Penyakit Hernia: Definisi, Penyebab Gejala dan Pengobatan

Penyakit Hernia  – Selamat datang pembaca yang budiman dimanapun anda berada. Semoga dengan adanya web Ceksehat ini dapat berguna untuk siapa saja agar bisa mengakses seputar tips kesehatan, penyebab penyakit dan apapun yang berhubungan dengan medis.

Kali ini kita akan mengupas seputar penyakit hernia. Kira-kira apa definisi penyakit hernia? Apa pemicu serta penyebab penyakit hernia, bagaimana ciri atau gejala yang ditimbulkan serta bagaimana cara mengobati penyakit hernia?

Apa itu Hernia?

Penyakit hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Otot kita biasanya cukup kuat untuk menahan organ-organ tubuh sehingga tetap di lokasinya masing-masing. Melemahnya otot tersebut hingga tidak dapat menahan organ di dekatnya akan mengakibatkan hernia. (alodokter).

Penyakit Hernia

Penyakit Hernia – Alodokter

Penyebab Hernia

Ada beberapa penyebab penyakit hernia yang mesti anda ketahui. Mengetahui pemmicu penyakit hernia sejak dini tentu saja sangat penting agar kita bisa terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari kita. Memang, penyakit ini lebih banyak diderita oleh pria, namun juga tidak menutup kemungkinan wanita mengalaminya.

Berikut ini beberapa penyebab hernia yang mesti anda waspadai:

  • Konstipasi – Penyebab penyakit hernia yang pertama adalah karena susah BAB. Susah BAB akan menyebabkan kita mengejan saat buang air besar.
  • Kehamilan – Penyebab penyakit hernia berikutnya adalah faktor kehamilan, maksudnya, wanita rentan terkena hernia karena meningkatkan tekanan dalam perut.
  • Kenaikan berat badan – Keniakan berat badan secara tiba-tiba juga dapat memicu timbulnya penyakit hernia.
  • Penumpukan cairan – Penumpukan cairan di dalam abdomen (rongga perut) juga bisa menjadi pemicu penyakit hernia.
  • Mengangkat beban yang berat – Nah, bagi anda yang suka mengangkan berat beban berat juga beresiko terkena hernia, apalagi kalau anda salah posisi saat mengangkat beban tersebut.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas – Selain kenaikan berat badan secara tiba-tiba, obesitas atau kelebihan berat badan juga dapat memicu seseorang terkena hernia.
  • Batuk berkepanjangan – Penyebab hernia yang terakhir adalah karena batuk berkepanjangan.

Nah, itu dia beberapa penyebab hernia yang mesti kita waspadai. Usahakan sebisa mungkin untuk menghindarinya.

Jenis-jenis Hernia

Berikut ini beberapa jenis penyakit hernia yang mesti anda ketahui, sebagai tambahan, hernia dapat terjadi di seluruh rongga perut (abdomen):

  • Hernia inguinalis – Jenis yang pertama ini biasanya terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
  • Hernia femoralis – Jenis ini biasanya terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.
  • Hernia umbilikus – Jenis yang ketiga ini terjadi manakala ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.
  • Hernia insisi – Untuk jenis hernia insisi sendiri terjadi pada saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Hernia ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.
  • Hernia hiatus – Untuk jenis ini, biasnaya terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami hernia ini.
  • Hernia Spigelian – Jenis hernia spigelian dapat terjadi Saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.
  • Hernia diafragma – Hernia diafragmadapat timbul saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.
  • Hernia epigastrik – yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.
  • Hernia otot – Untuk jenis hernia yang terakhir ini biasanya muncul saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.

Gejala Hernia

Ternyata ada banyak jenis hernia itu sendiri bukan? Yang perlu kita waspadai adalah saat kita mengalami gejala-gejala seperti rasa sakit yang parah dan muncul tiba-tiba, muntah, sulit buang air besar, serta hernia yang mengeras atau sakit saat disentuh dan tidak bisa didorong masuk.

Jika kita mengalami beberapa gejala seperti di atas segera hubungi dokter atau klinik terdekat agar segera mendapatkan pertolongan pertama dan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala hernia yang timbul ini terkadang di remehkan oleh sebagian orang.

Perlu sama-sama kita ketahui bahwa penyakit hernia bisa dibawa sejak lahir dalam artian bisa diturunkan (genetis) dan didapat secara tiba-tiba (akuisita). Secara sederhana penyakit hernia bisa diidentifikasi dengan timbulnya tonjolan di lipatan paha atau di permukaan perut. Ini disebut hernia inguinal dan sangat sering ditemui. Saat penderita mengejan, biasanya akan timbul nyeri di bagian tonjolan. Sebagai catatan untuk pria, penyakit hernia pada lelaki dapat menimbulkan tonjolan sampai pada buah zakar.

 Lemahnya dinding organ perut juga bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit hernia. Diding organ perut yang lemah tidak mampu menahan tekanan, untuk menghindari agar tidak semakin parah sebaginya penderita penyakit hernia bila ingin mengangkat beban harus dengan teknik mengangkat yang benar, menurunkan berat badan kearah proporsional, berolahraga, dan lainnya.

Adakah Obat Hernia?

Kira-kira adakah obat hernia? Pengobatan hernia sendiri dimulai dari pemeriksaan dengan menggunakan USG. Dalam proses USG, gelombang suara berfrekuensi tinggi akan digunakan untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam organ tubuh.

Karena gejala hernia sulit untuk diidentifikasi, maka banyak orang yang meremehkan penyakit ini, padahal hernia juga dapat mengakibatkan gangguan usus atau terhambatnya aliran darah pada jaringan hernia yang terjepit.

Jika penderita penyakit hernia sudah mengalami gangguan usus atau aliran darah pada jaringan hernia terhambat maka kondisi komplikasi ini mengakibatkan pasian sudah dalam kondisi gawat darurat. Anda dianjurkan untuk segera ke rumah sakit jika mengalaminya. Risiko terjadinya komplikasi akibat hernia cenderung berbahaya. Karena itu, dokter umumnya menganjurkan para penderita hernia untuk menjalani operasi.

Meski demikian, ada juga jenis hernia yang tidak membutuhkan operasi. contohnya Hernia umbilikus yang biasanya dapat sembuh sendiri dan hernia hiatus yang terkadang dapat ditangani dengan obat-obatan.

Proses Operasi Hernia

Pada pasien yang harus menjalani operasi, ada 2 prosedur yang akan anda jalani yakni, operasi terbuka dan laparaskopik. Terdapat sejumlah faktor pertimbangan yang akan memengaruhi keputusan dokter dalam menentukan prosedur operasi. Berikut ini beberapa faktor pertimbangan dokter saat memilih prosedur operasi:

  • Kondisi kesehatan pasien. pertimbangan yang pertama adalah kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Jika kondisi kesehatan pasien memburuk maka akan sulit dilakukan.
  • Isi hernia. Faktor pertimbangan yang kedua adalah isi hernia itu sendiri. Ada hernia yang berisi bagian usus, otot, atau jaringan lain.
  • Gejala yang dialami. Gejala yang dialami pasien juga menjadi pertimbangan pemilihan metode operasi. Ada hernia yang tidak memiliki gejala dan ada yang menyebabkan rasa sakit.
  • Lokasi hernia. Nah, pertimbangan yang terakhir adalah lokasi hernia itu sendiri. Hernia femoralis dan hernia yang muncul di daerah selangkangan lebih membutuhkan operasi dibandingkan hernia di daerah perut.

Cara Mengobati Hernia Secara Alami

Konsultasi dengan dokter menjadi hal mutlak yang harus dilakukan supaya pasien segera mendapat pertolongan. Nah, berikut ini ada beberapa herbal yang bisa anda gunakan sebagai obat hernia secara alami yang kami rangkum dari cara sehar:

1. Cara Mengobati Hernia Dengan Jahe

Cara mengobati hernia yang pertama adalah dengan memanfaatkan jahe sebagai bahana alaminya. Caranya yaitu dengan membuat minuman jahe sebanyak satu cangkir teh lalu meminumnya di pagi hari saat perut masih kosong. Manfaat dari wedang jahe ini adalah mengurangi rasa nyeri akibat hernia.

2. Cara Menyembuhkan Hernia Dengan Yoghurt

Cara mengobati hernia yang kedua adalah dengan menggunakan yogurt. Fermentasi susu ini memiliki banyak sekali khasiat untuk kesehatan tubuh kita, salah satunya adalah mengurangi rasa nyeri akibat hernia. Cara menggunakan yoghurt untuk mengobati hernia juga sangat mudah dilakukan yaitu dengan minum yoghurt sehari tiga kali.

3. Obat Hernia dengan Akar manis

Akar manis juga bisa dijadikan sebagai obat hernia. Caranya yaitu campurkan satu sendok makan bubuk akar manis ke dalam satu gelas susu. Minum ini satu kali dalam satu minggu. Susu yang dicampur akar manis akan mempercepat proses penyembuhan sakit hernia yang Anda derita

Demikianlah infromasi seputar penyakit hernia yang bisa kami bagikan untuk, semoga bermanfaat untuk siapa saja. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada siapapun yang anda kenal, agar merak juga waspada dan bisa mengetahui informasi lengkap seputar penyakit hernia ini. Baca juga Penyebab Penyakit Hepatitis yang Harus Diwaspadai

Leave a Reply