Fakta Seputar Penyakit Tibi yang Harus Anda Ketahui

Penyakit tibi atau tuberkulosis ini merupakan penyakit yang menyerang organ paru-paru yang membuat penderitanya kesulitan bernapas serta batuk menahun. Selain menyerang paru-paru, penyakit tibi juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya.

Penyakit tibi menjadi salah satu penyakit kronis yang memakan banyak korban jiwa. Jumlah penderitanya juga semakin meningkat setiap tahunnya. Penyakit tibi atau yang lebih dikenal TBC ini penularannya sangat cepat.

Bakteri mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab penyakit tibi atau TBC. Penularan penyakit ini bisa melalui udara atau berbagi makanan dan peralatan makan yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut.

Artikel terkait: 17 Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri, No 10 Paling Ngeri

Gejala umum yang ditunjukkan penderita tibi adalah batuk menahun yang tak kunjung sembuh. Saat penderita penyakit tibi menderita batuk maka udara di sekitarnya juga sudah dipastikan terkontaminasi bakteri penyebab penyakit tibi yang dapat hidup selama beberapa jam di udara bebas.

Penyakit TIbi

Penyakit Tibi

Sebaiknya gunakan masker saat anda terserang penyakit tibi agar tidak menularkan penyakit tersebut kepada orang lain. Saat berdekatan dengan orang yang sedang sakit tibi anda juga bisa menggunakan masker agar tidak menghirup udara yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut.

Penelitian membuktikan hanya 1 dari 10 orang yang menghirup udara yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut akan tertular penyakit tibi. Daya tahan tubuh yang menurun juga menjadi penyebab penyakit tibi semakin berkembang.

Saat daya tahan tubuh anda meningkat maka bakteri penyebab penyakit tibi tidak bisa menginfeksi tubuh anda. pertumbuhan bakteri ini juga  sangat cepat apa bila tidak segera ditangani akan membuat penderitanya mengalami batuk, sesak napas bahkan sampai batuk darah.

Pengobatan penyakit tibi juga akan memakan waktu yang cukup lama karena kuman dan bakterinya sangat sulit dibasmi. pengobatan yang tidak tuntas akan membuat kuman dan bakteri semakin kuat dan bandel sehingga akan membutuhkan obat dengan dosis yang lebih tinggi serta memakan waktu yang lebih lama lagi.

Penanganan yang lambat juga akan membuat penularan ke organ tubuh lainnya seperti otak, tulang dan kelenjar tubuh. Namun ada juga bakteri yang tetap diam di dalam tubuh dan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Tanda Awal Penyakit tibi

Mengetahui gejala awal penyakit tibi sangat penting agar anda bisa mengetahui kondisi tubuh anda dan bisa melakukan penanganan segara. Penanganan yang dilakukan secepatnya akan mencegah perkembangbiakan kuman dan bakteri tersebut sehingga akan mudah disembuhkan. Mari kita lihat beberapa tanda awal penyakit tibi seperti berikut ini:

1. Batuk

Batuk pada penderita tibi biasanya tidak disertai dengan gejala flu lainnya namun batuk akan berlangsung cukup lama sekitar 3 minggu. Setelah 3 minggu biasanya batuk juga akan disertai dengan dahak yang berwarna abu-abu atau kuning serta bisa tercampur dengan darah

2. Penurunan berat badan

Gejala selanjutnya bisa anda lihat dari menurunnya berat badan meski anda tidak dalam program diet. penurunan berat badan bisa terjadi secara cepat tanpa sebab. Penurunan berat badan juga sangat signifikan sekitar 40 % dari berat tubuh semula.

3. Mudah lelah

Gejala awal penyakit tibi juga bisa ditandai dengan keadaan tubuh yang mudah lelah karena bakteri tersebut sudah mulai bekerja dengan menghambat asupan oksigen ke paru-paru serta menurunnya fungsi paru-paru

4. Demam

Tubuh akan melawan bakteri penyebab penyakit tibi yang ditunjukkan dengan demam terus menerus. sebab sistem imun akan lebih mudah melawan bakteri saat suhu tubuh meningkat

5. Berkeringat pada malam hari

Tubuh juga akan berkeringat di malam hari meski tanpa adanya kegiatan fisik yang menguras tenaga hal tersebut terjadi karena sistem imun berusaha melindungi tubuh dari penyakit serta terjadi perlawanan terus menerus terhadap infeksi

6. Panas dingin

Untuk tahap yang satu ini biasanya tubuh sudah mulai tidak stabil dan sudah mulai terganggu dengan menunjukkan tanda tubuh mulai menggigil meski suhu tubuh meningkat.

7. Nafsu makan berkurang

Nafsu makan juga akan semakin berkurang karena mulut akan terasa pahit dan lidah mati rasa akibat pengaruh dari tubuh yang sudah mulai tidak stabil dan demam yang dirasakan.

8. Perubahan warna urine

Saat anda sudah mengeluarkan air seni yang berubah warna atau keruh maka bakteri tersebut sudah mulai menjalar ke anggota tubuh lain khususnya kandung kemih sudah terinfeksi.

Jenis Penyakit Tibi Berdasarkan Organ yang Diserang

Tahap pertama penyakit tibi biasanya bakteri akan menyerang bagian paru-paru terlebih dahulu yang akan membuat anda menderita batuk, sesak napas dan batuk darah. Lalu bakteri dan kuman tersebut akan semakin berkembang dan menginfeksi tubuh lainnya.

Artikel terkait: Penyakit Sesak Nafas

Saat bakteri sudah mulai menginfeksi bagian tubuh lainnya biasanya pengobatan akan dilanjutkan dari 6 bulan menjadi 1 tahun. lalu organ apa saja yang akan diserang penyakit tibi? Mari kita lihat beberapa jenis penyakit tibi berdasarkan organ tubuh yang diserang seperti berikut ini:

1. Penyakit tibi kelenjar

Saat pengobatan lambat dilakukan maka penyakit tibi juga bisa menyerang kelenjar khususnya kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening yang paling berpotensi mendapatkan serangan adalah kelenjar yang letaknya berdekatan dengan paru-paru yaitu kelenjar yang ada disekitar leher.

Bakteri tibi ini akan membuat benjolan pada leher serta menyebabkan implikasi sinus pengeringan.

2. Penyakit tibi tulang

Penyakit tibi juga bisa menyerang tulang. Tulang belakang adalah tulang yang letaknya paling dekat dengan paru. Tulang yang sudah terinfeksi akan membuat sendi dan tulang terasa pegal. Tulang tersebut juga akan berubah menjadi lebam, jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.

3. Penyakit tibi paru

Organ tubuh yang satu ini merupakan awal masalah yang terjadi karena bakteri akan menginfeksi paru-paru lalu berkembang biak disana dan menginfeksi bagian tubuh yang lain. Gejala yang ditunjukkan adalah batuk, sesak napas dan batuk darah.

4. Tibi Meningitis

Penyakit TBC juga bisa menyerang bagian otak dan sumsum tulang belakang atau biasa disebut penyakit tibi meningitis. Penyakit TBC yang satu ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sakit kepala, muntah, kejang bahkan dapat menyebabkan koma.

5. Tibi Gastrointestinal

Jenis tibi selanjutnya adalah tibi gastroinstinal atau tibi yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini akan menyebabkan kerusakan diseluruh organ pencernaan mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, hingga ke anus.

Penyakit ini juga akan menimbulkan gejala seperti berikut ini nyeri perut, mual, muntah, demam, menurunnya berat badan sampai berubah waktu efektif buang air besar.

6. Tibi custaneous

Selaput lendir juga bisa diserang penyakit TBC atau sering disebut tibi custaneous. Selaput lendir yang terinfeksi juga memiliki 3 jenis yaitu vulgaris lupus TBC yang akan ditunjukkan dengan tumbuhnya sejenis ruam atau kutil yang tumbuh di wajah, verrucosa cutin yang akan ditunjukkan dengan tumbuhnya nanah pada tubuh. Serta TBC milary akan membuat kutil muncul pada area sekitar dada dan punggung.

7. Tibi osteo-artikular

Jenis penyakit ini akan membuat seluruh persendian terasa kaku dan nyeri.

8. Tibi urogenital

Penyakit TBC juga bisa menginfeksi saluran kemih dan sistem reproduksi. Kuman dan bakteri akan terbawa aliran darah menuju kandung kemih dan sistem reproduksi yang membuat air seni menjadi keruh bahkan mengeluarkan darah

Penyebab dan Faktor Risiko Tibi

Penyakit tibi merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri mycobacterium tuberculosis yang mengancam siapa saja. Bakteri ini mudah mengontaminasi udara disekitar penderita tibi yang berasal dari batuk serta bersin yang bercampur dengan bakteri tersebut. Sejumlah orang berikut ini lebih beresiko terserang penyakit tibi seperti:

1. Daya tahan tubuh lemah

Daya tahan tubuh sangat penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Saat daya tahan tubuh mengalami masalah karena penyakit tertentu seperi HIV/AIDS, penderita diabetes, serta orang yang sedang menjalankan kemoterapi akan lebih beresiko terserang penyakit TBC.

2. Kurang gizi

Salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi, jika  kebutuhan gizi tidak dapat terpenuhi dengan baik maka resiko penyakit akan lebih tinggi salah satunya beresiko terserang tibi.

3. Merokok

Kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan resiko terserang TBC. Kandungan adiktif pada rokok akan merusak tubuh yang membuat berbagai penyakit mudah datang.

4. Pecandu narkoba

Orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi narkoba juga sangat mudah terinfeksi bakteri penyebab penyakit tibi.

5. Berdekatan dengan penderita tibi

Udara disekitar penderita tibi  aktif biasanya sudah tercemar bakteri penyebab penyakit tibi maka jika anda terlalu sering berdekatan maka bakteri tersebut juga akan mudah masuk ke tubuh anda contohnya petugas medis serta keluarkan penderita penyakit tersebut.

6. Orang yang tinggal di pemukiman pada dan kumuh

7. Manula dan anak-anak

8. Pecandu alkohol

Cara Mengobati Penyakit Tibi

Penyakit tibi merupakan penyakit kronis yang pertumbuhan dan penyebarannya sangat cepat  serta dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa disembuhkan.

Pengobatan yang teratur hingga tuntas dapat menyembuhkan tibi secara menyeluruh. Pengobatan ini akan membutuhkan waktu yang relatif lama mulai dari 3 bulan, 6 bulan bahkan 1 tahun.

Pemberian antibiotik dalam jangka waktu tertentu bisa dilakukan sebagai pengobatan awal. Lalu anda akan diberi vaksin BCG. Pengobatan bisa dilakukan secara rutin mengunjungi dokter, jangan lupa mengkonsumsi obat tibi setiap hari sampai batas waktu yang ditentukan dokter.

Cara Mencegah Penyekit Tibi

Penyakit tibi sangat mengancam keselamatan oleh sebab itu menghindari dan mencegah penyakit tersebut menyerang tubuh akan lebih baik dari pada mengobati. Sebaiknya lakukan beberapa cara mencegah penyakit tibi seperti berikut ini:

  • Gunakan masker saat bepergian keluar rumah terutama saat berdekatan dengan penderita tibi.
  • Tinggal dirumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik, pastikan rumah tersebut memiliki jendela dan pintu agar udara segar dan sinar matahari bisa masuk
  • Jangan berada 1 ruangan yang tertutup dengan penderita tibi terutama hindari tidur 1 kamar.

Itulah beberapa pembahasan tentang penyakit tibi dari kami. Semoga informasi ini berharga ini bermanfaat untuk pembaca sekalian, sehingga kita bisa terhindar dari penyakit yang menular ini. Semoga bermanfaat. Jangan lewatkan juga Gejala dan Penyebab Penyakit TBC yang Wajib Anda Ketahui

Leave a Reply