19 Gejala Hipertiroid, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Gejala Hipertiroid – Hormon tiroid memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh, selain itu fungsi dari hormon tiroksin adalah mengontrol laju konsumsi oksigen dan mengolah makanan menjadi energi (metabolisme sel).

Pada proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh sangat membutuhkan energi yang dihasilkan dari proses metabolisme sel, hormon tiroksin dihasilkan oleh gondok atau kelenjar tiroid yang terletak pada bagian trakea serta ada dua lobus yang menyusun kelenjar gondok yaitu pada sisi-sisi faring.

Penyakit yang disebabkan oleh jumlah hormon tiroksin dalam tubuh meningkat secara berlebihan sehingga tubuh mengalami penurunan berat badan dengan cepat (tanpa disadari), detak jatung tidak beraturan, proses metabolisme terjadi sangat cepat serta mudah gelisah dan tersinggung.

Penyakit hipertiroid dapat menyerang siapa saja dan umur berapa saja, namun sangat sering menyerang wanita berumur 20 sampai 40 tahun.

Gejala Hipertiroid Via MNT

Gejala Hipertiroid Via MNT

Daftar Gejala Hipertiroid

Berikut ini CekSehat rangkum daftar gejala hipertiroid yang harus anda waspadai sejak dini:

1. Berat Badan Turun Secara Drastis

Pada umum penyakit hipertiroid disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya genetik, stres dan mengkonsumsi makan yang mengandung yodium terlalu banyak. Oleh karena itu tubuh mengalami infeksi pada area leher yang tampak seperti benjolan dan tubuh mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Hormon tiroid memiliki peran penting dalam proses metabolisme sel, oleh karena itu jumlah hormon tiroid yang berlebihan akan mempercepat proses metabolisme dan mengakibatkan tubuh bekerja lebih cepat. Hal itulah yang mengakibatkan tubuh mengalami penurunan berat badan secara drastis meskipun jumlah makan tetap atau meningkat.

Gejala hipertiroid awal yang sering dialami oleh penderita adalah penurunan berat badan secara tiba-tiba (tanpa disadari) lakukan pemeriksaan dengan cepat agar penyakit ini dapat diobati dengan cepat sebelum lebih parah.

2. Mudah Merasa Cemas dan Tidak Bisa Diam

Gejala hipertiroid yang sering dialami oleh pasien berumur lansia adalah mudah cemas, gelisah dan tubuh tidak bisa diam. Kita ketahui penyakit ini disebabkan oleh peningkatan jumlah homon tiroid dalam tubuh secara berlebihan, sehingga tubuh akan mengalami metaboliseme sel dengan cepat hal itu lah yang menyebabkan penderita mudah cemas, gelisah dan tidak bisa diam.

3. Mudah Marah dan Emosional

Gejala Hipertiroid yang sering tampak adalah pembengkakkan kelenjar tiroid pada leher, denyut jantung berdebar sangat cepat, jumlah kering berlebihan, mudah marah dan emosional. Penyakit yang disebabkan oleh jumlah hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh sehingga penderita penyakit ini akan mengalami metabolisme sel dengan cepat, hal itulah yang mengakibatkan tubuh menjadi lebih aktif dari biasanya.

4. Insomnia 

Kondisi tubuh yang sulit tidur atau insomnia bisa menandakan seseorang sedang menderita penyakit hipertiroid. Penyakit ini mengakibat tubuh untuk sulit beristirahat karena jumlah hormon tiroid dalam tubuh mengalami peningkatan, sehingga proses metabolisme sel terjadi sangat cepat.

5. Konsentrasi Menurun

Pada umumnya konsentrasi menurun diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu tingkat metabolisme meningkat atau menurun, mengalami perubahan hormon, terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan, sedang berusaha berhenti merokok dan sedang proses diet.

Namun tahukah anda penurunan konsentrasi yang sering anda alami dapat menandakan gejala hepertiroid, penyakit yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah hormon tiroid secara berlebih sehingga tubuh akan lebih cepat melakukan proses metabolisme. Hal itulah yang mengakibatkan konsentrasi menurun.

Gejala Hipertiroid yang Lain

Lakukan diagnosa ke dokter mengenai gejala hepertiroid yang anda rasakan, pengobatan akan lebih mudah dilakukan pada saat penyakit hipertiroid belum benar-benar parah. Selain dari gejala hipertiroid diatas terdapat beberapa gejala yang mungkin akan anda alami, yaitu :

  • Berkeringat secara berlebihan dan sensitif terhadap suhu panas.
  • Libido menurun.
  • Otot terasa lemas.
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur, jarang, atau berhenti sekaligus.
  • Pada penderita diabetes, hipertiroidisme bisa menyebabkan rasa haus dan sangat lelah.
  • Pembesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada leher.
  • Palpitasi atau denyut jantung yang cepat dan/atau tidak beraturan.
  • Kulit yang hangat dan lembap.
  • Kedutan otot.
  • Tremor atau gemetaran.
  • Munculnya biduran (urtikaria) atau ruam.
  • Rambut rontok secara tidak merata.
  • Telapak tangan berwarna kemerahan.
  • Struktur kuku melonggar.

Penyebab Penyakit Hipertiroid

Berikut ini beberapa penyebab penyakit hipertiroid yang harus anda hindari atau waspadai sejak dini:

Penyakit Graves

Sebenarnya penyakit graves disebabkan oleh faktor keturunan dan dapat menyerang manusia pada usia berapa saja, namun sangat sering menyerang wanita berumur 20 – 40 tahun. Graves yang tidak ditangani dengan akan mengakibatkan komplikasi penyakit lain salah satu Hiepertiroid, kita ketahui penyakit graves mengakibatkan produksi hormon tiroksin meningkat terus menerus sehingga memicu penyakit hipertiroid. Selain itu penyakit graves juga dapat merusak pandangan mata menjadi kabur serta bola mata akan terlihat ingin keluar atau menonjol.

Tiroiditis

Penyakit yang disebabkan oleh serangan virus pada daerah kelenjar tiroid, sehingga hormon tiroksin mengalami kebocoran dan rusak. Oleh karena itu penyakit tiroiditis dapat memicu timbul penyakit hipertiroid.

Nodul Tiroid

Penyakit yang diakibatkan olek gumpalan didalam kelenjar tiroid sehingga jaringan tiroid tidak dapat bekerja secara normal, maka dari penyakit nodul tiroid dapat memicu timbulnya hipertiroid. Selain itu nodul tiroid juga dapat mengakibatkan produksi hormon tiroksin mengalami peningkatan secara berlebihan.

Diagnosis Hipertiroid

Berikut ini beberapa cara atau metode untuk mendiagnosis hipertiroid:

  • Pemeriksaan fungsi tiroid

Dokter akan melakukan pemeriksaan fungsi tiroid agar mengetahui kadar thyroid-stimulating hormone/TSH (hormon yang merangsang kelenjar tiroid) serta hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid berupa triodotironin (T3) dan tiroksin (T4).

TSH berfungsi untuk mengendalikan produksi tiroksin serta triiodotironin, karena pada penderita penyakit hipertioid kadar TSH redah sedangkan hormon tiroksin mengalami peningkatan yang tinggi.

  • Pencitraan tiroid isotop (thyroid scan)

Setelah hasil diperoleh dan pasien positif menderita penyakit hipertiroid, maka dokter akan melakukan pencitraan tiroid isotop yang bertujuan agar penyebab timbulnya penyakit hipertiroid diketahui.

Penderita penyakit hipertiroid akan menelan sebuah benda yang mengandung zat radiaktif dengan intensitas rendah sehingga tidak membahayakan pasien.

Pengobatan Hipertiroid

Untuk mengobati penyakit ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Berikut ini teknik pengobatan hipertiroid yang bisa dilakukan:

  • Thionamide 

Pemberian obat-obatan yang dapat menekan produksi hormon tiroksin dari kelenjar tiroid, nama obat yang bisa anda pilih adalah carbimazole dan propylthiouracil. Penderita harus rutin mengkonsumsi obat-obatan ini dalam waktu 1 sampai 2 bulan agar hasil lebih maksimal.

  • Radioterapi

Pengobatan ini dapat dilakukan dengan cara radioterapi sehingga hasil produksi kelenjar tiroid mengalami penurunan secara alami, pengobatan radioterapi dapat dilakukan dengan cara pemberian cairan maupun kapsul.

  • Beta-blocker

Pemberian obat yang berfungsi utnuk mengatasi gejala hipertiroid yang muncul seperti hiperaktif, detak jantung cepat dan tremor. Bagi anda yang menderita penyakit asma lebih baik tidak mengkonsumsi obat ini, pemberian obat beta bolcker dapat dilakukan setelah produksi hormon tiroksin dapat dikendalikan dengan thionamide. Efek samping yang sering dialami adalah mual, nyeri perut, konstipasi, diare, pusing, insomnia dan sering merasa lelah.

  • Operasi Tiroid

Jika semua pengobatan diatas sudah anda lakukan namun belum ada tanda-tanda akan sembuh, maka jalan terakhir yang bisa dilakukan adalah operasi tiroid. Operasi tiroid memiliki 2 sifat yaitu parsial dan total, parsial adalah mengangkat sebagian jaringan kelenjar tiroid sedangkan total mengangkat semua jaringan tiroid.

Operasi tiroid yang dilakukan dengan teknik parsial akan beresiko kambuh atau muncul kembali, oleh karena itu lakukan operasi tiroid total dengan mengangkat semua jaringan kelenjar tiroid dan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter seumur hidup.

Sekian informasi dari kami mengenai gejala hipertiroid, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk orang banyak, terima kasih. Jangan lewatkan juga: Daftar Gejala Kadar Gula Darah Tinggi yang Harus Diwaspadai!

Leave a Reply