Info dan Fakta Seputar Kanker Hati yang Harus Anda Ketahui!

Kanker hati merupakan penyebab kedua tertinggi kematian. Kanker hati lebih banyak menyerang kaum pria dibanding kaum wanita. Pertumbuhan sel-sel yang ubnormal pada organ hati kemudian tumbuh menjadi tumor dan seiring berjalannya waktu tumor tersebut menjadi ganas atau disebut kanker hati.

Kanker hati dapat digolongkan menjadi 2 jenis menurut tempat pertumbuhan dan penyebarannya yaitu kanker hati primer dan kanker hati sekunder. Kanker hati yang berasal dan berawal dari organ hati itu sendiri disebut kanker hati primer sedangkan kanker hati yang berasal dari penyebaran kanker pada organ tubuh lain kemudian menyerang bagian hati disebut kanker sekunder.

Hepatocellular carcinoma merupakan kanker hati yang paling umum terjadi dimana  perkembangan dari sel hati utama yang bernama hepatosit. Ada sekitar 75% kasus kanker hati jenis ini dari keseluruhan kanker hati primer yang pernah ada. penyebab kanker jenis ini bisa merupakan komplikasi dari penyakit hepatitis atau peradangan hati.

Kanker Hati

Ilustrasi: Kanker Hati

Dari seluruh kasus kanker hati yang pernah ada, kanker hati sekunder lebih banyak terjadi dibanding kanker primer. Kanker hati lebih sering terjadi akibat dari penyebaran kanker dari kanker usus besar, kanker payudara, kanker paru, kanker pankreas, kanker lambung, kanker kulit, serta kanker ovarium.

Kasus Kanker Hati di Indonesia

Di indonesia penderita kanker hati terus mengalami peningkatan, hal ini dipengaruhi oleh tingginya kasus hepatitis B dan C yang kemudian berkembang menjadi kanker hati. Berdasarkan data tahun 2012 penderita kanker hati di indonesia terdapat 18.000 kasus baru.

Angka ini diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini dipengaruhi dengan adanya peningkatan terhadap kasus penderita hepatitis B dan C yang sudah mencapai 30 juta jiwa.

Sedang di negara berkembang kasus kanker hati ini banyak disebabkan karena konsumsi alkohol dan perokok. Meski di indonesia sendiri penyebab tersebut juga ada namun belum begitu banyak.

Simak juga: Kanker Darah: Jenis, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegahnya

Fungsi Penting Organ Hati

Tubuh manusia terdiri dari struktur yang sangat lengkap dan memiliki fungsinya tersendiri. Dalam struktur tubuh tersebut terdapat juga organ-organ penting di dalamnya salah satunya organ hati.

Organ hati menjadi organ yang sangat penting dalam tubuh manusia. Jika organ hati tersebut ditumbuhi oleh sel-sel kanker maka akan sangat buruk akibatnya. Bahkan dapat menyebabkan kematian.

Mari kita melihat seberapa penting organ hati bagi kelancaran hidup manusia. Berikut beberapa fungsi penting organ hati seperti:

  • Menyaring racun dari dalam tubuh
  • Mencerna protein dan lemak
  • Membantu proses pencernaan dan menghasilkan cairan penghancur lemak atau empedu
  • Mengontrol penggumpalan darah.

Penyebab Kanker Hati

Mari kita simak apa saja penyebab kanker hati ini. Ceksehat akan mengupas tuntas untuk anda. Penyakit kanker ini sendiri banyak menyerang kaum pria ini diduga akibat pola hidup buruk yang dijalani seperti kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol. Meski hingga saat ini penyebab pastinya belum diketahui. Namun beberapa faktor berikut ini turut mempengaruhi pertumbuhan sel yang ubnormal seperti:

1. Kaitan sirosis dengan kanker hati

Kanker hati yang menyerang tubuh bisa berhubungan dengan sirosis yang menyebabkan terjadinya pembentukan jaringan parut pada organ hati. Sirosis menyebabkan hati mengeras akibat jaringan hati yang normal diganti dengan jaringan parut.

Namun bukan berarti semua penderita sirosis berujung menderita kanker namun sirosis ini bisa menjadi salah satu penyebab kanker hati. Akibat dari sirosis ini adalah menurunnya fungsi organ hati.

Sirosis itu sendiri terbentuk akibat infeksi virus hepatitis B dan C, serta akibat dari penyakit perlemakan hati non alkoholik, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan penyakit autoimun.

2. Infeksi virus hepatitis B

Di negara berkembang kanker hati banyak disebabkan adanya infeksi hepatitis B. Hepatitis B disebabkan adanya kontaminasi virus. Virus ini menyebar melalui darah, air liur, air mani, serta cairan vagina.

Kanker hati dan hepatitis B memiliki gejala yang sama. Terbentuknya proses luka pada jaringan yang normal dan lunak pada jaringan hati disebut luka parut. Luka parut ini akan beresiko semakin meluas dengan adanya infeksi hepatitis B dan kanker hati.

Penyakit hepatitis B beresiko tinggi berkembang menjadi kanker hati diduga akibat faktor etnis. Terutama etnis Asia yang memiliki resiko lebih tinggi di atas rata-rata kanker hati. Resiko terserang kanker hati akan semakin tinggi ketika menderita hepatitis C yang dikombinasikan dengan merokok.

Artikel terkait: Penyebab Penyakit Hepatitis yang Harus Diwaspadai

3. Infeksi hepatitis C

Penderita hepatitis C yang diikuti dengan kebiasaan merokok memiliki resiko tinggi terserang kanker hati dikemudian hari. Pengidap hepatitis C dapat mengalami kerusakan dan peradangan pada organ hati.

Penderita hepatitis C di indonesia memiliki tingkat teratas di Asia tenggara. Penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi di duga menjadi objek penyebaran penyakit hepatitis C  di indonesia.

4. Penyakit perlemakan hati non alkoholik

Penyakit hati non alkoholik ini kerap di kaitkan dengan obesitas dan diabetes tipe 2. Meski penyakit ini umum terjadi namun tidak menunjukkan gejala yang jelas pada penderitanya. Semakin banyak lemak yang menumpuk pada jaringan hati maka resiko terserang kanker hati ini akan semakin tinggi.

Selain itu penumpukan lemak yang terjadi dapat menyebabkan peradangan hati yang terus berkembang menjadi jaringan parut pada organ hati.

5. Akibat buruk minuman keras

Organ hati tersusun dari sel-sel yang mampu beregenerasi dengan baik meski telah mengalami cidera itulah mengapa hati menjadi salah satu organ tubuh yang kuat. Organ ini memiliki fungsi yang sangat penting yaitu menyaring zat berbahaya yang masuk ke tubuh.

Namun ketika anda terlalu banyak mengkonsumsu zat berbahaya maka sel-sel tersebut akan mati meski seberapa kuat organ tersebut. Salah satu zat berbahaya yang dapat mematikan sebagian atau seluruh sel adalah minuman beralkohol.

Meski termasuk organ yang muat jika anda mengkonsumsi dalam jangka panjang dan berlebihan dapat menciptakan kerusakan permanen pada organ hati dan beresiko terserang kanker hati.

Gejala Kanker Hati

Kanker yang menyerang organ hati ini jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius dapat berakibat fatal. Namun banyak masyarakat awam yang kurang faham gejala kanker hati. Ketika kanker telah memasuki level yang serius barulah penanganan dilakukan.

Untuk itu mengetahui gejala awal kanker hati sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Jika tubuh menunjukkan beberapa gejala kanker hati maka pengecekan medis harus segera dilakukan. Berikut ini beberapa gejala kanker hati :

  • Kelelahan, letih, lesu serta pucat
  • Menurunnya berat badan tanpa sebab yang pasti
  • Peradangan pada organ hati
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Meningkatnya bilirubin yang menyebabkan sakit kuning terutama pada bagian putih mata berubah kekuningan
  • Air seni berubah warna menjadi kekuningan atau kecokelatan
  • Kehilangan selera makan
  • Kehilangan semangat dalam beraktivitas
  • Sistem imun sering naik dan turun
  • Gangguan pencernaan
  • Perut bagian atas kanan sering terasa nyeri
  • Kadar gula darah menjadi rendah
  • Terjadi pembesaran pembuluh darah
  • Kurang darah atau anemia
  • Libido semakin menurun
  • Bau badan dan bau mulut
  • Nyeri sendi, serta pegal-pegal
  • Mudah mengalami memar serta mimisan akibat kekurangan protein
  • Menstruasi tidak teratur dan keputihan yang tidak normal
  • Pembengkakan hati mengakibatkan perut ikut membesar

 

Diagnosa Kanker Hati

Jika tubuh anda menunjukkan gejala kanker hati yang telah ditulis di atas sebaiknya segera lakukan pengecekan di dokter untuk mengetahui secara pasti kondisi kesehatan tubuh anda. Jika dokter umum mencium adanya indikasi kanker hati maka anda akan dirujuk ke rumah sakit spesialis untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan biasanya dilakukan dokter dengan dua tahap yaitu tes darah dan ultrasonografi (USG). Untuk mengetahui adanya protein di dalam darah yang disebut alfa fitoprotein maka dilakukan tes darah.

Sedang Untuk mengetahui kelainan pada hati tindakan ulrasonografi atau USG akan dilakukan.  Setelah melakukan dua tes dasar tersebut maka tes lanjutan perlu dilakukan dengan melakukan beberapa tahapan berikut ini:

  • MRI ( magnetic resonance imaging ). Proses ini dilakukan dengan pengambilan tampilan organ hati menggunakan gelombang radio dan medan magnet.
  • CT Scan dimana pengambilan foto hati dilakukan menggunakan sinar X khusus.
  • Pengambilan sampel hati akan dilakukan menggunakan jarum suntik kemudian diuji di laboratorium untuk mendeteksi sel-sel bersifat kanker
  • Pengujian dilakukan dengan cara memberi sebuah goresan kecil pada perut yang bertujuan untuk memasukkan kamera fleksibel bernama endoskopi untuk memeriksa hati anda, yang dilakukan dengan pembiusan total.

Tahap-tahap Perkembangan Kanker Hati

jika diagnosis pasti sudah didapat maka dokter akan melakukan pengujian lanjutan untuk mengetahui seberapa parah kondisi organ hati anda. Berikut tahap perkembangan kanker hati menurut tingkat keparahannya:

  • Stadium o : dimana terdapat tumor berukuran kurang dari 2 cm namun kondisi hati masih sehat dan berfungsi dengan baik.
  • Stadium A: tumor pada hati semakin membesar dengan diameter 5 cm, atau diameternya kurang dari 3 cm namun terdapat tiga tumor atau lebih, dengan kondisi organ hati yang masih sehat dan berfungsi normal
  • Stadium B: fungsi hati belum terpengaruh meski telah tumbuh beberapa tumor hati
  • Stadium C: fungsi hati mulai terganggu serta kondisi kesehatan semakin memburuk, dimana akibat dari tumor hati yang mulai menyebar ke dalam pembuluh darah, ke dalam nodus getah bening sekitarnya, serta bagian tubuh lainnya.
  • Stadium D: stadium ini merupakan stadium lanjut atau stadium akhir dimana organ hati telah kehilangan sebagian besar fungsionalnya. Organ hati akan menunjukkan gejala akhir penyakit hati serta terdapat penumpukan cairan dalam perut.

Pengobatan Kanker Hati

setelah diagnosis positif kanker hati sudah didapat maka penggolongan kanker hati menurut tingkat keperahannya juga sudah dipastikan maka langkah pengobatan akan segera dilakukan dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Pengangkatan kanker hati melalui pembedahan ( operasi )

Proses operasi bisa dilakukan jika kanker belum menyebar ke organ tubuh lain. Operasi ini cukup efektif menghentikan penyebaran sel-sel kanker. namun proses penyembuhan pasca operasi ini cukup lama membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan.

Namun resiko kegagalan operasi tetap ada dari sekitar 30 orang yang menjalankan operasi sekitar 1 orang mengalami kegagalan dan mati ketika operasi atau setelah operasi akibat dari komplikasi mematikan seperti serangan jantung.

Selain itu operasi juga memiliki resiko komplikasi seperti infeksi, pendarahan, serta trombosit vena dalam.

  • Transplantasi dengan donor hati

Proses transplantasi hati juga bisa dilakukan sebagai upaya pengobatan dimana hati akan diganti dengan sebagian hati miliki orang lain baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal. Yang penting hati tersebut cocok dan masih berfungsi dengan baik.

Namun proses pengobatan ini tidak bisa dilakukan untuk semua pengidap kanker hanya pasien dengan kriteria kanker tertentu yang bisa melakukannya seperti tumor berdiameter kurang dari 5 cm, serta dilakukan pada pasien yang tidak responsif terhadap pengobatan.

  • Membunuh sel-sel kanker dengan frekuensi radio

Proses ini dilakukan dengan tujuan menyusutkan ukuran tumor dengan jalan pemanasan menggunakan aliran listrik. Langkah ini dilakukan pada pasien dengan diameter tumor kurang dari 5 cm.

Pengobatan ini dilakukan sebagai alternatif lain dari langkah operasi. Namun ada efek samping pasca melakukan terapi ini seperti menggigil, sakit pada otot selama beberapa hari selain itu komplikasi yang jarang terjadi seperti pendarahan, infeksi, luka bakar, serta kerusakan sekitar organ.

  • Pengobatan kemoterapi

Kemoterapi dilakukan bukan sebagai salah satu upaya penyembuhan namun dilakukan untuk meredakan rasa sakit serta berupaya memperpanjang usia. Kemoterapi biasa dilakukan sebagai penanganan kanker stadium B dan C.

Proses ini biasanya dianjurkan dokter ketika tegah menunggu donor hati yang cocok, dimana bertujuan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke sekitar hati. Kemoterapi dapat dilakukan dengan menyuntikkan gel atau butiran plastik kecil ke dalam pembuluh darah yang mengaliri tumor.

Selain itu proses penyuntikan langsung ke hati biasanya juga dilakukan untuk menghindari efek samping seperti rambut rontok dan kelelahan. Setelah kemoterapi pemantauan harus tetap dilakukan dengan melakukan CT scan.

Efek samping lain yang kerap terjadi pasca kemoterapi seperti gejala mual, muntah-muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan, serta demam yang akan hilang 1 hingga 2 minggu setelah kemoterapi.

Selain itu ada juga beberapa gejala yang jarang terjadi seperti peradangan hati, memburuknya fungsi hati,penumpukan cairan sehingga membuat perut membengkak, serta kerusakan pada kantung empedu.

  • Pilihan suntik alkohol

Jika anda mengidap beberapa tumor kecil maka penyuntikan alkohol bisa dilakukan dengan tujuan membuat sel-sel kanekr mengalami dehindari dan menghentikan aliran darah ke otak.

  • Sorafenib

Sebelum melakukan pengobatan sorafenib yang berupa tablet ini tim medis akan melakukan pemeriksaan apakah obat ini cenderung mendatangkan manfaat atau kerugian. Sebab tidak semua jenis kanker bisa menerima pengobatan ini. Terutama untuk kanker stadium lanjut tidak dianjurkan melakukan pengobatan ini sebab tidak akan memberikan reaksi yang signifikan.

  • Pembekuan sel kanker

Pembekuan sel kanker ini bertujuan untuk mempermudah penghancuran sel kanker yang dilakukan dengan menggunakan tabung berisi nitrogen cair yang digunakan untuk membekukan jaringan kanker terlebih dahulu untuk selanjutnya dihancurkan.

Cara ini dilakukan dengan melihat panduan gambar yang dihasilkan oleh ultrasound atau panduan saat memonitor dan menghancurkan sel kanker.

Pencegahan Kanker Hati

Penyakit kanker ini sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Menghindari diri dari faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terserang kanker hati seperti hepatitis B, dan hepatitis C
  • Jalani pola makan sehat
  • Olahraga teratur dan hindari obesitas
  • Hindari minuman beralkohol
  • Lakukan pemeriksaan rutin
  • Berikan vaksin hepatitis B
  • Hindari hal-hal yang dapat tertular hepatitis C seperti penggunaan jarum suntik secara bersamaan.

Demikianlah pembahasan mengenai kanker hati yang dapat memberi informasi yang tengah anda butuhkan. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa juga untuk membagikan informasi ini kepada rekan-rekan anda agar jangan sampai terkena penyakit kanker ini. Jangan lewatkan juga Daftar Penyebab Penyakit Kanker yang Wajib Anda Ketahui

Leave a Reply