berkembang.

  • Bagian puting terasa sakit

Ibu hamil akan mengalami bentuk pada bagian payudara yaitu  akan semakin membesar sebagai persiapan tempat produksi ASI, namun bukan hanya itu ibu hamil juga akan merasa bagian putingnya mengalami nyeri, perih, serta lebih sensitif.

  • Perut bawah berkedut

Gejala hamil selanjutnya adalah bagian perut bawah terasa berkedut. Selain itu anda juga akan merasakan adanya pukulan atau tarikan yang berasal dari dalam. Untuk itu ada membutuhkan istirahat dalam beberapa hari atau minggu untuk mengembalikan kondisi fisik anda.

Namun ketika istirahat bagian perut akan mengalami perenggangan, sehingga rasa tidak nyaman akan berlangsung hingga masa persalinan.

  • Perut bengkak

Ketika hamil hal yang paling mudah dilihat adalah pada bagian perut. Semakin bertambahnya usia kandungan maka bagian perut akan semakin membengkak atau membesar. Selain perut dipenuhi bayi pembengkakan perut juga bisa disebabkan pembentukan hormon progesterone pada tubuh sang ibu.

  • Perut kembung

Perut kembung seperti masuk angin juga kerap dialami calon ibu. Terutama pada awal kehamilan. Banyaknya angin yang tertahan di perut sehingga anda akan merasa perut kembung. Selain itu bagian bawah rusuk juga akan menjadi nyeri.

Perut kembung bisa diatasi dengan mengoleskan minyak kayu putih agar angin yang menumpuk pada tubuh bisa keluar melalui sendawa dan kentut.

  • Diare tanpa gejala

Kondisi sistem pencernaan ibu hamil juga lebih sensitif. Bagian usus ibu hamil akan lebih mudah terinfeksi bakteri penyebab diare.  Diare ini biasa terjadi pada minggu pertama kehamilan.

Dengan begitu cairan di usus akan semakin menumpuk sehingga tinja akan semakin melunak. Dengan begitu kondisi diare tidak dapat tertahan lagi.

  • Keputihan akibat jamur

Keputihan bukan hanya bisa terjadi pada wanita aktif dan stres saja namun juga bisa terjadi pada wanita yang tengah hamil. Saat hamil kondisi bagian kewanitaan akan lebih lembab karena banyak mengeluarkan cairan yang menyebabkan jamur mudah berkembang biak disana.

Dengan begitu keputihan parah tidak dapat dihindari lagi. Selain itu keputihan para akan diikuti dengan gejala gatal, panas, serta sulit buang air kecil.

  • Rasa logam di mulut

Ibu hamil akan merasa bagian mulutnya beraroma seperti rasa logam sehingga mulut terasa tidak enak atau asam. Hal ini disebabkan adanya peningkatan kadar hormon progesteron. Jika rasa di mulut semakin tidak nyaman maka dapat menyebabkan ibu hamil mengalami mual dan muntah.

  • Gusi mudah berdarah

Ibu hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk dirinya sendiri dan janin. Namun banyak gejala yang dialami para ibu membuat ibu kekurangan asupan nutrisi tersebut sehingga menyebabkan sang ibu mengalami banyak masalah salah satunya gusi berdarah.

Dengan begitu sebaiknya anda berhati-hati ketika menyikat gigi agar kondisi gusi anda semakin memburuk, selain itu penuhi kebutuhan gizi harian anda agar terhindar dari berbagai masalah.

  • Suka meludah

Ketika hamil anda akan merasa mulut anda kurang nyaman seperti ada rasa logam serta asam dengan begitu anda akan lebih sering meludah. Menelan air ludah justru akan membuat ibu merasa semakin mual.

  • Air liur berlebih

Salah satu gejala hamil adalah produksi air liur yang meningkat. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon. Produksi air liur akan semakin meningkat di pagi dan sore hari. Namun gejala ini belum pasti terjadi pada semua ibu hamil.

Demikianlah beberapa gejala hamil yang mungkin saja timbul. Gejala hamil pada tiap ibu tidak sama namun gejala di atas merupakan gejala kehamilan yang umum terjadi. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada yang lainnya ya. Semoga semakin banyak lagi bumil muda yang bahagia dengan kehadiran jabang bayinya. Simak juga: Cara Menghilangkan Sakit Pinggang Saat Hamil

Leave a Reply