Panduan Kehamilan pada Trimester Pertama

Trimester pertama merupakan masa kehamilan yang sangat krusial. Di masa awal kehamilan ini, janin cenderung masih sangat rentan dan mudah terpengaruh kondisi fisik dan mental ibu. Untuk itu, di trimester awal ini ibu hamil dianjurkan untuk lebih berhati – hati dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Di trimester awal, ibu hamil biasanya juga akan menjadi lebih mudah merasa lelah, lebih mudah terserang penyakit, dan mulai merasakan berbagai macam gangguan kesehatan terkait kehamilan. Struktur hormon dalam tubuh mulai mengalami perubahan dan area sekitar perut pun secara perlahan juga akan mulai berubah.

Cek juga yuk: 32 Tanda-Tanda atau Ciri Anda Sedang Hamil Muda

Kondisi ibu hamil di trimester pertama akan sangat berpengaruh terhadap kondisi ibu hamil di trimester – trimester yang selanjutnya. Untuk itu, ibu hamil disarankan untuk menjalani trimester awal kehamilan mereka dengan sebaik – baiknya.

Kehamilan pada Trimester Pertama via Labsatu

Kehamilan pada Trimester Pertama via Labsatu

Panduan Menjalani Trimester Pertama Kehamilan

Untuk membantu Anda melalui trimester awal kehamilan, kami telah menyiapkan beberapa tips terkait hal – hal penting yang perlu dilakukan ibu hamil di masa awal kehamilan. Anda tidak harus melakukan semuanya. Cukup lakukan yang Anda rasa penting dan tepat dengan kondisi Anda.

1. Mulai Konsumsi Vitamin Prenatal

Khusus untuk Anda yang belum mengonsumsi vitamin prenatal, di trimester awal kehamilan ini Anda sangat disarankan untuk segera mengonsumsinya.

Vitamin prenatal yang terdiri atas vitamin D dan asam folat dapat menghindarkan diri Anda dari berbagai macam permasalahan kesehatan yang terkait dengan ibu hamil dan janin, seperti kerusakan sumsum tulang belakang dan masalah otak.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin prenatal, Anda dapat mengonsumsi prosuk suplemen multivitamin yang diproduksi secara khusus untuk ibu hamil. Atau, jika ingin yang lebih sehat, Anda juga bisa mengonsumsi bahan makanan alami dari buah dan sayur yang kaya akan vitamin D dan asam folat.

2. Mulai Cari Penyedia Layanan Kesehatan yang Tepat untuk Anda

Mulai trimester pertama sampai dengan trimester akhir Anda akan banyak melakukan konsultasi ke penyedia layanan kesehatan. Untuk itu, sejak di trimester awal ini, mulailah cari informasi terkait penyedia layanan kesehatan yang paling tepat untuk Anda.

Apakah Anda lebih suka berkonsultasi ke bidan atau ke dokter kandungan? Jika lebih suka ke dokter kandungan, kira – kira dokter kandungan mana yang paling cocok dengan Anda?

Selain itu, khusus untuk pengguna layanan asuransi kesehatan, jangan lupa untuk turut memeriksa rekomendasi layanan kesehatan dari produk asuransi kesehatan yang Anda gunakan.

Jangan sampai, karena lupa memeriksa rekomendasi dari produk asuransi yang Anda gunakan, Anda jadi harus menanggung seluruh biaya konsultasi yang diperlukan.

3. Tinggalkan Kebiasaan Buruk

Khusus untuk Anda yang sering melakukan kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan begadang, di trimester pertama kehamilan ini Anda disarankan untuk mulai menghentikannya.

Seluruh aktivitas dan kebiasaan buruk tersebut berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan pada janin dalam kandungan Anda.

Untuk itu, agar janin dalam kandungan Anda bisa terhindar dari berbagai macam ancaman kesehatan, Anda sangat disarankan untuk meninggalkan seluruh aktivitas dan kebiasaan buruk tersebut.

4. Konsultasi ke Bidan / Dokter Kandungan

Saat kehamilan Anda mulai memasuki minggu ke delapan, Anda dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi ke bidan / dokter kandungan Anda.

Biasanya, di sesi konsultasi pertama ini, Anda akan ditanyai beberapa hal standar seperti: riwayat kesehatan, gaya hidup sehari – hari, dll.

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk melakukan beberapa rangkaian uji kesehatan, seperti uji tekanan darah, tes penyakit menular seksual, mengukur tinggi dan berat badan, dll.

Tim dokter / bidan biasanya juga akan memberikan berbagai macam rekomendasi terkait cara merawat dan menjaga diri selama kehamilan, aktivitas olahraga yang aman untuk dilakukan saat hamil, cara mengatur pola makan saat hamil, dll.

Oh ia, di sesi konsultasi yang pertama ini, dokter / bidan yang menangani Anda biasanya juga akan memberitahu Anda mengenai perkiraan waktu kelahiran, yaitu sekitar 266 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir Anda.

Simak juga bund: 13 Aplikasi Ibu Hamil yang Akan Menjadi ‘Dokter’ Pribadi Anda!

5. Atur Pola Makan yang Sehat

Hal sepele yang tidak kalah penting untuk dilakukan di trimester pertama kehamilan adalah mengatur dan menjalankan pola makan sehat.

Pola makan sehat dapat membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan mengoptimalkan proses tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Setiap harinya, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi bahan makanan yang mengandung serat, asam folat, zat besi, kalsium, dan zinc.

Tidak hanya itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan asupan asam lemak omega 3, air putih, dan karbohidrat (tidak boleh berlebihan).

Cek juga yuk: 24 Makanan yang Sehat untuk Ibu Hamil dan Janin!

6. Penuhi Kebutuhan Istirahat Harian Anda

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, perasaan mudah lelah dan mudah capek di masa – masa kehamilan adalah hal yang sangat wajar. Hal ini merupakan dampak dari perubahan struktur hormon.

Untuk menangani hal ini, ibu hamil dianjurkan untuk selalu memenuhi kebutuhan istirahat harian. Dalam sehari, sekurang – kurangnya tidurlah selama 7 jam. Jika memungkinkan, luangkanlah sedikit waktu Anda untuk tidur siang selama 15 – 30 menit per hari.

7. Rutin Berolahraga

Selain mudah merasa lelah, di trimester pertama ibu hamil biasanya akan “uring – uringan” dan malas untuk beraktivitas fisik. Nah, untuk mengatasi hal ini, ibu hamil dianjurkan untuk rutin berolahraga selama 30 menit per hari.

Dengan berolahraga secara rutin selama 30 menit per hari, ibu hamil akan lebih terpacu untuk melakukan aktivitas fisik seperti biasa.

Satu hal penting yang harus diingat, jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter / bidan mengenai jenis olahraga yang aman dan tidak aman untuk dilakukan di trimester awal kehamilan ini.

8. Lakukan Tes Genetik

Tes genetik di trimester pertama kehamilan berguna untuk mengetahui informasi terkait risiko bayi dalam kandungan terhadap Down Syndrome dan berbagai macam cacat lainnya.

Saat ini ada banyak varian tes genetik yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut, seperti: tes nuchal translucency, NIPT, chorionic villus sampling, amniocentesis, dll.

Rangkaian tes ini bisa dilakukan pada minggu 11 – 14 usia kehamilan, atau di masa – masa awal trimester kedua.

9. Buat Rencana Keuangan yang Matang

Di trimester pertama Anda sudah harus mulai membuat perencanaan keuangan yang matang terkait proses persalinan. Anda harus bisa lebih berhemat agar kebutuhan biaya pakaian, pokok, mainan, makanan, dan perlengkapan bayi Anda bisa terpenuhi dengan baik.

Proses pembuatan rencana keuangan ini sebaiknya didiskusikan dengan suami. Selain itu, agar lebih tepat, coba diskusikan juga rencana keuangan Anda dengan kakak atau pun ibu Anda yang notabene sudah pernah berada dalam kondisi Anda saat ini.

10. Luangkan waktu untuk Santai

Bund, usahakan juga untuk tetap menyediakan waktu untuk santai, me time! Meskipun perut bunda terus membesar, bunda juga tetap membutuhkan waktu-waktu untuk menenangkan pikiran.

Hal ini bermanfaat untuk ibu dan janin yang ada di dalam kandungan. Selama masa kehamilan terjadi banyak perubahan, baik itu pada fisik, psikis maupun hormon di dalam tubuh.

Dengan melakukan relaksasi, maka tubuh kita akan melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi.

Saat hamil, wanita juga rentan emosional, bahkan hal-hal yang sederhana bisa membuat emosi memuncak, maka dari itu, kita tetap harus menyediakan waktu luang untuk menenangkan pikiran.

Beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan seperti menonton TV, mendengarkan musik, membaca cerita lucu, nonton youtube acara komedi atau sekedar bercengkerama dengan keluarga.

11. Menyiasati Mual dan Muntah

Memang, pada trimester pertama ini bunda akan lebih sering mengalami mual atau muntah. Mual dan muntah ini dikarenakan peningkatan hormon estrogen.

Peningkatan hormon estrogen ini akan menyebabkan mengakibatkan kadar asam lambung meningkat, hingga muncul rasa mual dan ingin muntah.

Kondisi ini biasanya akan sangat parah ketika pagi hari, terutama ketika perut kosong, atau sering disebut dengan istilah morning sickness.

Bunda, sebaiknya anda makan lebih sering, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Kalau bisa sediakan juga roti di dekat anda agar terus bisa mengemil. Usahakan perut anda jangan sampai kosong. Hindari mengkonsumsi makanan amis, pedas atau asam di pagi hari.

Perubahan di Trimester Pertama

Kini bunda sudah berbadan dua atau bahkan tiga, hehehe. Maka, anda akan mengalami banyak perubahan, beberapa diantaranya seperti:

Nyeri Payudara

Bund, kamu mungkin akan mengalami perubahan pada payudara, anda akan menemukan payudara anda menjadi sangat lembut, jadi lebih sensitif, kadang muncul nyeri dan ukurannya tentu jadi lebih besar. Kadang hal itu disertai dengan perubahan mood, tumbuhnya jerawat, mirip seperti akan datang bulan.

Mual dan Ngidam

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pada trimester pertama anda akan sering mengalami mual dan muntah, apalagi kalau bunda mencium bau-bauan yang menyengat.

Hal ini terjadi karena hormon kehamilan mulai bekerja dan membuat indera jadi lebih sensitif. Ada juga keadaan di mana ibu sangat ingin mengonsumsi sesuatu.

Kita sendiri tidak bisa mengontrol apa yang kita ingin makan, ingin lihat atau ingin lakukan. Nah, kondisi ini sering disebut ngidam.

Jika kita tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, bisa mengakibatkan jengkel, kesal, ingin menangis dan sesak di dalam dada. Silahkan anda tunjukkan pada pasangan anda tulisan ini, agar mereka mau memenuhi permintaan anda.

Kelelahan

Saat hamil trimester pertama, bunda akan sering mengelami kelelahan yang tidak terkira. Meskipun kita tidak melakukan aktivitas apapun, tetapi kita akan merasakan lelah yang ekstrim.

Kondisi ini normal saja selama trimester pertama, namun jika kondisi ini tidak berubah juga di trimester kedua maka silahkan anda periksa ke dokter. Karena bisa jadi ibu hamil mengalami kekurangan zat besi.

Baca juga: Daftar Makanan Buat Ibu Hamil Biar Pintar Seperti Einsten

Perkembangan Janin Saat Trimester Pertama

Bunda, anda juga harus mengetahui perkembangan yang terjadi pada janin anda. Berikut ini kondisi perkembangan janin mulai dari usia 0 samapi12 minggu kehamilan:

#Usia 0-3 Minggu

Saat baru saja terjadi pembuahan, priode ini disebut sebagai periode perkembangan zigot dan blastosis (pre-embrionik).

Ketika janin berusia 2 minggu zigot berkembang menjadi blastosis kemudian mengadakan implantasi di dinding endometrium (lapisan di dalam rahim) 6-7 hari setelah fertilisasi. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio, sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari).

#Usia 3-8 Minggu

Setelah memasuki uisa 3 minggu, hCG mulai meningkat dan dapat dideteksi dengan tes kencing. Peningkatan kadar hormon ini menghentikan menstruasi Anda, seringkali merupakan pertanda pertama kehamilan, dan memicu pertumbuhan plasenta.

Ketika janin anda sudah berusia 4-5 minggu, makan anda sudah bisa mulai melakukan pemeriksaan USG karena denyut jantung buah hati anda sudah mulai terlihat dengan pemeriksaan USG transvaginal.

Saat memasuki umur 6 minggu, ukuran janin anda sudah sekitar 22-24mm, kenampakan janin berupa kepala dan badan.

Selain itu, janin juga sudah memiliki jantung yang terbentuk lengkap plus tangan dan kaki, demikian juga sistem saraf dan pencernaan juga mulai terbentuk. Di usia kehamilan 3-8 minggu ini direkomendasikan penggunaan USG TVS, untuk evaluasi pertumbuhan embrio.

#Usia 8 Minggu

Selanjutnya, memasuki usia 8 minggu, maka janin sudah berukuran sekitar  4 cm. Crown-to-rump length (CRL) dapat diukur dengan menggunakan USG transabdomen.

Saat usia 8 minggu ini jantung bayi mulai lengkap, sudah terdiri dari 4 rongga. Termasuk sekat untuk membatasi ruang bilik dan serambi, dan katup di antara ruang-ruangnya.

Selain organ yang sudah disebutkan tersebut, beberapa organ lain juga mulai terbentuk seperti saluran kencing, alat kelamin dan anus sudah terbentuk.

Bunda juga sudah bisa mendengarkan detak jantung janin dengan USG, mengetahui usia pasti kehamilan dan memperkirakan tanggal proses persalinan.

#Usia 12 Minggu

Ketika memasuki usia 12 minggu, perkembangan janin sudah sangat pesat, sel motorik janin semakin terasah dan terasa. Rahim mulai membesar mengikuti panjang dan beratnya embrio.

Saat usia ini juga anda sudah mulai bisa merasakan geliat janin. Saat usia 12 minggu ini juga alat kelamin janin yang dalam posisi meringkuk, mulai terbentuk. Tulang-tulang juga mulai tampak diikuti pertumbuhan kulit, rambut  dan kuku. Janin bisa menutup jari-jari tangannya.

****

Itulah sedikit informasi mengenai beberapa hal penting yang perlu dilakukan ibu hamil di trimeseter pertama kehamilan juga perkembangan janin yang mesti anda ketahui. Semoga bermanfaat ya!

Tetap jaga kesehatan selama masa kehamilan dan seterusnya. Artikel terkait: Daftar Pantangan Ibu Hamil yang Harus Dihindari!

Leave a Reply