Informasi Lengkap Tentang Kanker Nasaforing yang Wajib Diketahui!

Kanker Nasaforing – Mendengar kata kanker nasaforing banyak orang yang bertanya apa sebenarnya kanker nasaforing itu?  Kanker nasaforing hampir sama dengan jenis kanker lainnya yaitu pertumbuhan sel ubnormal yang sulit dikendalikan lalu tumbuh menjadi tumor ganas atau kanker.

Sedangkan nasaforing sendiri adalah bagian dari sistem pernapasan yang terdiri dari bagian hidung dan tenggorokan. Jadi kanker nasaforing adalah tumor ganas yang menyerang sistem pernapasan pada hidung bagian dalam hingga ke tenggorokan.

Karena letaknya pada saluran pernapasan sehingga penyakit ini sering salah diagnosis dianggap sebagai flu biasa yang tak kunjung membaik. Setelah pada tahapan yang lebih serius barulah penyakit ini diketahui secara pasti. sekitar 90% pasien baru didiagnosis secara pasti setelah berada pada stadium lanjut. Sedangkan  untuk stadium  lebih lanjut pengobatan akan lebih sulit dilakukan.

Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring: Ciri, Penyebab, dan Pengobatan

Dengan begitu kanker nasaforing ini sama berbahayanya dengan jenis kanker lain. Pengobatan juga harus segera dilakukan ketika kanker tersebut masih berupa tumor jinak. Namun jika penyakit ini lambat diketahui dan sudah berubah menajdi kanker maka pengobatan tidak dapat menyembuhkan hanya dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul dan berupaya memperpanjang usia.

Kanker nasofaring termasuk ke dalam kanker yang sangat berbahaya, tingkat keganasannya paling tinggi diantara jenis kanker telinga, hidung, dan tenggorokan atau THT. Sedang jika dibanding kanker lain seperti kanker leher rahim, kanker kulit dan kanker payudara, kanker nasofaring masih menduduki peringkat teratas menurut tingkat keganasannya. 

Simak juga: Penyebab Tumor Otak yang Wajib Anda Ketahui Sejak Dini!

Ciri-ciri Kanker Nasofaring

Untuk itu mengetahui ciri dasar kanker nasaforing sangatlah penting agar pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Berikut beberapa ciri kanker nasaforing seperti:

  • Kesulitan bernapas akibat dari penyempitan daerah nasoparing yang ditumbuhi kanker
  • Gangguan berbicara membuat suara terdengar lebih sengau atau parau
  • Gangguan pendengaran
  • Terdapat benjolan pada leher atau hidung
  • Sakit tenggorokan
  • Keluar darah dari hidung atau mimisan
  • Gangguan pendengaran akibat infeksi pada bagian telinga yang terus datang serta telinga terasa berdenging
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur atau ganda
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri pada wajah atau bahkan mati rasa
  • Pembesaran kelenjar getah bening pada bagian leher sehingga akan terdapat benjolan pada bagian leher
  • Air liur akan bercampur darah

Penyebab Kanker Nasofaring 

Kanker nasofaring ini memiliki penyebab yang belum pasti. Namun sama dengan halnya penyakit kanker lain, kanker nasofaring juga bisa berasal dari penyebaran kanker pada bagian lain atau disebut kanker sekunder.

 Untuk penyebab kanker primernya belum bisa dipastikan namun ada dugaan berkaitan erat dengan virus Epstein-barr(EBV) namun tidak semua orang yang terkontaminasi virus ini akan berubah menjadi kanker nasofaring. Beberapa perilaku di bawah ini akan meningkatkan resiko terserang kanker nasofaring seperti berikut:

  • Etnis tertentu juga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker nasofaring. Berikut beberapa etnis yang beresiko tinggi terserang kanker nasofaring seperti Asia Tenggara, Afrika bagian utara, orang-orang di Cina, serta bangsa Inuit Alaska
  • Orang yang memiliki penyakit kanker lainnya lebih beresiko menyebar hingga ke nasofaring dibanding orang yang tidak memiliki riwayat penyakit kanker
  • Terlalu sering mengkonsumsi makanan yang berpengawet seperti makanan yang diasap, diasinkan, jajanan ringan, makanan siap saji makanan dan minuman kaleng serta masih banyak makanan lainnya
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol atau minuman yang tergolong panas lainnya
  • Terpapar polusi udara yang beracun seperti asap rokok, asap knalpot, asap pabrik, serta asap narkoba
  • Sering terhisap zat-zat kimia berbahaya seperti bensin dan alkali
  • Usia juga bisa meningkatkan resiko terserang kanker nasofaring, biasanya rentan usia sekitar 30 sampai 50 tahun lebih tinggi tingkat resikonya
  • Jenis kelamin juga mempengaruhi serangan kanker nasofaring biasanya kalangan pria lebih tinggi resikonya terserang kanker nasofaring dibanding kaum wanita

Deteksi Kanker Nasofaring 

Kanker nasofaring memiliki gejala awal sama seperti jenis flu yang tak kunjung bilang, seperti hidung mengeluarkan ingus, serta hidung tersumbat sehingga gejala awal memang sulit diidentifikasi secara langsung sejak dini.

Sehingga pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan oleh dokter THT dengan melakukan Nasofaringoskapi dengan cara melakukan teropong nasofaring melalui hidung, selain itu pemeriksaan tambahan disarankan melakukan Biospi atau Ctscan.

Tahapan Kanker Nasofaring 

Kanker nasofaring memiliki tahapan atau stadium yang patut diwaspadai. Sebab jika stadium semakin meningkat maka penyakit tersebut juga sudah mulai menyebar kebagian lain. Berikut tahapan kanker nasofaring:

  • Stadium 1 : stadium ini merupakan stadium awal yang sulit diketahui secara pasti sebab masih berada pada bagian nasofaring dan memiliki ciri seperti flu biasa yang tak kunjung sembuh
  • Stadium 2 : kanker ini sudah mulai menyebar kebagian lain seperti getah bening pada satu sisi leher
  • Stadium 3 : sudah menyebar sampai ke kelenjar getah bening seluruh sisi leher
  • Stadium 4 : tahap ini sudah sampai ke stadium akhir dimana sudah menyebar hingga ke saraf dan tulang sekitar wajah.

Pengobatan Kanker Nasofaring  

Kanker nasofaring yang terlambat diketahui secara pasti akan membuat pengobatan semakin sulit disembuhkan. Pengobatan untuk stadium 1 sebenarnya bisa dilakukan dengan menitik beratkan pada penyinaran atau Radioterapi.

Meski tergolong sebagai kanker yang paling berbahaya namun saat masih pada stadium 1 kesembuhan kanker ini mencapai 90%. Jika stadiumnya semakin tinggi maka akan semakin buruk tingkat kesembuhannya.

Radioterapi yang dilakukan ada dua jenis yaitu radio terapi eksternal dan radioterapi internal. Radioterapi eksternal dilakukan dengan menggunakan mesin diluar tubuh sedang internal dilakukan dengan menggunakan zat radioaktif yang terbungkus dalam jarum, kawat, biji, serta kateter. Benda-benda tersebut diletakkan langsung pada organ yang terserang kanker.

Radioterapi 3 dimensi akan menjadi pilihan yang baik sebab akan meningkatkan kualitas hidup pasien, sebab tidak terlalu menyebabkan mulut kering (xerostomia) pasca pengobatan. Pengobatan ini disebut IMRT( Intensity-modulated radiation therapy).

Radioterapi eksternal selain dilakukan untuk mengobati kanker nasofaring juga dilakukan terhadap kelenjar tiroid (pitutary). Setelah dan sebelum pengobatan untuk memastikan pengobatan berfungsi dengan baik.

Jika stadium sudah semakin lanjut maka penyinaran (radioterapi) akan dikombinasikan dengan kemoradiasi. Namun pengobatan tetap dilakukan tergantung dari perluasan tumor, ada tidaknya pembesaran kelenjar getah bening leher, serta penyebaran jauh.

Untuk stadium yang lebih tinggi setelah melakukan kombinasi radiasi dan kemoterapi, pembedahan juga harus dilakukan guna mengangkat tumor yang tumbuh di nasofaring. Jika telah dilakukan pengangkatan tumor tapi masih terdapat pembesaran kelenjar leher maka kemoterapi dan radiasi perlu dilakukan.

Jika kanker nasofaring telah memasuki tahap stadium 3 dan 4 efektivitas pengobatan hanya mencapai 40 %. Terutama jika kanker sudah menyebar ke organ tubuh yang lain seperti paru, tulang, hati intranial, pengobatan hanya dilakukan untuk mengurangi gejala bukan untuk menyembuhkan. Serta berupaya memperpanjang usia.

Meski masih dalam tahap awal dan pengobatan dinyatakan berhasil pemeriksaan rutin harus tetap dilakukan. Pengobatan juga bisa berlangsung selama 3 sampai 4 tahun bukan hanya hitungan bulan. Karena virus yang masuk ke tubuh memang sangat sulit dimatikan.

Ada banyak kasus yang terjadi dimana virus tersebut hanya tertidur dan dapat aktif kembali karena beberapa faktor resiko. Untuk itu menjaga pola hidup sehat menjadi penting agar kanker nasofaring tidak aktif kembali.

Cara Mencegah Kanker Nasofaring 

Kanker nasofaring ini menjadi kanker terganas pertama dibanding dengan kanker THT lainnya. Diagnosa awal juga sulit dilakukan sebab gejalanya hampir sama dengan jenis flu biasa yang tak kunjung sembuh.

Kanker ini menyerang bagian dalam hidung hingga ke langit-langit tenggorokan. Diagnosa biasanya diketahui setelah berada pada stadium berbahaya. Maka pengobatan akan lebih sulit dilakukan.

Belum lagi virus yang sulit mati dan terkadang hanya tertidur sementara dan bisa aktif kembali jika melakukan faktor penyebab. Dengan begitu dari pada kesulitan mengobati penyakit kanker tersebut sebaiknya kita mencegah pertumbuhannya dengan menjalankan pola hidup sehat seperti berikut ini:

  • Berhenti merokok

Merokok adalah kegiatan yang tidak ada manfaat baiknya. Hanya hal-hal yang buruk yang akan kita dapatkan. Berbagai kandungan pada rokok seperti nikotin serta zat adiktif lainnya dapat merusak kesehatan tubuh.

Salah satu penyakit yang dapat menyerang tubuh adalah kanker nasofaring. Apa lagi kanker ini berhubungan dengan sistem pernapasan yang berhubungan langsung juga dengan rokok yang dihirup.

Sebaiknya untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah serangan kanker nasofaring hindari rokok dan asap rokok.

  • Mengkonsumsi makanan sehat

Untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh kita lakukan dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan. Namun ketika makanan yang dikonsumsi kurang baik maka justru berbagai penyakit akan menyerang tubuh.

Dengan begitu mengkonsumsi makanan yang sehat menjadi sangat penting agar tubuh menjadi sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah berbagai penyakit. Makanan yang dikonsumsi haruslah seimbang mulai dari kebutuhan serat, karbohidrat, protein, air, berbagai jenis vitamin dan mineral harus dipenuhi setiap harinya.

Simak juga: Daftar Makanan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol

Mengkonsumsi banyak jenis sayur, buah, dan ikan akan menjadi salah satu cara mencegah kanker nasofaring. Hindari makanan yang berlemak jahat serta makanan yang mengandung zat kimia berbahaya seperti formadehida. Selain itu kurangi makanan yang terlalu asin seperti ikan asin.

  • Hindari minuman beralkohol

Minuman beralkohol juga bisa meningkatkan resiko serangan kanker nasofaring. Selain itu minuman beralkohol juga tidak baik bagi kesehatan dan kecantikan tubuh.  Selain itu minuman beralkohol juga dapat menyebabkan sirosis hati.

Sebaiknya hindari minuman beralkohol jika anda menginginkan hidup yang lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Minuman beralkohol juga dapat meningkatkan dehidrasi.

  • Rutin melakukan cek kesehatan

Melakukan cek kesehatan secara teratur 6 bulan sekali bisa menjadi solusi yang baik. Cek darah biasanya dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh. Dengan cek kesehatan secara berkala kita dapat melakukan tindakan secepat mungkin bila terjadi kesalahan terhadap tubuh kita.

Demikianlah beberapa pembahasan mengenai kanker nasofaring. Semoga artikel di atas memberikan informasi mengenai kesehatan yang tengah anda butuhkan. Semoga bermanfaat. Simak juga 39 Makanan Pencegah Kanker yang Baik Dikonsumsi

Leave a Reply