Gejala HIV/AIDS yang Harus Kita Waspadai

Gejala HIV – Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan virus yang satu ini, virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini dapat mengakibatkan seseorang terkena AIDS yang dapat berujung pada kegagalan sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan kematian penderitanya.

AIDS sendiri hingga kini belum ditemukan obatnya. Sehingga semua orang sangat takut terjangkit penyakit ini, karena jika sudah terjangkit oleh penyakit ini maka ini merupakan awal musibah yang sangat besar, karena AIDS dapat menular kepada siapa saja, termasuk bayi sekalipun. Sebelum kita bahas tentang gejala HIV, ada baiknya anda mengetahui metode penularan virus HIV, berikut ini diantaranya:

  • pemakaian jarum suntik bersama dengan penderita AIDS
  • s*ks bebas
  • hubungan suami istri yang terkena AIDS tanpa pengaman
  • transfusi darah yang mengandung HIV
  • serta wanita hamil kepada janin
Gejala HIV

Gejala HIV

Gejala HIV

Maka dari itu, sebisa mungkin hindarilah pemakaian jarum suntik secara bergantian, hubungan badan bebas atau hubungan pasangan yang salah satunya terkena AIDS tanpa pengaman, karena efeknya nanti akan sampai pada keturunannya. Agar tidak terjadi keterlambatan, mari kita simak 3 tahanapan gejala HIV berikut ini:

Tahap Pertama Infeksi HIV-AIDS

Pada awal mula tubuh terinfeksi (infeksi akut atau serkonversi), biasanya pada rentang 2 – 6 minggu setelah tubuh ktia terinfeksi, anda akan demam, pilek, flu dan gejala demam lainnya sebagai akibat dari sistem kekebalan tubuh yang berusaha melawan HIV. Setelah anda mengalami gejala demam selama 1 – 2 minggu, maka gejala akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala Awal

Gejala yang muncul bisa saja berbeda-beda, namun berikut ini gejala HIV pada stadium awal yang biasanya muncul:

  1. Demam tinggi yang terkadang sembuh sendiri, namun bisa muncul lagi dalam waktu mendadak.
  2. Rasa sakit pada tenggorokan dan biasanya rasa sakit lebih sering dilihat sebagai gejala flu.
  3. Tubuh akan terasa lebih lelah dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan bebas.
  4. Rasa sakit pada semua bagian persendian dan otot.
  5. Terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar yang tidak disertai dengan rasa sakit.
  6. Sakit kepala yang sangat parah dan bisa menyebabkan penderita tidak bisa bangun atau membuka mata.
  7. Diare
  8. Mual dan Muntah
  9. Lelah
  10. Nyeri otot
  11. Nyeri menelan
  12. Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada
  13. Demam

Jika anda sudah mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan kondisi anda ke dokter, apalagi anda baru saja atau dalam beberap minggu belakangan melakukan hubungan atau bergantian memakai jarum suntik secara bergantian.

Jika anda sudah merasa bahwa anda terinfeksi HIV, maka pemberian obat oleh dokter dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Gejala Tahap Lanjut

Pada tahap lanjut, seseorang yang terinfeksi HIV justru tidak merasakan gejala apapun, setelah beberapa minggu mengalami gejala tahap pertama, maka selanjutnya gejala HIV awal tersebut akan hilang. Nah justru sebenarnya, penderita HIV sedang memasuki gejala tahap lanjut. Dimana gejala HIV tingkat lanjut tidak menimbulkan gejala apa-apa.

Pada tahap ini justru virus sedang berkembang di dalam tubuh si penderita, namun virus tersebut sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Pada tahap inilah virus HIV sedang merusak sistem tubuh kita. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan pada tahap lanjut berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan sel dan menjaga kerusakan organ.

Tahap ini juga dikenal dalam istilah medis periode asimtomatis. Biasanya masa tahap lanjut bisa mencapai 10 tahun atau lebih tergantung dari kondisi penderita. Pada tahap ini penderita tetap bisa memiliki potensi menularkan HIV meskipun virus yang berkembang dalam tubuh jumlahnya sudah lebih kecil. Parahnya, pada tahap inilah virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Gejala Tahap Akhir

Setelah tahap lanjutan, tahap selanjutnya adalah priode akhir dari infeksi, pada tahap inilah infeksi virus HIV sudah menjadi AIDS. Jadi sebenarnya AIDS adalah istilah medis untuk infeksi virus HIV pada tahap akhir. Pada tahap akhir ini tubuh kita sudah tidak berdaya lagi menghadapi virus HIV yang terus menggerogoti sistem imun tubuh kita.

Biasanya pada tahap akhir dari HIV-AIDS, akan timbul beberapa gejala, diantaranya adalah:

  1. Lelah setiap saat
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
  3. Demam > 10 hari
  4. Keringat malam
  5. Berat badan menurun drastis
  6. Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang
  7. Sulit bernafas
  8. Diare yang berkepanjangan
  9. Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau kelamin
  10. Mudah berdarah atau memar
  11. Sistem kekebalan tubuh yang terus melemah dan mudah terserang penyakit.
  12. Banyak mengeluarkan keringat terutama pada malam hari meskipun saat cuaca panas dan dingin
  13. Muntah berlebihan selama beberapa minggu.
  14. Penderita akan mengalami depresi yang menyebabkan kehilangan ingatan dan depresi yang mengacaukan mental

Fakta-Fakta Gejala HIV AIDS

Berikut ini beberapa fakta seputar gejala HIV yang mesti anda perhatikan dan ketahui:

1. Gejala Awal

Fakta pertama adalah pada gejala HIV AIDS awal sama sekali tidak menunjukkan tentang infeksi virus HIV AIDS. Beberapa gejala yang ringan seperti flu, batuk, sakit kepala, demam dan merasa lelah adalah hal yang sangat wajar. Kondisi ini bisa terjadi selama 2 hingga 6 minggu. Setelah itu kondisi tubuh akan pulih seperti biasa dan sebenarnya tubuh akan mengembangkan virus HIV selama beberapa tahun.

2. Pembengkakan Kelenjar

Fakta gejala HIV yang selanjutnya adalah pada pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening yang ada dalam tubuh berfungsi untuk mencegah semua infeksi dalam tubuh. Jika virus HIV telah masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar. Kondisi ini disebabkan karena kekebalan tubuh menurun drastis dan kelenjar getah bening bekerja terlalu keras. Penderita bisa mengalami kondisi ini selama beberapa bulan.

3. Penyakit Infeksi

Fakta selanjutnya adalah pada saat infeksi terjadi. Ketika virus HIV telah masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan melawan namun infeksi virus sering membuat sistem kekebalan menurun dengan cepat. setelah itu maka tubuh akan mengembangkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan karena infeksi seperti radang paru-paru, infeksi pada ginjal, mata, saluran pencernaan, dan bahkan hingga ke otak. Kondisi ini menyebabkan infeksi HIV akan sulit untuk diobati.

4. Gangguan Reproduksi

Penderita HIV biasanya akan mengalami gangguan reproduksi. Gangguan ini menyebabkan wanita mengalami gangguan siklus menstruasi. Selain itu masalah penyakit seksual lainnya juga akan lebih sering muncul seperti infeksi radang panggul, kanker serviks dan penyakit kelamin.

5. Muncul Ruam Pada Kulit

Ruam merah dapat muncul di semua bagian kulit. Biasanya dimulai dengan benjolan kecil yang akan membuat kulit disekitarnya menjadi kusam dan bersisik. Selain itu penyakit kulit juga bisa berkembang dari infeksi virus herpes.

6. Gejalanya membuat tubuh lemah

Pada tahap lanjut, gejala HIV yang muncul biasanya banyak disertai dengan penyakit yang bisa membuat tubuh menjadi lebih lemah. Biasanya penderita akan mengalami gangguan pencernaan yang menyebabkan nafsu makan menurun, nyeri pada semua bagian sendi tubuh, batuk yang kronis dan kesulitan pernafasan. Bahkan pada tahap yang lebih lanjut penderita bisa menderita tekanan mental yang lebih berat hingga stres.

Cara Mencegah HIV AIDS

Walau bagaimanapun, mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati, maka dari itu mencegah dari awal tertular virus HIV adalah cara terbaik agar kita dan keluarga kita tidak terkena virus yang mematikan ini. Setelah kita tahu beberapa cara penularan virus HIV ada baiknya kalau kita melakukan tindakan prevetif seperti:

  1. Hindari s*k bebas. Apalagi kalau sampai gonta-ganti pasangan, kalau merasa sudah kebelet, segera menikah, karena menikah adalah solusi terbaiknya.
  2. Hindari pemakaian jarum suntik secara bergantian, misal mau cek golongan darah, mau donor darah dan kegiatan-kegiatan lainnya, karena kita tidak tahu siapa saja yang sudah menggunakannya. Mintalah jarum yang baru dan belum pernah digunakan oleh yang lainnya.
  3. Jauhi narkoba dan zat adiktif lainnya.
  4. Perbanyak kegiatan positif, biasanya melalui kegiatan positif kita akan terhindari dari pergaulan yang salah. Anda bisa memulai bisnis, keagamaan, sosial, budaya, sastra dan seabrek kegiatan bermanfaat lainnya.
  5. Setai pada pasangan juga menjagi salah satu solusi terbaik untuk mencegah tertular virus HIV.
  6. Segera setelah kita mengetahui menderita gejala HIV tahap awal untuk memeriksakan kondisi kesehatan untuk menghambat perkembangan virus ke tahap selanjutnya.

Bagaimana? Sudah cukup jelas bukan? Itulah informasi seputar gejala HIV dari CekSehat.com yang berhasil kamirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Ayo kampanyekan Indonesia bebas AIDS, minimal dengan menyebarkan informasi gejala HIV sejak dini kepada orang-orang terdekat, lebih baik lagi kalau kita ikut mengedukasi masyarakat.

Share artikel ini ya!

Baca juga Gejala Penyakit Liver yang Harus Diwaspadai

Leave a Reply