Fakta Seputar Penyakit Parkinson yang Harus Anda Ketahui!

Penyakit parkinson ini banyak menyerang kaum lansia. Dimana keadaan ini menyebabkan seseorang kehilangan fungsi mengatur pergerakan tubuh akibat adanya degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah.

Gejala umum dari penyakit parkinson ini adalah terjadinya gemetar atau tremor. Penyakit ini membuat seseorang kehilangan kemampuan gerak sehingga akan sulit mengurus dirinya sendiri. Pada tahap awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun.

Sehingga seseorang akan sangat lambat mendeteksi kondisi tubuhnya. Setelah tubuh menyadari adanya perbedaan pada tubuhnya seperti gemetar halus pada salah satu tangan saat beristirahat, serta merasa lemah atau terasa lebih kaku pada sebagian tubuh barulah pengecekan ke dokter dilakukan.

Loading...

Artikel terkait: Info Penyakit Herpes Mulai dari Penyebab Sampai Cara Mengobatinya

Selain gejala awal tersebut, tubuh juga akan menunjukkan gejala lanjutan yang mungkin dialami oleh penderita yang meliputi :

  • Tremor mulai menyebar dan semakin parah
  • Otot tidak fleksibel atau kaku
  • Gerak menjadi lambat
  • Tubuh kehilangan koordinasi dan keseimbangan

Selain gejala di atas penyakit parkinson juga akan membuat penderitanya mengalami insomnia atau sulit tidur, konstipasi, anosmia atau kehilangan indera penciuman, gangguan daya ingat, serta gejala psikologis seperti cemas dan depresi.

Penyakit parkinson

Ilustrasi: Penyakit parkinson

Hingga saat ini penyebab penyakit parkinson belum diketahui secara pasti namun kuat dugaan bahwa faktor keturunanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Ada sekitar 10% penderita penyakit parkinson di wariskan dari keluarga mereka.

Sedangkan 90% lainnya masih belum diketahui secara pasti penyebabnya.  Namun penyakit ini diyakini ada kaitannya dengan faktor alam, terutama kandungan pestisida dan racun yang berada pada makanan yang dikonsumsi.

Penderita Penyakit Parkinson

Penderita penyakit parkinson diperkirakan mengalami peningkatan setiap tahunnya, hingga saat ini lebih dari 10 juta jiwa di dunia terserang penyakit tersebut.  Penderitanya rata-rata berada pada usia 50 tahun, namun ada sekitar 5% kasus didertita saat memasuki usia 40 tahun.

Penyakit ini banyak dialami para orang tua dengan jenis kelamin laki-laki. Meski ada juga kasus yang di alami kaum wanita namun tidak seberapa jumlahnya.

Penyebab Penyakit Parkinson

Penyakit parkinson ini disebabkan adanya gangguan pada otak tengah yang bernama substantia nigma. Otak tengah memiliki fungsi mengirim pesan kebagian saraf tulang belakang. Saraf tulang belakang itu sendiri berfungsi mengendalikan otot-otot pada tubuh.

Tanda-tanda atau gejala penyakit parkinson muncul akibat adanya penurunan jumlah dopamine. Dopamine itu sendiri adalah pengatur gerak dari seluruh tubuh yang dihasilkan oleh senyawa kimia yang bernama neurotransmiter utama.

Penurunan dopamine diperkirakan karena adanya pengaruh lingkungan dimana adanya racun pada makanan serta faktor keturunan.

Gejala Penyakit Parkinson

Pada tahap awal penyakit ini belum menunjukkan gejala apapun, setelah berada pada tahap yang lebih serius barulah tubuh akan menunjukkan berbagai gejala seperti berikut :

1. Tremor

Tremor merupakan gejala umum dari penyakit parkinson.  Tremor ditunjukkan dengan suatu gerakan yang gemetar ringan atau halus pada ujung jari, tangan, bibir, bahkan kaki. Gemetar ini bisa terjadi kapan saja baik saat duduk maupun berdiri.

Tremor atau gemetar ini akan lebih terasa lagi setelah anda melakukan latihan atau gerakan fisik dengan intensitas tinggi, serta efek samping obat-obatan tertentu dan mengalami cedera.

2. Penciuman yang menurun

Penderita parkinson akan mengalami penurunan indera penciuman. Indera penciuman anda tidak akan setajam dulu. Sebaiknya segera hubungi dokter jika anda sudah mulai kesulitan mencium bau makanan dan sebagainya.

3. Kontipasi atau sembelit

Masalah konstipasi yang kerap muncul pada penderita parkinson ini menyebabkan susah buang air besar. Kondisi ini akan semakin parah ketika tubuh kekurangan serat dan cairan. Jika konstipasi atau sembelit ini dibiarkan berlarut-larut maka akan menyebabkan penyakit parkinson serius atau akut

4. Perubahan tulisan

Adanya perubahan tulisan secara mendadak bisa menjadi salah satu gejala awal penyakit parkinson. Contohnya huruf-huruf yang terlihat berbeda, serta adanya suatu jarak antar huruf. Sebaiknya segera periksakan diri anda jika merasakan adanya perubahan pada tulisan tanpa penyebab yang jelas dan terjadi tiba-tiba.

5. Badan yang bungkuk

Semakin bertambahnya usia akan membuat kepadatan tulang semakin berkurang itulah mengapa semakin tua akan semakin terlihat bungkuk. Badan yang bungkuk akan semakin diperparah dengan adanya penyakit parkinson yang menyerang tubuh.

Sebab penyakit parkinson akan membuat penderitanya semakin bungkuk ke depan terutama ketika berdiri. Hal ini disebabkan rasa sakit pada otot akibat penyakit parkinson.

6. Pandangan kosong tanpa ekspresi

Penyakit parkinson juga menyebabkan penderitanya mengalami gangguan psikologis. Salah satunya akan terjadi perubahan sikap dimana pandangannya terlihat kosong, sering bengong, serta berkedip dalam waktu yang lama.

7. Susah bergerak atau sulit berjalan

Terjadinya degenerasi sel saraf otak tengah menyebabkan kesulitan gerak yang membuat otot terasa kaku dan hilang disaat sedang bergerak. Sebaiknya anda berhati-hati dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencari solusi pengobatan yang tepat.

8. Suara mengecil

Penyakit parkinson juga akan mempengaruhi suara, yaitu suara akan menajdi lebih kecil dari biasanya.

9. Gangguan keseimbangan

Sebaiknya jika anda menderita penyakit parkinson lebih berhati-hati jika bepergian sendirian sebab penderita parkinson akan mengalami gangguan keseimbangan jadi akan lebih mudah jatuh.

10. Kehilangan kemampuan gerak otomatis

Beberapa gerakan yang biasa dilakukan tanpa disadari seperti ayunan tangan saat berjalan serta kedipan mata akan semakin berkurang.

11. Depresi atau serangan kecemasan

Penderita parkinson akan selalu cemas akan masa depannya dan membuat mereka merasa perresi apa lagi jika memikirkan kesehatannya.

Berikut Gejala parkinsn lainnya yang timbul:

  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Demensia
  • Inkontinensia urine
  • Gangguan sensoris
  • Kesulitan menelan makanan
  • Disfungsi ereksi
  • Produksi keringat berlebih
  • Produksi air liur berlebih
  • Pusing, penglihatan buram, hingga pingsan

Cara Mengobati Penyakit Parkinson

Penyakit parkinson termasuk ke dalam penyakit yang belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Pengobatan hanya dilakukan untuk mengurangi gejala dan berupaya memperpanjang usia. Selain itu pengobatan juga dilakukan sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup penderitanya agar bisa hidup senormal mungkin.

Beberapa langkah yang biasa diambil untuk menangani penyakit ini adalah dengan cara fisioterapi, operasi dan obat-obatan. Demi mengetahui perkembangan kondisi pasien dokter akan melakukan pemeriksaan dan pengawasan rutin untuk melihat perkembangan penyakit tersebut.

Dengan semakin berkembangnya dunia medis maka pengobatan juga lebih maksimal dilakukan, sehingga akan diupayakan pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup agar bisa hidup senormal mungkin.

Sebelum melakukan pengobatan tentunya dokter harus mendiagnosis pasien terlebih dahulu. Namun penyakit ini pada tahap awal sangat sulit didiagnosis karena hingga saat ini belum ada tes khusus untuk memastikan adanya penyakit parkinson ini.

Dokter akan mendiagnosa pasien berdasarkan gejala yang muncul, riwayat kesehatan, serta ada beberapa tes fisik dan tes mental secara sederhana.

  • Deteksi penyakit ini akan semakin sulit karena tidak ada tes darah maupun tes labolatorium yang dapat memastikan penyakit ini. Bahkan CT scan, SPECT Scan, MRI< dan juga PET Scan bukan dilakukan untuk memeriksa penyakit namun untuk memastikan gejala yang muncul
  • Ketika gejala semakin memburuk, penyakit ini juga sulit diidentifikasi sebab terkadang bisa disalah sartikan dengan penyakit lain. Perubahan postur yang kerap terjadi kadang disalah artikan sebagai penyakit osteroporosis. Belum lagi banyak kasus penyakit parkinson tidak disertai dengan gejala tremor, hingga penyakit ini akan lebih sulit lagi diidentifikasi.
  • Dokter akan melakukan pengawasan lebih intensif lagi selama bebrapa waktu untuk memastikan penyakit yang anda derita dengan melakukan pemeriksaan fisik mulai dari melihat kekuatan otot, lambat gerakan akan diperhatikan, tremor, gerakan refleks, keseimbangan, serta fungsi otak tak luput dari pengawasan dokter.
  • Dalam beberapa waktu dokter akan memberikan hasil tes yang menyatakan anda positif parkinson maka pengobatan harus segera dilakukan. Meski pengobatan tidak dapat menyembuhkan penyakit ini namun setidaknya akan mengurangi gejala yang ada dan berupaya meningkatkan kualitas hidup agar dapat hidup senormal mungkin.

Setelah positif menderita penyakit parkinson maka pengobatan dan perawatan harus dilakukan sedini mungkin. Ikuti semua anjuran dan larangan dokter serta tanyakan resiko dan manfaat dari setiap pengobatan yang dilakukan untuk mempermudah proses pengobatan yang anda jalankan. Berikut beberapa pengobatan yang dilakukan dokter meliputi:

Terapi untuk Penyakit Parkinson

Ada beberapa terapi yang bisa menjadi pilihan dalam pengobatan yang bertujuan untuk meredakan gejala yang akan mengganggu aktivitas anda sehari-hari seperti berikut ini:

  • Fisioterapi : terapi ini bertujuan untuk membantu melenturkan tubuh, sehingga rasa kaku pada otot dan juga rasa sakit pada persendian ketika bergerak akan berkurang atau menghilang. Selain itu terapi ini akan membantu melatih tubuh agar tidak bergantung pada orang lain dengan melatih kemampuan dan stamina pasien.
  • Perubahan menu makanan : konstipasi yang kerap terjadi pada penderita penyakit parkinson mengharuskannya merubah pola makan dengan memperbanyak minum air putih dan mengkonsumsi makanan tinggi serat. Penderita parkinson juga berhubungan dengan darah rendah dengan begitu konsumsi garam lebih banyak dari biasanya bisa menjadi solusi.
  • Terapi wicara : jika diperlukan terapi wicara juga dilakukan untuk melatih kembali daya ucap yang berubah akibat penyakit parkinson.

Obat-obatan penyakit parkinson

Selain melakukan terapi untuk meringankan gejala, pemberian obat-obatan juga akan diberikan untuk mengurangi gejala utama seperti tremor dan gangguan pada pergerakan tubuh. namun pada setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap obat. Dengan begitu banyak pilihan obat-obatan yang bisa diberikan seperti :

  • Levodopa : kekurangan senyawa dapomine menjadi penyebab sel-sel saraf otak tengah mengalami degenerasi dengan begitu pemberian obat ini cocok sebab obat ini akan serap oleh sel-sel saraf dalam otak dan diubah menjadi senyawa kimia dopamine. Dengan begitu lovodopa membantu mengatasi kesulitan gerak tubuh. namun hindari mengkonsumsi levodopa dengan makan yang mengandung vitamin B-6 karena akan mengurangi efek dari obat ini
  • Agnonis dopamin : obat ini memiliki efek yang sama dengan levodopa yakni mengganti dopamin di dalam otak. Meski dosisnya lebih rendah dari levodopa namun ada juga pasien yang cocok dengan jenis obat ini. Untuk beberapa kasus ada juga yang mengkombinasikan obat ini dengan lavodopa
  • Monoamine oxidase-b inhibitors (MAO-B) : obat ini dapat diberikan pada pasien untuk meredakan gejala namun dampaknya tidak sekuat lavodopa. Obat ini dapat menghambat senyawa kimia otak yang menghancurkan dopamine.
  • Catechol-O-methyltransferase inhibitor (COMT) : obat ini berfungsi menghambat enzim yang menghancurkan levodopa yang diberikan pada pasien yang menderita penyakit parkinson ditahap lanjut.

Operasi pada Penyakit Parkinson

Jika berbagai pengobatan dan perawatan telah dilakukan namun gejala penyakit parkinson tidak juga mereda maka langkah operasi perlu dilakukan. Operasi ini bertujuan untuk menstimulasi otak dalam bekerja dengan merangsang bagian otak yang mengalami gangguan akibat terserang penyakit parkinson.

Terapi pisau gamma (gamma knife)

Jika tubuh pasien tidak bisa lagi menerima pengobatan apapun termasuk operasi dan pemberian obat-obatan maka terapi pisau gamma akan direkomendasikan sebagai langkah pengobatan. Terapi ini dilakukan dengan menyerang titik target secara langsung menggunakan radiasi yang sangat kuat. Titik target akan dilihat melalui prosedur CT Scan serta MRI. Terapi ini dilakukan sekitar 15-40 menit tergantung keperluan.

Loading...

Demikianlah pembahasan mengenai Penyakit parkinson yang dapat memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat. Simak juga: Fakta Seputar Penyakit Tibi yang Harus Anda Ketahui

loading...

Leave a Reply