14 Penyebab Diabetes Melitus yang Wajib Diketahui

Penyebab Diabetes Melitus – Siapa yang tidak kenal dengan penyakit diabetes? Penyakit diabetes atau yang masyarakat kita kenal dengan penyakit gula ini begitu cepat ‘menyebar’. Penyakit ini memang tidak menular, namun bisa diturunkan. Bahkan keturunan penderita diabetes beresiko 6 kali terkena diabetes.

Agar kita tidak terkena penyakit diabetes, kita harus mengetahui apa saja penyebab diabetes melitus itu? Menurut wikipedia, diabetes melitus disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Penyebab diabetes melitus

Ilustrasi: Penyebab diabetes melitus

Penyebab Diabetes Melitus

Kira-kira apa lagi penyebab diabetes melitus yang lainnya ya? Kali ini CekSehat.com akan berbagi penyebab utama diabetes yang wajib anda ketahui. Berikut ini diantaranya:

1. Sering Minum Teh manis

Penyebab diabetes melitus yang pertama adalah terlalu sering mengkonsumsi teh anis. Teh manis dengan kadar gula yang sangat tinggi berperan meningkatkan resiko terkena diabetes. Perlu sama-sama diketahui bahwa segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Untuk mensiasati anda yang suka mengkonsumsi teh manis, anda bisa mengganti gulanya dengan yang low calori atau dengan membatasi gula jangan terlalu banyak.

Baca juga 31 Cara Mengobati Masuk Angin

2. Terlalu Sering Gorengan

Penyebab diabetes melitus yang kedua adalah terlalu sering mengkonsumsi gorengan. Makanan ringan yang satu ini menjadi salah sati camilan favorit masyarakat kita. Potenti terkan diabetes semakin tingga manakala minyak untuk menggoreng dipakai berulang-ulang. Gorengan ini dapat memicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Untuk meminimalisir terkena diabetes, anda bisa menggantikan minyak penggorengan dengan yang rendah kolsterol, atau dengan membuat gorengan sendiri dengan tidak menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang.

3. Suka Ngemil

Anda suka mengemil? Mengemil juga menjadi pemicu seseorang terkena diabetes. Biasanya cemilan berupa biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya. Makanan ini mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

4. Kurang tidur

Anda suka begadang namun harus kerja pagi hari? Nah ini juga menjadi salah Penyebab diabetes melitus yang harus kita hindari. Kurang tidur membuat metabolisme tubuh kita menjadi terganggun. Berdasarkan hasil penelitian University of Chicago, jika kita kurang tidur selama 3 hari saja, maka dapat mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

5. Malas beraktivitas fisik

Tidak bisa dipungkiri semakin berkembangnya teknologi membuat kita malas untuk bergerak, semua serba dengan bantuan teknologi, bahkan kita malas untuk berjalan. Sejalan dengan itu, berdasarkan data WHO kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.

6. Sering Stres

Beban kerja yang berat serta tuntutan kebutuhan yang terus meningkat membuat banyak orang mengalami stre. Apalagi kalau lingkungan tempat tinggal tidak kondusif tentu ini menjadi penyebab stres yang semakin bertubi-tubi. Saat anda sedang stre, maka tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Sebaiknya kita menyediakan waktu khusus untuk liburan, atau bercengkrama dengan teman serta keluarga.

7. Kecanduan rok*k

Pecandu rok*k juga beresiko sangat tinggi terkena diabetes melitus. Berdasarkan hasil riset di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

8. Pil Kontrasepsi

Ternyata terlalu sering menggunakan pil kontrasepsi yang terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja dapat menjadi pemicu perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Usahakan agar menggunakan pil hormonal tidak lebih dari 5 tahun.

9. Jarang Terkena Sinar Matahari

Aktivitas di rungan terlalu lama ternyat berdampak kurang baik untuk kesehatan. Paparan sinar matahari pagi sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Berdasarkan jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Karena paparan sinar matahari kita dapatkan secara gratis, maka sudah selayaknya kita manfaatkan dengan baik.

10. Terlalu Sering Mengkonsumsi Soda

Anda suka minum minuman yang mengandung soda. Ini menjadi kabar kurang baik bagi pecinta soda, karena ternyata berdasarkan riset The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

11. Kurang Olahraga

Selain karena kurang gerak, diabetes juga disebabkan karena kurang berolahraga. WHO menyatakan bahwa kegiatan seperti berjalan, bersepeda dan aktivitas produkktif lainnya membuat badan lebih sehat dan metabolisme tubuh menjadi lebih baik.

12. Kurang Istirahat

Berdasarkan hasil riset di Universitas Chicago menyebutkan bahwa kurang tidur membuat nafsu makan meningkat dan mudah lapar. Kurang tidur juga menurunkan kemampuan tubuh untuk mengkonversi glukosa menjadi energi, hal ini tentu saja membuat kadar gula darah yang tinggi dan merupakan penyebab kencing manis.

13. Faktor Genetik

Penyebab diabetes melitus yang juga harus diwaspadai adalah faktor keturunan. Untuk anda yang memiliki riwayat keluarga terkena diabetes, maka sebaiknya mulai menjaga pola makan dan pola hidup anda. Untuk faktor genetik memang sangat sulit untuk dihilangkan. Yang bisa kita lakukan adalah dengan kita mengendalikan faktor lingkungan sebagai faktor perangsang untuk bangkitnya faktor genetik. 

14. Berat Badan Berlebih

Penyebab diabetes melitus yang terakhir adalah karena berat berlebih. Berat badan berlebih bisa menjadi pemicu munculnya penyakit diabetes.

Ternyata sangat banyak sekali ya Penyebab diabetes melitus itu, maka dari itu kita harus merubah kebiasaan yang kurang sehat selama ini. Ubahlah pola hidup dan pola makan yang bisa memicu timbulnya penyakit diabetes. Semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Baca juga 11 Ramuan Herbal Sakit Pinggang yang Terbukti Ampuh

No Responses to “14 Penyebab Diabetes Melitus yang Wajib Diketahui”

Leave a Reply