Penyebab & Gejala Disentri

Gejala Disentri – Penyakit disentri disebabkan oleh serangan virus, bakteri dan parasit pada saluran pencernaan yang mengakibatkan infeksi. Gejala disentri yang sering muncul adalah diare, diarea adalah proses buang air kecil yang mengalami peningkatan secara drastis dari biasanya dan dapat mengakibatkan tubuh lemas.

Disentri merupakan penyakit yang sangat sering menyerang penduduk Indonesia karena kurang memperhatikan pola hidup sehat dan kurangnya menjaga lingkungan agar tetap besih. Penyakit ini disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit dengan memperhatikan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan maka resiko terkena disentri dapat dikurangi.

Selain itu banyak sekali penderita penyakit disentri yang tidak mendapat penanganan dengan benar, karena lebih memilih melakukan perawatan di rumah dibandingkan dengan rumah sakit sehingga jumlah penderita penyakit ini tidak dapat diketahui.

Gejala Disentri via Autoimuncare

Gejala Disentri via Autoimuncare

Penyebab Penyakit Disentri

Secara umum penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang menyerang organ percernaan akibat pola hidup kotor. Berikut beberapa penjelasan mengenai penyebab disentri secara medis, yaitu :

  • Disentris amoeba merupakan penyakit disentri yang disebabkan oleh parasit bersel satu atau amoeba. Penyakit ini sering ditemukan pada daerah tropis.
  • Disentri basiler merupakan penyakit disentri yang disebabkan oleh bakteri shigella dan jenis penyakit ini lebih sering terjadi dibandingkan dengan amoeba.

Gejala Disentri

Penderita penyakit disentri dapat diobati secara alami namun banyak sekali yang tidak mengetahui gejala disentri awal yang sering diderita. Berikut ini beberapa gejala disentri yang dapat anda perhatikan, yaitu :

1. Mual dan Muntah Berlebihan

Bagi penderita penyakit disentri rasa mual dan muntah merupakan kondisi yang wajar dan sering menyerang orang dewasa serta anak-anak. Kita ketahui mual merupakan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas dan sering disertai rasa ingin muntah, namun rasa mual belum tentu bersamaan dengan mudah.

Mual dan muntah dapat disebabkan oleh banyak hal seperti infeks pada saluran pencernaan atau disentri, kondisi ini menandakan bahwa tubuh sedang mengalami masalah pada bagian dalam dan tubuh berusaha mengeluarkannya memalui proses muntah.

Oleh karena itu rasa mual pada perut bagian atas merupakan salah satu gejala disentri atau infeksi saluran pencernaan, penderita gejala sebaiknya mengubah pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan rumah agar rasa mual tidak menjadi lebih parah menjadi penyakit disentri.

2. Sakit Kepala

Sakit kepala dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya suhu panas, olahraga yang berlebihan, mengkonsumsi minuman keras, bau menyengat seperti parfum dan bensin. Namun dalam beberapa kasus khusus sakit kepala dapat disebabkan oleh infeksi meningitis, peradarangan otak, mendapat tekanan dalam rongga yang meningkat, tumor otak dan cidera otak.

Ternyata selain itu sakit kepala dapat memberi reaksi tubuh sedang mengalami masalah pada bagian perut atas seperti penyakit disentri atau infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan volume buang air besar meningkat drastis dari biasanya. Oleh karena itu salah satu gejala disentri yang sering dialami penderita penyakit ini adalah sakit kepala,sehingga penderita akan merasa sangat kesakitan pada bagian kepala.

3. Diare

Kita ketahui diare adalah kondisi tubuh yang mengalami buang air besar dengan volume tinggi dibandingkan dengan biasanya. Namun diare lebih sering disebabkan oleh makanan yang tercemar oleh bakteri, virus dan parasit lalu dimakan tanpa mengecek kebersihannya.

Tetapi tahukah anda ternyata diare sering dikaitkan dengan penyakit disentri atau infeksi saluran pencernaan, oleh karena diare merupakan salah satu gejala disentri yang dapat diperhatikan dengan mudah apalagi saat buang besar disertai dengan keluarnya darah maka anda dipastikan menderita penyakit disentri.

4. Demam Tinggi

Peningkatan suhu badan mencapai angka 38 derajat celcius atau demam merupaka suatu gejala bukan penyakit karena tubuh sedang mengalami perlawanan dengan virus, bakteri dan parasit yang menyerang bagian dalam tubuh. hal ini benar-benar harus diperhatikan karena dengan terjadi demam anda dapat memastika bahwa terdapat virus atau bakteri yang berusaha merusakan organ tubuh sehingga terjadi infeksi.

Maka dari itu gejala disentri dapat dilihat dari demam tinggi, meskipun disentri adalah infeksi saluran pencernaan bukan sistem kekabalan tubuh. Tapi dengan adanya demam tubuh memberi reaksi bahwa seluruh organ dalam yang mengalami infeksi akan memberi reaksi demam tinggi.

5. Perut Mengalami Kejang-kejang

Kondisi perut yang mengalami kejang-kejang merupakan peradangan pada bagian membran mukosa usus besar, lambung atau usus, saluran kemih dan empedu yang disertai dengan rasa sangat sakit di perut bagian atas.

Terdapat beberapa penyebab yang menimbulkan perut kejang-kejang yaitu respon ingin buang air besar, buang air kecil atau buang angin, mengalami ganggu pada organ pencernaan, menstruasi dan gejala awal kanker usus.

Kita ketahui disentri merupakan gangguan pada saluran pencernaan atau infeksi pencernaan dan perut kejang kejang salah satunya disebabkan oleh gangguan organ pencernaan. Oleh karena itu perut kejang merupakan salah satu gejala disentri yang dapat dengan mudah dirasa tanpa harus memeriksakan kedokter.

Lakukan penanganan dengan benar agar gejala ini tidak menimbulkan penyakit berbahaya dan untuk hasil yang lebih pasti anda dapat memeriksakan diri ke dokter.

6. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu gejala disentri yang diakibatkan oleh buang air kecil berlebihan, penyakit disebabkan oleh serangan virus pada saluran pencernaan atau infeksi pencernaan yang mengakibatkan proses buang air besar maupun kecil mengalami peningkatan secara drastis sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dan tubuh mudah lemas.

7. Nafsu Makan Turun

Kondisi tubuh yang mengalami nafsu makan turun akan menyebabkan tubuh tidak mengahasilkan nutrisi sehingga sistem pangatur gula darah rendah. kegiatan makan dilakukan agar tubuh memperoleh energi dan gizi, karena tubuh mengalami nafsu makan turun sehingga asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh badan tidak tercukupi dan dapat menimbulkan masalah serius seperti penyakit saluran pencernaan atau infeksi.

Gejala disentri bisa ditandai dengan kurangnya nafsu makan yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit sehingga saluran pencernaan tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Pengobatan Penyakit Disentri

Penyakit ini dapat diobati secara alami atau pribadi tanpa harus perawan medis teruma disentri yang disebabkan oleh bakteri amoeba atau shigella. Berikut beberapa cara pengobatan disentri yang bisa anda lakukan yaitu :

1. Mengkonsumsi Cairan

Kita ketahui gejala disentri yaitu dehidrasi oleh karena dengan mengkonsumsi air yang banyak dapat membantu anda menghindari kekurangan cairan atau dehidrasi. meningkatkan minum air sering disertai dengan muntah namun anda harus tetap mimun air dengan tingkat tinggi agar terhindar dari dehidrasi dan penyakit disentri dapat sembuh.

2. Oralit

Pemberian oralit bertujuan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi karena cairan ini dapat mengganti garam, glukosa dan mineral. Penderita penyakit disentri orang tua atau anak-anak sangat rentan mengalami disentri oleh karena itu dengan mengkonsumsi oralit penderita dapat terhindar dari kekurangan cairan.

3. Konsumsi Makanan Padat

Bagi penderita disentri yang mengalami dehidrasi sebaiknya untuk hindari makan makanan padat sampai cairan atau air yang dikonsumsi tubuh cukup baru penderita bisa makan makanan seperti biasa.

***

Sekian informasi dari kami mengenai gejala disentri, semoga dapat menjadi referensi pencegahan awal yang baik dan kami berharap penderita penyakit ini dapat berkurang dari tahun ketahun.

Artikel terkait: Penyebab dan Gejala Diare

Leave a Reply