Penyebab Bayi Muntah dan Cara Penanganannya yang Tepat

Penyebab Bayi Muntah –¬† Setelah melalui masa kehamilan yang cukup melelahkan dan menguras banyak energi, serta kesakitan yang menjadi-jadi, semua itu akan terbayar dengan kelahiran jabang bayi yang memang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya sejak lama.

Ternyata, permasalah tidak hanya terjadi pada masa kehamilan saja, pasca melahirkan justru akan ada banyak masalah lainnya yang siap menanti, maka dari itu, bunda harus lebih sensitif dan responsif lagi terhadap perubahan si kecil. Salah satunya harus sensitif terhadap bayi yang suka gumoh. Kira-kira apa penyebab bayi muntah?

Tidak jarang bayi muntah pada saat sedang menyusu atau sedang tiduran. Hal ini tentu akan membuat panik bunda jika terjadi terus menerus. Geser sedikit muntah, gerak sedikit muntah. Namun bunda tidak perlu khawatir, kita bisa mencegahnya kok. Tentu dengan syarat harus mengetahui penyebab bayi muntah terlebih dahulu.

Penyebab bayi muntah dan Cara mengatasinya

Penyebab bayi muntah dan Cara mengatasinya

Penyebab Bayi Muntah atau Gumoh

Kal ini CekSehat.com akan berbagi infromasi penyebab bayi muntah yang mesti budan ketahui. Setelah budna tahu apa saja penyebabnya, maka bisa dihindari atau minimal diminimalisir agar tidak selalu gumoh. Silahkan simak berikut ini:

1. Berlebihan Makan/Menyusu

Penyebab bayi muntah yang pertama adalah karena over capacity. Terlalu banyak susu yang masuk atau makanan yang masuk menyebabkan bayi muntah atau gumoh. Selain terlalu lebih asupan ASI, alergi pada ASI terkadang juga menjadi salah satu penyebab bayi muntah, namun ini agak jarang terjadi.

2. Menangis berlebihan

Bayi anda suka menangis histeris atau berlebihan? Nah, ini juga menjadi penyebab bayi muntah yang mesti anda ketahui. Karena menangis berlebihan, debay biasanya akan terbatuk-batuk lalu disusul dengan muntah. Namun jangan khawatir ketika ini terjadi, karena jarang sekali menimbulkan masalah yang serius.

3. Infeksi virus atau bakteri

Penyebab bayi muntah yang tidak boleh diremehkan adalah akibat adanya infeksi bakteri atau virus. Biasnaya munta akibat virus atau bakteri ini terjadi pada bayi yang sudah berumur beberapa bulan. Jika virus atau bakteri menginfeksi lapisan lambung atau usus bayi, maka gejala lain selain bayi sering muntah yaitu diare, kehilangan nafsu makan, sakit perut, dan demam. Muntah biasanya akan berhenti setelah 12 hingga 24 jam.

4. Infeksi lain

Penyebab bayi muntah lainnya adalah seperti hidung mampet, pilek atau infeksi saluran pernapasan, terutama ketika bayi terbatuk-batuk. Selain itu, infeksi saluran kemih dan bahkan infeksi telinga terkadang juga dapat menyebabkan mual dan muntah. Bahayanya, muntah pada bayi juga merupakan gejala penyakit serius seperti pneumonia, meningitis, radang usus buntu, dan, dalam kasus yang jarang, sindrom Reye.

5. Penyakit GERD

Penyakit GERD juga dapat menjadi penyebab bayi muntah. Padahal anda melihat debay sehat-seha saja, tapi kenapa sering gumoh ya? Nah jika demikian, biasanya penyakit GERD adalah biang keladinya.

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) terjadi ketika otot antara esofagus bayi dan lambung tidak bekerja dengan benar, sehingga makanan dan asam lambung akan kembali naik dari lambung ke tenggorokan. Ini akan terasa begitu menyakitkan, perut terasa panas, dada dan tenggorokan terasa seperti terbakar, walaupun bayi belum bisa mengatakannya. Sangat penting untuk periksa ke dokter jika Anda curiga bayi mengalami GERD, dokter akan memberikan resep obat untuk membantu membuat bayi menjadi lebih nyaman.

6. Stenosis pilorus

Satu lagi penyebab bayi muntah yang sering terjadi adalah karena bawaan lahir, biasanya gejala muntah akan dialami dalam beberapa minggu pertama setelah bayi dilahirkan dan jarang gejala pertama kali muncul setelah bayi berusia 6 bulan.

Pada bayi dengan stenosis pilorus, otot yang mengontrol saluran tempat lewatnya makanan dari lambung ke usus menjadi mengencang sehingga makanan tidak bisa melewatinya sebagai akibatnya labung dan isinya akan kembali naik dan dikeluarkan sebagai muntah. Kondisi ini biasanya ditandai dengan muntah proyektil kuat dan memerlukan perhatian medis segera, karena sangat berpotensi menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan masalah kesehatan lainnya. Stenosis pilorus dapat diperbaiki dengan operasi.

7. Mabuk Perjalanan

Kalau yang satu ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, bahkan orang dewasa juga banyak yang muntah saat perjalanan. Mabuk perjalanan terjadi ketika adanya ketidakseimbangan antara apa yang bayi lihat dengan apa yang ia rasakan dengan pergerakan tubuhnya dan ini di atur oleh sensor keseimbangan yang ada pada telinga bagian dalam dan beberapa saraf di otak.

8. Keracunan

Keracunana makanan juga dapat mengakibatkan bayi muntah, seperti obat-obatan, tanaman, atau bahan kimia. Bisa juga melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Selain muntah, bayi juga biasanya akan mengalami diare.

9. Posisi menyusui

Posisi menyusui yang kurang tepat juga dapat menyebabkan bayi muntah atau gumoh. Banyak ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.

10. Masalah Dot

Jika bayi menyusu menggunakan dot, dan ternyata bayi tidak suka dengan jenis tersebut biasanya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.

11. Masalah Lambung

satu lagi penyebab bayi muntah yaitu karena klep penutup lambung belum berfungsi sempurna. Susu dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.

12. Terlalu Aktif

Bayi yang terlalu aktif juga dapat menyebabkan mutnah atau gumoh. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.

Cara Mengatasi Muntah Bayi

Nah, kira-kira bagaimana cara mengatasi bayi muntah atau gumoh? Berikut ini diantaranya yang mesti anda lakukan:
  1. Cara mengatasi bayi muntah yang pertama dalah dengan tidak memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.
  2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada perut. Terutama setelah menyusu.
  3. Jangan biarkan bayi melakukan aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu. Apalgi sampai ‘digelitiki’.
  4. Berikan asupan ASI atau susu formula secukupnya, sedikit asal sering. Jangan over.
  5. Cara mengatasi muntah selanjutnya adalah dengan menyendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.
  6. Periksa lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI/susu. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda gumoh.
  7. Jangan sampai bayi kelewat lapar bayi disusui, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.
  8. Saat bunda menyusui bayi dalam keadaan miring, usahakan agar kepala debay lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.
  9. Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah. Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.
  10. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya. Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.
  11. Bila debay tersedak dan muntah dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.
  12. Pada bayi yang muntah setelah disusui, picu agar ia bersendawa dengan cukup. Caranya tegakkan badan bayi atau anak setelah menyusui dalam beberapa menit sampai ia bersendawa.
  13. Apabila terdapat banyak dahak dan lendir karena bayi sedang pilek, cobalah gunakan semprotan khusus untuk membersihkan hidungnya dengan cairan saline. Mungkin ini akan membuat bayi tak nyaman, tetapi ini tidak menyakitkan dan dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan tentunya agar bayi tidak muntah.
  14. Jika bayi mabuk perjalanan, lebih banyaklah berhenti selama perjalanan untuk memberikan kesempatan kepada bayi agar mendapatkan udara segar dan menenangkan perutnya. Bagi bayi yang sudah makan, berilah makanan kecil sebelum perjalanan dimulai dan sediakan cairan untuk dapat diminum sehingga jangan sampai kekurangan cairan nantinya yang malah akan membuat kondisi menjadi lebih buruk.
  15. Jangan beri anak atau bayi obat muntah tanpa rekomendasi dari dokter, hubungi dokter jika kondisi bayi tak kunjung membaik.

Bagaimana? Cukup lengkap sekali bukan? Mudah-mudahan bermanfaat untuk budan sekalian, jangan lupa untuk mmebagikan tips merawat bayi ini kepada yang lainnya ya, supaya yang lain juga tahu apa saja penyebab bayi muntah dan cara mengatasinya. Cek info terbaru seputar Tips kehamilan

Leave a Reply