Hamil Tapi Menstruasi, Mungkinkah? Berikut Penjelasannya!

Hamil Tapi Menstruasi, Mungkinkah? Berikut ini penjelasan yang mesti anda ketahui!

Hamil tapi menstruasi merupakan salah satu fenomena yang sering dialami oleh kaum wanita. Sampai saat ini, perkara ini masih menjadi sebuah perdebatan. Pasalnya, secara logika ilmu kedokteran, tidak mungkin wanita mengalami haid saat hamil.

Lantas, jika hal tersebut tidak mungkin terjadi, darah yang keluar saat sedang hamil itu darah apa dong?

Dalam kebanyakan kasus, darah yang dikeluarkan oleh kaum wanita saat sedang hamil merupakan darah yang keluar sebagai dampak terjadinya implantasi. Selain itu, darah tersebut juga bisa berasal dari berbagai macam kejadian lainnya, seperti hamil anggur, hamil di luar rahim, keguguran, dll.

Hamil Tapi Menstruasi via Helloseh

Hamil Tapi Menstruasi via Hellosehat.com

Hamil Tapi Menstruasi Tidak Mungkin Terjadi!

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, haid saat hamil merupakan hal yang tidak mungkin.

Kenapa? Karena proses menstruasi hanya akan terjadi ketika lapisan tebal pelindung sel telur yang kaya akan darah dilepas oleh tubuh.

Pelepasan lapisan tebal bernama endometrium tersebut hanya bisa terjadi saat sel telur tidak dibuahi oleh sperma.

Saat pembuahan telah terjadi atau dengan kata lain wanita sedang hamil, lapisan pelindung sel telur akan dipertahankan oleh tubuh untuk mendukung proses tumbuh kembang janin.

Jadi, jika ada wanita yang mengaku mengalami menstruasi saat hamil, maka dapat dipastikan darah yang dianggap sebagai darah menstruasi tersebut bukan merupakan darah menstruasi.

Kenapa Wanita Bisa Mengeluarkan Darah Saat Hamil?

Pertanyaan selanjutnya yang masih terkait dengan bahasan hamil tapi menstruasi adalah jika menstruasi tidak mungkin terjadi saat hamil, lantas kenapa wanita bisa mengeluarkan darah saat hamil?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada satu hal penting yang harus Anda ketahui.

Pendarahan saat hamil merupakan hal yang umum (ingat! Bukan wajar lho ya!) terjadi pada ibu hamil. Menurut data statistik, kejadian ini dialami oleh sekitar 2 dari 10 wanita yang sedang hamil.

Pendarahan saat hamil paling sering terjadi di trimester pertama kehamilan.

Penyebabnya bisa berupa banyak faktor. Dari mulai faktor yang sepele dan tidak berbahaya, sampai dengan faktor yang serius dan membahayakan, semuanya berpotensi menimbulkan kondisi hamil tapi menstruasi “palsu”.

Wajib baca: Panduan Kehamilan pada Trimester Pertama

Penyebab Utama Pendarahan Saat Hamil Trimester Pertama

Menurut sumber referensi yang kami gunakan, secara total, ada tiga penyebab utama yang beresiko menimbulkan pendarahan saat hamil di trimester pertama, yaitu:

Pendarahan Implantasi

Pendarahan implantasi merupakan pendarahan yang terjadi sebagai dampak terjadinya proses implantasi. Pendarahan ini biasanya terjadi sekitar 10 sampai dengan 14 hari setelah terjadinya proses implantasi.

Dalam kebanyakan kasus, hal ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Setelah beberapa saat, proses pendarahan yang terjadi karena implantasi biasanya akan berhenti dengan sendirinya.

Keguguran

Penyebab pendarahan saat hamil yang juga sering dianggap sebagai hamil tapi menstruasi adalah keguguran.

Di trimester pertama, janin masih sangat rentan mengalami keguguran. Ketika keguguran terjadi, organ vagina akan mengeluarkan banyak darah.

Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab keguguran di trimester pertama adalah: infeksi, peradangan, dan permasalahan pada leher rahim.

Kehamilan di Luar Rahim

Tahukah Anda bahwa kehamilan bisa terjadi di luar area rahim? Ya, walaupun terkesan ganjil, hal ini merupakan hal yang mungkin terjadi.

Sayangnya, karena posisi kehamilan tidak berada di tempat yang seharusnya, kehamilan ini akan menjadi jauh lebih rentan mengalami keguguran yang dalam prosesnya akan menimbulkan pendarahan (yang sering dianggap kaum wanita sebagai kondisi hamil tapi menstruasi).

Dalam kasus tertentu, pendarahan saat hamil terkadang juga bisa ditengarai oleh hamil anggur, yaitu massa abnormal bukan janin yang tumbuh di rahim setelah pembuahan. Nah, karena kondisi tertentu, massa abnormal ini bisa pecah dan menimbulkan pendarahan yang mirip seperti hamil tapi haid.

Artikel terkait: Makanan Sehat Ibu Hamil Trimester Pertama

Faktor Resiko Pendarahaan Saat Hamil Trimester Kedua & Ketiga

Selain terjadi di trimester pertama kehamilan, fenomena hamil tapi menstruasi juga bisa dialami kaum wanita di trimester kedua dan ketiga. Beberapa faktor yang beresiko menimbulkan hal ini adalah:

Ektropion Serviks

Ektropion Serviks merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan di areal sekitar leher rahim.

Biasanya, ketika ektropion serviks terjadi, kaum wanita akan mengalami pendarahan ringan yang terlihat seperti darah haid / menstruasi.

Dalam kebanyakan kasus, pendarahan yang ditimbulkan oleh ektropion serviks adalah pendarahan yang tidak berbahaya dan sama sekali tidak perlu dikhawatirkan.

Solusio Plasenta

Fenomena hamil tapi menstruasi di trimester kedua dan ketiga juga dapat ditengari oleh solusio plasenta.

Solusi plasenta merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi terlepasnya plasenta dari dinding rahim.

Berbeda dengan beberapa faktor sebelumnya, solusio plasenta merupakan hal yang serius dan cukup berbahaya.

Ketika mengalami hal ini, ibu harus segera mendapatkan penanganan khusus dari tim dokter.

Plasenta Previa

Plasenta Previa merupakan kondisi dimana sebagian atau seluruh jalur lahir bayi terhalang oleh plasenta yang letaknya terlalu rendah.

Selain menimbulkan pendarahan yang acap kali dianggap sebagai fenomena hamil tapi menstruasi, plasenta previa biasanya juga menimbulkan permasalahan lain dimana bayi kemungkinan besar tidak akan bisa dilahirkan secara normal.

Untuk mengatasinya, tim dokter biasanya akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan operasi cesar.

Keguguran

Walaupun sudah menginjak trimester kedua dan ketiga, keguguran masih tetap mungkin terjadi.

Nah, biasanya, ketika mengalami keguguran di trimester kedua dan ketiga, organ vagina ibu hamil akan mengeluarkan banyak darah.

Dalam dunia kedokteran sendiri, kondisi kematian janin dalam kandungan setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu dikenal dengan nama intrauterine fetal death (IUFD).

Tanda Awal Persalinan

Dalam sejumlah kasus, pendarahan yang terjadi di trimester kedua dan ketiga terkadang juga bisa menjadi tanda awal persalinan.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya lendir dari areal leher rahim. Nah, dalam kebanyakan kasus, lendir yang keluar dari leher rahim tersebut terkadang juga turut membawa gumpalan dan bercak darah.

Kejadian ini bisa menjadi warning untuk kaum ibu akan kemungkinan terjadinya kelahiran prematur.

Untuk itu, jika kaum ibu seakan – akan mengalami kondisi hamil tapi menstruasi dan darah yang keluar dari organ vagina turut mengandung lendir, maka kemungkinan besar hal tersebut merupakan tanda awal persalinan.

Baca juga bund: Jenis Vitamin Ibu Hamil yang Penting dan Sumbernya

***

Nah, itulah sedikit informasi mengenai kondisi hamil tapi menstruasi yang bisa kami bagikan kepada Anda.

Penting untuk diingat, kondisi hamil tapi haid merupakan kondisi yang tidak mungkin terjadi. Oleh sebab itu, jika Anda mengalaminya, maka kemungkinan besar ada “sesuatu” yang sedang tidak beres di areal organ reproduksi Anda.

Walaupun dalam sejumlah kasus, kondisi pendarahan yang dianggap sebagai fenomena hamil tapi menstruasi ini bukanlah hal yang berbahaya, namun begitu, saat mengalaminya, Anda kami sarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau minimal ke bidan.

Dengan begitu, Anda bisa tahu apa penyebab terjadinya kondisi hamil tapi haid yang Anda alami tersebut, yang pada akhirnya bisa membuat Anda lebih leluasa dalam mengambil keputusan.

Akhir kata, semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk Anda ya! Artikel terkait: Daftar Pantangan Ibu Hamil Muda

Leave a Reply